Jangan Meributkan Masalah Sepele !!??

12 01 2010

Bila anda mengingkari sebuah bid’ah, sebagian orang berkata kepadamu :

“Masalah sepele saja diributkan”

Atau berkata :

“ Masih ada masalah yang lebih besar dari itu”

Dan lain sebagainya.

Cobalah kita renungkan perkataan Al Imam Barbahari dalam kitab beliau yang agung “ Syarhussunnah” : Baca entri selengkapnya »





Bermusik tanpa alat musik., bolehkah ??!

24 10 2009


‘Bernyanyi’ tanpa alat musik memang pernah dilakukan para sahabat. Namun apa yang mereka praktikkan amat berbeda dengan cara bernyanyi di masa sekarang.

Pada asalnya, nyanyian itu berasal dari lantunan bait-bait syair yang menerangkan tentang sesuatu.

Baca entri selengkapnya »





Apakah Dakwah Wajib atas Setiap Orang ?

17 11 2008

Medan dakwah itu begitu berat terjal dan menantang, karena itu pahala yang dijanjikan pun begitu besar, sehingga tidak mengherankan banyak yang tertarik untuk terjun ke medan dakwah, lalu apakah dakwah wajib atas semua orang ??, berikut fatwa dari Syaikh Shalih bin Fauzan Al Fauzan dalam Al – Muntaqa min Fatawa Syaikh Shalih al Fauzan jilid 1.

Tanya :

Dakwah adalah fardu kifayah, namun apakah hal ini relevan dengan masa kini yang penuh dengan kejahilan dan kesesatan, Apakah pada saat-saat seperti ini dakwah menjadi wajib atas semua orang karena tersebarnya kejahilan dan kerusakan ?? Kami mohon penjelasannya !

 

Baca entri selengkapnya »





Apakah sihir itu hakiki ??

31 07 2008

Sihir itu adalah hakiki (benar benar ada dan terjadi) sebagaimana ditunjukkan oleh firman Allahu ta’ala :

وَمِن شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ

dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul (Al Falaq 4)

Jika sihir itu tidak hakiki, maka tentunya Allah ta’ala tidak pernah menyuruh kita untuk memohon perlindungan kepadaNya dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir itu.

Demikian juga firman Allahu ta’ala

فَيَتَعَلَّمُونَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُونَ بِهِ بَيْنَ الْمَرْءِ وَزَوْجِهِ

Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan isterinya ( Al Baqarah 102)

Ayat ini menunjukkan bahwa sihir itu adalah hakiki dan bisa menjadi sebab (sarana) yang digunakan untuk menceraikan antara suami dengan istrinya.

Dalil yang menunjukkan bahwa sihir itu hakiki adalah hadits ‘Aisyah Radiyallahu ‘anha : :

Baca entri selengkapnya »





Benarkah do’a tidak berfaedah ??

29 06 2008

Sebagian kelompok Ahli Filsafat dan golongan tasawwuf yang melampaui batas berpendapat bahwa doa itu sama sekali tak membawa manfaat !! Mereka menyatakan bahwa apabila sudah seharusnya sesuatu itu terjadi karena kehendak Allah ta’ala maka ia tak membutuhkan lagi doa. Kalau memang seharusnya untuk tidak terjadi maka apa gunanya lagi berdoa ??

Untuk menjawab syubhat yang mereka lontarkan itu terlebih dahulu kita sanggah dulu dua pangkal persepsi mereka. Sesungguhnya pernyataan mereka dalam persoalan kehendak Allah adalah bahwa sesuatu itu terjadi atau tidak terjadi. Dan (ada lagi) sebagai sanggahan yang lain, sesuatu itu terjadi dengan persyaratan, di mana tanpa persyaratan itu sesuatu tak akan terjadi. Dan doa itu termasuk di antara persyaratannya. Hal itu sebagaimana halnya pahala yang diberikan dengan persyaratan adanya amal shalih Ia tak akan ada tanpa amal shalih. Demikian iuga halnya rasa kenyang dan puas seusai makan dan minum yang itu tak akan teriadi tanpa ada keduanya Lahirnya anak sebagai hasil persengsamaan, tumbuhnya tanaman dari bibitnya, juga termasuk dalam hal itu. Kalau ditakdirkan bahwa sesuatu itu terjadi dengan adanya doa, tidak bisa dikatakan bahwa doa itu tidak membawa manfaat.

Baca entri selengkapnya »





Meminta Kekuasaan, bolehkah…??

5 06 2008

Al Bukhari didalam “Shahih” nya meriwayatkan dan An Nasai didalam “As Sunan” meriwayatkan hadits dari Abu Hurairah radhyallahu ‘anhu bahwa Rasululullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda

إِنَّكُمْ سَتَحْرِصُوْنَ علي الإِمَارَةِ وَ سَتَكُوْنُ نَدَامَةٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Sesungguhnya kalian nanti akan sangat berambisi terhadap kepemimpinan, padahal kelak di hari kiamat ia akan menjadi penyesalan.” (Shahih, HR. Al-Bukhari no. 7148)

Didalam hadits Ini terdapat satu tanda dari tanda tanda kenabian yaitu bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam mengkabarkan tentang sesuatu yang belum terjadi kemudian terjadi sebagaimana disebutkan oleh beliau shalallahu ‘alaihi wassalam .

Sabdanya, “Kalian akan berambisi”, ditujukan kepada kita semua. Tidak keluar dari pengertian ini kecuali orang yang dijaga oleh Allahu ta’ala. Dan sabda Beliau . “padahal kekuasaan tersebut akan menjadi penyesalan dihari kiamat” maknanya seorang muslim seharusnya tidak hanya melihat pada jabatan yang diharapkan saja. Tetapi harus melihat pada apa yang akan dia dapati kelak ketika berjumpa dengan Allahu ta’ala.

Telah datang riwayat dalam Shahih Muslim bahwa Abu Dzar radhyallahu ‘anhu berkata

يَا أَبَا ذَرٍّ إِنَّكَ ضَعِيْفٌ وَ إِنَّها أَمَانَةٌ وَ إِنَّها يَوْمَ الْقِيَامَةِ خِزْيٌ وَ نَدامَةٌ إِلاَّ من أَخَذَها بِحَقِّها وَ أَدَّى الَّذِي عَلَيْه فِيْها

Wahai Abu Dzar, engkau seorang yang lemah sementara kepemimpinan itu adalah amanah. Dan nanti pada hari kiamat, ia akan menjadi kehinaan dan penyesalan kecuali orang yang mengambil dengan haknya dan menunaikan apa yang seharusnya ia tunaikan dalam kepemimpinan tersebut.” (Shahih, HR. Muslim no. 1825)

Maka, renungkanlah sikap sikap Rasululullah shalallahu ‘alaihi wassalam kepada sekelompok sahabat beliau, padahal mereka adalah orang yang baik, bertakwa, shalih, berilmu, zuhud dan wara’. Dalam keadaan yang seperti ini semua Rasululullah shalallahu ‘alaihi wassalam melarang mereka semua untuk mencapai kekuasaan apapun bentuknya.

Baca entri selengkapnya »





Mengapa Para Da’i Menyeru Untuk Kembali Kepada Sunnah ??

30 05 2008

Seringkali dalam berbagai diskusi atau perdebatan atau bahkan dalam diri kita timbul pertanyaan apa sebenarnya motivasi atau hal yang mendorong para da’i untuk menyeru kembali kepada As Sunnah..??

berikut adalah sebuah makalah ilmiyah dari Al Imam Muhaditsin Muhammad Nashirudin Al Albani rahimahullah dalam Maqalaat Al Albani

Berikut adalah sebab sebab yang mendorong para da’i untuk menyeru untuk kembali kepada Sunnah serta meninggalkan seluruh yang bertentangan dengan sunnah, maka disini saya ( Albani) katakan :

Pertama :

Sunnah adalah referensi kedua setelah Al qur’an. Banyak ayat yang menjelaskan tentang hal itu sehingga menjadi salah satu ijma’ (kesepakatan) umat ini.

Baca entri selengkapnya »