Bermusik tanpa alat musik., bolehkah ??!

24 10 2009


‘Bernyanyi’ tanpa alat musik memang pernah dilakukan para sahabat. Namun apa yang mereka praktikkan amat berbeda dengan cara bernyanyi di masa sekarang.

Pada asalnya, nyanyian itu berasal dari lantunan bait-bait syair yang menerangkan tentang sesuatu.

Baca entri selengkapnya »

Iklan




Kata Aku dan Kami dalam Al Quran

2 12 2008

Seringkali dalam perdebatan muncul syubhat tentang Al Quran, kenapa kadang kadang memakai kata Aku (tunggal) dan kadang kadang memakai kata Kami (jamak), hal ini selalu digunakan oleh kaum nashrani dan kaum kufar lainnya untuk menyerang dan menyebarkan syubhat (kerancuan), serta keraguan atas kebenaran Kitabullah pada kaum muslimin, lalu….sebenarnya bagaimanakah jawaban atas syubhat tersebut ?? berikut adalah jawaban dari Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah –rahimahullahu ta’ala- :

Baca entri selengkapnya »





Apakah Dakwah Wajib atas Setiap Orang ?

17 11 2008

Medan dakwah itu begitu berat terjal dan menantang, karena itu pahala yang dijanjikan pun begitu besar, sehingga tidak mengherankan banyak yang tertarik untuk terjun ke medan dakwah, lalu apakah dakwah wajib atas semua orang ??, berikut fatwa dari Syaikh Shalih bin Fauzan Al Fauzan dalam Al – Muntaqa min Fatawa Syaikh Shalih al Fauzan jilid 1.

Tanya :

Dakwah adalah fardu kifayah, namun apakah hal ini relevan dengan masa kini yang penuh dengan kejahilan dan kesesatan, Apakah pada saat-saat seperti ini dakwah menjadi wajib atas semua orang karena tersebarnya kejahilan dan kerusakan ?? Kami mohon penjelasannya !

 

Baca entri selengkapnya »





Siapakah yang Berhak Mengemban Dakwah ?

10 11 2008

Medan dakwah itu begitu berat terjal dan menantang, karena itu pahala yang dijanjikan pun begitu besar, sehingga tidak mengherankan banyak yang tertarik untuk terjun ke medan dakwah.

Saking banyaknya tidak sedikit yang memaksakan diri untuk menangani permasalahan yang sebenarnya tidak layak diemban. Sekedar berbekal semangat dan percaya diri berusaha menyelesaikan persoalan-persoalan umat. Akhirnya bukan kebaikan dan perbaikan, justru kemunduran dan kesemrawutan.

Dakwah tetap harus ditegakkan,

Tetapi siapa yang berhak untuk mengembannya ??

berikut fatwa dari Syaikh Shalih bin Fauzan Al Fauzan dalam Al – Muntaqa min Fatawa Syaikh Shalih al Fauzan jilid 1.

Tanya :

Belakangan ini banyak orang yang menyerukan dakwah, karena itu perlu untuk mengetahui siapakah ahli ilmu yang diakui dapat memberi arahan kepada umat terutama para pemuda agar menempuh jalan kebenaran.

Siapakah ulama yang anda nasehatkan agar para pemuda mengambil faedah darinya, mengikuti pelajaran-pelajarannya, mendengar kaset-kasetnya, mengambil ilmunya dan merujuk kepadanya dalam setiap perkara penting dan rumit, serta pada saat-saat fitnah ?

Baca entri selengkapnya »





Pelajaran Berharga Dari Dakwah Syaikh Rabi’ di Sudan

6 10 2008

Diantara anugerah Allahu ta’ala yang wajib disyukuri oleh setiap muslim adalah tersebarnya dakwah yang haq, dakwah salafiyyah, diseluruh penjuru dunia dengan begitu pesat pada dekade terakhir ini.

Tatkala Dakwah salafiyyah diemban oleh para da’i yang berilmu, memiliki hikmah dan memiliki sikap santun, mereka melaksanakan manhaj Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam dan mereka praktekan sesuai dengan kemampuan, maka Allah ta’ala mendatangkan manfaat dengan sebab mereka , dan tersebarlah dakwah Salafiyyah diseluruh penjuru dunia, dengan akhlak, keilmuan, dan hikmah mereka.

Hanya saja pada hari hari ini dakwah salafiyyah mengalami kendala didalam perjalanannya, yang sangat disayangkan bahwa kendala ini tidak datang dari faktor eksternal , justru datang dari dalam, yaitu dari sebagian orang-orang yang memiliki semangat tinggi didalam dakwah tetapi miskin dalam segi akhlak, keilmuan dan hikmah dalam dakwah.

Dan berikut ini sebuah pengalaman, pelajaran dan nasehat dari Asy Syaikh al Allamah Rabi’ bin Hadi al Madhkali hafidzhahullah sewaktu berdakwah di Sudan, semoga menjadi pelajaran bagi kita semua…..

Baca entri selengkapnya »





Meminta Kekuasaan, bolehkah…??

5 06 2008

Al Bukhari didalam “Shahih” nya meriwayatkan dan An Nasai didalam “As Sunan” meriwayatkan hadits dari Abu Hurairah radhyallahu ‘anhu bahwa Rasululullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda

إِنَّكُمْ سَتَحْرِصُوْنَ علي الإِمَارَةِ وَ سَتَكُوْنُ نَدَامَةٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Sesungguhnya kalian nanti akan sangat berambisi terhadap kepemimpinan, padahal kelak di hari kiamat ia akan menjadi penyesalan.” (Shahih, HR. Al-Bukhari no. 7148)

Didalam hadits Ini terdapat satu tanda dari tanda tanda kenabian yaitu bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam mengkabarkan tentang sesuatu yang belum terjadi kemudian terjadi sebagaimana disebutkan oleh beliau shalallahu ‘alaihi wassalam .

Sabdanya, “Kalian akan berambisi”, ditujukan kepada kita semua. Tidak keluar dari pengertian ini kecuali orang yang dijaga oleh Allahu ta’ala. Dan sabda Beliau . “padahal kekuasaan tersebut akan menjadi penyesalan dihari kiamat” maknanya seorang muslim seharusnya tidak hanya melihat pada jabatan yang diharapkan saja. Tetapi harus melihat pada apa yang akan dia dapati kelak ketika berjumpa dengan Allahu ta’ala.

Telah datang riwayat dalam Shahih Muslim bahwa Abu Dzar radhyallahu ‘anhu berkata

يَا أَبَا ذَرٍّ إِنَّكَ ضَعِيْفٌ وَ إِنَّها أَمَانَةٌ وَ إِنَّها يَوْمَ الْقِيَامَةِ خِزْيٌ وَ نَدامَةٌ إِلاَّ من أَخَذَها بِحَقِّها وَ أَدَّى الَّذِي عَلَيْه فِيْها

Wahai Abu Dzar, engkau seorang yang lemah sementara kepemimpinan itu adalah amanah. Dan nanti pada hari kiamat, ia akan menjadi kehinaan dan penyesalan kecuali orang yang mengambil dengan haknya dan menunaikan apa yang seharusnya ia tunaikan dalam kepemimpinan tersebut.” (Shahih, HR. Muslim no. 1825)

Maka, renungkanlah sikap sikap Rasululullah shalallahu ‘alaihi wassalam kepada sekelompok sahabat beliau, padahal mereka adalah orang yang baik, bertakwa, shalih, berilmu, zuhud dan wara’. Dalam keadaan yang seperti ini semua Rasululullah shalallahu ‘alaihi wassalam melarang mereka semua untuk mencapai kekuasaan apapun bentuknya.

Baca entri selengkapnya »





Mengapa Para Da’i Menyeru Untuk Kembali Kepada Sunnah ??

30 05 2008

Seringkali dalam berbagai diskusi atau perdebatan atau bahkan dalam diri kita timbul pertanyaan apa sebenarnya motivasi atau hal yang mendorong para da’i untuk menyeru kembali kepada As Sunnah..??

berikut adalah sebuah makalah ilmiyah dari Al Imam Muhaditsin Muhammad Nashirudin Al Albani rahimahullah dalam Maqalaat Al Albani

Berikut adalah sebab sebab yang mendorong para da’i untuk menyeru untuk kembali kepada Sunnah serta meninggalkan seluruh yang bertentangan dengan sunnah, maka disini saya ( Albani) katakan :

Pertama :

Sunnah adalah referensi kedua setelah Al qur’an. Banyak ayat yang menjelaskan tentang hal itu sehingga menjadi salah satu ijma’ (kesepakatan) umat ini.

Baca entri selengkapnya »