Jangan Meributkan Masalah Sepele !!??

12 01 2010

Bila anda mengingkari sebuah bid’ah, sebagian orang berkata kepadamu :

“Masalah sepele saja diributkan”

Atau berkata :

“ Masih ada masalah yang lebih besar dari itu”

Dan lain sebagainya.

Cobalah kita renungkan perkataan Al Imam Barbahari dalam kitab beliau yang agung “ Syarhussunnah” :

“Waspadalah terhadap bid’ah-bid’ah yang kecil karena bid’ah yang keil itu akan tumbuh menjadi besar. Demikianlah setiap bid’ah yang diada adakan dalam umat ini tadinya kecil menyerupai kebenaran lalu terpedayalah orangyang masuk kedalamnya dan tidak dapat keluar darinya, kemudian bid’ah itu menjadi semakin besar sehingga dijadikan agama yang diyakini, maka iapun menyalahi jalan yang lurus dan keluar dari (rel) islam”

Perkataan beliau menunjukkan bahwa kita tidak boleh menyepelekan bid’ah sekeil apapun, karena asal muasal bid’ah tadinya kecil lalu menjadi besar karena dianggap sepele. Maka hendaklah bertakwa kepada Allah ta’ala setiap orang yang menganggap sepele bid’ah karena perbuatan tersebut sangat bertentangan dengan petunjuk salafussholeh.

Ibnu Umar mengingkari bid’ah


Abu dawud meriwayatkan dalam sunannya (no.357) dengan sanad hasan dari Mujahid ia berkata :

“ Aku pernah bersama Ibnu Umar, lau ada orang melakukan tatswib di sholat dzuhur atau ashar maka beliau berkata :

“Ayo keluar bersama kami karena sesungguhnya ini adalah bid’ah”

(dalam al hawadits wal bida’ disebutkan “makna tatswib” adalah orang-orang yang berdiri  pintu masjid untuk menyeru sholat ! sholat! )

Coba engkau bandingkan dengan zaman sekarang, bila ada orang yang mengingkari orang yang m,enyanyikan sholawat dan dzikir di masjid dengan suara keras sebelum adzan di kumandangkan akan dikatakan kepadanya :

“ Masalah sepele ini tidak perlu dipermasalahkan”

Memang sangat jauh perbedaan antara orang yang berilmu dengan orang yang tidak berilmu !!

Abdullah Bin Mas’ud dan Dzikir berjamaa’ah


Demikian pula kisah Abdullah bin Mas’ud yang mengingkari sekelompok orang yang berzikir secara berjamaah , mereka berkata :

“Kami tidak menginginkan kecuali kebaikan”

Lalu beliau menimpali :

“Berapa orang yang menginginkan kebaikan ternyata ia yidak mendapatkannya

Kemudian Amru bin Salamah perawi kisah tersebut berkata :

“Kami melihat kebanyakan orang yang ikut halaqoh itu menyerang kami bersama khawarij di perang nahrowan “

Subhanallah !!  Sungguh benar yang dikatakan Al Barbahari, bid’ah yang dianggap sepele berubah menjadi besar !!

Umar bin Khoththob dan Pemuda Musbil


Al bukhori meriwayatkan dalam shohihnya (no. 3700) kisah Umar bin khothob radhiyallhu ‘anhu yang ditusuk oleh majusi Abu lu’lu’ah,  ketika beliau tengah sekarat , dating seorang pemuda dan memberitakan kabar gembira padanya.

Lalu pemuda itu pergi, ternyata pakaiannya melabuh samapi ketanah,lalu umar minta pemuda iu dipanggil dan beliau berkata kepadanya :

Angkatlah pakaianmu karena itu lebih bersih dan lebih bertakwa kepada Rabbmu !! ‘

Subhanallah !!

Ketika Umar radhyallahu ‘anhu dalam keadaan sangat kritis,  beliau masih sempat menyempatkan diri untuk menegur pemuda yang melabuhkan pakaiannya samapi ketanah,

Lalu bagaimana jadinya dengan orang-orang zaman sekarang yang menyepelekan masalah isbal dan menganggapnya masalah furu’ atau cangkang yang tak perlu dipermasalahkan,

Apakah mereka lebih faqih dan berilmu daripada Umar bin Khothob radhyallahu ‘anhu ??! ataukah hawa nafsu dan kejahilan yang telah menguasai mereka ??!

Allahul musta’an

( disalin dari buku Meniti Jalan Kebenaran oleh Al Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc ,penerbit Pustaka AL BASHIRAH, cetakan Pertama , Desember 2008)


Aksi

Information

5 responses

18 01 2010
salafiyunpad

Jazakallahu khairan mas….

waiyyakum….

19 01 2010
tom

“duuuhh…hari gini masih ngeributin bid’ah bid’ah…liat tuh yahudi, amerika dan non muslim tertawa melihat kita ribut sesamanya, bukannya harusnya kita bersatu. Klo dikit2 bid’ah brarti internet, pesawat terbang, mobil jg bid’ah dong, sekalian aja deh kita balik ke jaman batu…” bla bla bla bla dst

Inilah komen yg paling sering muncul, saya sering memperhatikan di setiap blog ikhwan2 salafi yg membahas bid’ah. Pdhl andaikan mereka mau membuka mata sedikit saja dan membaca artikelnya dengan kepala dingin dan hati yg mukhlis dengan niat mencari kebenaran, niscaya mengenal bid’ah dan keburukan2nya juga merupakan manhaj aqidah ahlus sunnah karena bagaimana ibadah kita akan benar jika masih menyelisihi sunnah Rasulullah?

Syukron atas artikelnya akh, semoga kita dan saudara2 kita semua ditunjukkan jalan yg haq oleh Allah Ta’ala untuk menjauhi bid’ah dan penyimpangan.

11 05 2010
qum

Tidak semua yg dianggap bid’ah oleh orang-orang yang mengaku salaf itu adalah benar-benar bid’ah.

Sebagian besar diantaranya hanyalah dikarenakan perbedaan penafsiran antara para ulama terhadap suatu hadis.

afwan.. bisa antum kasih contohnya ??!

17 06 2010
ibnu ismail

Nasehat kepada saudaraku yang menisbatkan diri kepada manhaj salaf;
Tak ada keraguan inilah yang benar berdasarkan penjelasan banyak ulama dan ustadz. Karena itu, inilah yang kita sangat perlu kita ikuti dengan ilmu tentunya. Tapi kita pun harus sadar bahwa kita ini baru belajar. Kalau mau jujur, mungkin kita ini masih lebih banyak semangatnya daripada pengamalannya. Ingat, kita ini tidak seperti para ulama itu, walaupun kelihatannya berpakaian, berbicara, menulis atau secara umum berperilaku yang sama. Karena itu mari kita lebih berlapang dada kepada saudara-saudara kita yang juga mengaku muslim. Mungkin mereka belum tahu, mungkin karena perilaku kita, mungkin mereka masih perlu waktu, mungkin…, mungkin…masih banyak kemungkinan. Mari kita sampaikan manhaj kehidupan ini dengan lebih bijaksana, lebih sabar, terhadap yang lain dan terhadap diri sendiri. Mari kita prioritaskan yang prioritas sesuai dengan penjelasan ulama -alhamdulillah semoga sudah kita tahu. Salah satunya adalah mengenal nama-nama Allah yang husna. Apa pengaruh ilmu ini terhadap amal kita selama ini… Apakah dengan berlaku seperti ini kepada saudara-saudara muslim kita ? Haasibuu, haasibuu anfusakum ya.. ikhwaan qabla antuhaasabu, uhibbukum fillaah.

Nasehat kepada saudaraku muslim;
Saudaraku, janganlah perilaku sebagian orang yang menisbatkan diri kepada kebenaran, apalagi hanya karena nama SALAF, menghalangimu dari melihat dan mengikuti kebenaran ini. Kebenaran adalah kebenaran. Dan kebenaran adalah milik Allah, bukan klaim sebagian orang. Janganlah semangat kelompok menghalangimu dari kebenaran ini, karena kebanyakan kelompok itu adalah sesat, kecuali kelompok Nabi kita. Dan ingat, setiap kelompok ada disiplinnya, layaknya militer. Jika antum mengikuti kelompok, maka antum harus mengikuti disiplin yang ditetapkan oleh pemimpin mereka. Mungkin saja mereka akan mengatakan ini adalah disiplin dari nabi. Tapi saudaraku, saat ini, siapa yang tidak mengaku mengikuti nabi. Karena itu, pelajarilah, pelajarilah dengan baik siapa yang mengikuti jalan nabi, supaya antum bisa mengikutinya. Mereka adalah para sahabat nabi, pengikut sahabat nabi, dan seterusnya yang mengikuti mereka dalam kebaikan. Ingat saudaraku, jangan pernah bermimpi untuk melakukan penemuan tentang kebenaran. Kebenaran itu telah diturunkan kepada mereka, dan posisi kita adalah mengikuti kebenaran itu. Tugas kita adalah belajar dari mereka, bukan membuat-buat ‘apa yang sesuai dengan zaman kita’ atau mengikuti persangkaan kita akan kebenaran. Betapa banyak mereka yang bermodal hanya ‘maksud baik’ berakhir dalam kesesatan. Ingat, bukan komputer, atau pesawat terbang yang dimaksud, karena semua itu hanyalah perlengkapan yang sementara dan akan hancur. Yang dimaksud adalah kebenaran yang dibawa oleh nabi, yang kekal hingga kita menghadap kepadaNya. Maka berbahagialah dengan kebenaran yang dituntunkan oleh Nabi kita yang rauf dan rahim kepada mukminin.

30 10 2012
imam nakrowi

bila yang anda kerjakan atau anda yakini banyak yang pempertanyakan (MENGOREKSI) seharusnya koreksi diri dng kedewasaan …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: