Ruju’nya ustadz Ja’far Umar Tholib (2)

17 05 2010

 

Berita tentang ruju’nya ustd. Ja’far mengundang kontroversi berbagai kalangan, setelah pertemuan dengan syeikh Robi’ tahun lalu (2009) ustd. Ja’far kembali bertemu dengan Syeikh Rabi’ kembali pertengahan bulan lalu ( April 2010)  bagaimana kisah nya,… ?? ikuti penuturan beliau berikut ….

 

Berikut ini hasil transkrip kajian khusus mengenai cerita perjalanan umrah Al-Ustadz Ja’far Umar Thalib pada bulan yang lalu. Kajian ini diselenggarakan pada tanggal 13 Jumadil Awwal 1431 H bertepatan dengan tanggal 27 April 2010 M bertempat di Masjid ‘Utsman Bin ‘Affan, Jl Kaliurang km.15 Degolan Yogyakarta.

Baca entri selengkapnya »

Iklan




Menikahi Janda,… Mengapa Tidak ?!

30 04 2009

Meski Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam menganjurkan para pria untuk lebih mengutamakan perawan untuk dinikahi, bukan berarti beliau melarang seorang pria menikahi janda. Bukankah sebagian besar istri beliau juga janda?


Bagi seorang pria, menikahi janda juga bisa dijadikan pilihan. Apalagi jika ia berniat untuk menyantuni seorang wanita yang tidak lagi bersuami dan anak yatim yang kehilangan kasih sayang seorang ayah. Jika dilakukan dengan ikhlas, semua itu insyaallah akan membuahkan pahala yang besar.


Memang harus diakui, gadis perawan tentu memiliki banyak kelebihan dibandingkan seorang janda. Akan tetapi, janda pun punya satu kelebihan dari perawan, yaitu ia lebih berpengalaman ! Ya, karena ia sudah pernah berumah tangga. Dengan begitu, diharapkan dia bisa mengurus rumah tangganya dengan lebih baik.

Baca entri selengkapnya »





Menyikapi Ketergelinciran dan Perselisihan antar Ulama

6 04 2009

Sudah menjadi ketetapan yang mapan bahwasanya tidak ada seorangpun yang selamat dari kesalahan. Salah merupakan hal yang wajar terjadi pada manusia. Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda :

كُلُّ بَنِي آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطاَّئِيْنَ التَّوَّابُوْن

Setiap anak Adam itu banyak bersalah. Dan sebaik-baik orang yang banyak bersalah adalah orang-orang yang mau bertaubat.”

(HR. At-Tirmidzi no. 2616. Asy-Syaikh Al-Albani dalam Ash-Shahihul Jami’ no. 4514 mengatakan: “(Hadits ini) hasan.”)

Para ulama mereka juga manusia biasa, bisa salah dan benar. Apabila melihat kesalahan ulama maka nasehatilah dengan baik dan cara yang santun. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda :

الدين النصيحة قلنا لمن ؟ قال : لله ولرسوله وللأئمة المسلمين و عامتهم

Agama itu adalah Nasehat , Kami bertanya : Untuk Siapa ?, Beliau bersabda : Untuk Allah, Kitab-Nya, Rasul-Nya, para pemimpin umat Islam, dan bagi seluruh kaum muslim” ( HR. Muslim 55 )

Namun dewasa ini ada segelintir kalangan yang mencari cari kesalahan ulama kemudian dia berhujjah dengan ketergelinciran tersebut dalam melariskan bid’ah dan kesesatannya !! Wahai saudaraku, sikap yang demikian pada hakekatnya adlah celaan dan perendahan kepada ulama, tidaklah orang yang mengerjakannya kecuali dia zindiq !!

Baca entri selengkapnya »





Syirik Cinta

22 07 2008

Benarkah cinta dapat menjerumuskan seorang hamba kepada kesyirikan?? Ternyata memang demikian, cinta yang salah dapat menjerumuskan seseorang kedalam kesyirikan yang merupakan dosa paling besar yang diperbuat untuk mendurhakai Allah,.

Cinta yang bagaimana yang menjerumuskan seseorang kepada kesyirikan ??

Allah ta’ala berfirman :

وَمِنَ النَّاسِ مَن يَتَّخِذُ مِن دُونِ اللّهِ أَندَاداً يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ اللّهِ وَالَّذِينَ آمَنُواْ أَشَدُّ حُبّاً لِّلّهِ وَلَوْ يَرَى الَّذِينَ ظَلَمُواْ إِذْ يَرَوْنَ الْعَذَابَ أَنَّ الْقُوَّةَ لِلّهِ جَمِيعاً وَأَنَّ اللّهَ شَدِيدُ الْعَذَابِ

Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal)  (Al Baqarah 165)

Baca entri selengkapnya »





Sebab yang Melapangkan Dada

9 04 2008

 

Sebab yang paling agung yang melapangkan dada adalah TAUHID. Sifat lapang dada seseorang sangat bergantung sejauh mana kesempurnaan, kekuatan, dan pertambahan tauhid dalam dirinya. Allahu ta’ala berfirman:

 

Maka apakah orang orang yang dilapangkan Allah hatinya untuk (menerima)agama islam lalu ia mendapat cahaya dari Rabbnya” (Az Zumar 22)

 

Hidayah dan Tauhid merupakan sebab terbesar yang melapangkan dada. Syirik dan kesesatan adalah sebab paling utama yang menyesakkan dan menyempitkan dada.

 

Diantara sebab yang melapangkan dada adalah cahaya yang dicampakan Allah dalam hati seorang hamba yaitu cahaya keimanan.Sesungguhnya ia melapangkan dada dan meluaskan serta menggembirakan hati. Jika cahaya ini hilang dari hati seorang hamba maka hatinya menjadi sempit dan sesak, Jadilah ia berada pada penjara sangat sempit dan sulit.

 

Perkara lain yang melapangkan dada adalah ilmu. Sesungguhnya ilmu dapat melapangkan dada dan meluaskannya hingga lebih luas daripada dunia. Baca entri selengkapnya »





Meminta Fatwa pada hati…??!

10 02 2008

 

Mungkin saja ada yang mengatakan : Bukankah ada hadits yang mengarahkan kita agar berpedoman dengan apa yang terbetik dadalam hati dan jiwa, meskipun disana tidak ada dalil yang menunjukkan suatu hukum diantara hukum hukum syari’at ??

 

Imam Muslim rahimahullah telah meriwayatkan hadits dari An Nawwas bin Sam’an Radhyallahu ‘anhu ia berkata :

Saya pernah bertanya kepada rasulullah shalalallahu ‘alaihi wassalam tentang kebajikan dan dosa, lalu beliau shalallahu ‘alaihi wassalam menjawab :

kebajikan itu adalah akhlak yang mulia dan dosa itu adalah apa yang bertengger didadamu sementara kamu tidak senang orang orang mengetahuinya” (HR Muslim no 2553)

 

Dari Anas bin Malik Radhyallahu ‘anhu, ia berkata:

Saya pernah mendengar Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda :

Tinggalkanlah apa yang meragu ragukanmu, dan peganglah apa yang tidak meragu ragukan” (diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Al Musnad III/53)

 

Dari wabishah Radhyallahu ‘anhu ia berkata :

Saya pernah bertanya kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam tentang kebajikan dan dosa, maka beliau menjawab :

Hai, Wabishah, minta fatwalah kepada hatimu, dan mintalah fatwa kepada dirimu. Kebajikan adalah ap yang menjadikan jiwa dan hati merasa tenang, sedangkan dosa adalah apa yang terombang ambing dalam jiwa dan dada meskipun orang orang memberimu fatwa” (diriwayatkan oleh Imam Ahmad IV/227)

Baca entri selengkapnya »





Antara baik sangka dan tipuan….

6 01 2008

 

Banyak orang yang mengandalkan rahmat Allahu ta’ala, ampunan dan kemurahanNya, lalu mereka mengabaikan larangan dan perintahNya, sehingga timbul di pikiran merka seraya berkata “ah..nanti aja tobatnya atau ah…bukankah Allah maha pengampun..??! pasti nanti Allah akan mengampuni aku…..” Allahul musta’an

 

Jika dikatakan : bisa saja itu terjadi, dan sandaran baik sangka adalah keluasan rahmat Allah ta’ala dan rahmatNya, bahwa rahmat Allah mengalahkan murkaNya, bahwa siksaan tidak bermanfaat dan ampunan tidak menimbulkan mudharat. Baca selengkapnya………..