Dakwah Salafiyyah, Antara Klaim dan Realita

16 01 2009

Sesungguhnya pokok-pokok dakwah Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam yang diemban oleh salafush sholih begitu jelas sekali bagaikan jalan yang terang benderang. Hanya saja pasukan -pasukan ahli bid’ah menyebarkan debu-debu sybhat sehingga banyak mata manusia menjadi kabur dan buta dari dakwah Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam yang murni

Disana terdapat 72 panji pasukan-pasukan ahli bid’ah yang hendak menggeser panji Firqotun Najiyah Tho’ifah Manshuroh dari jalan yang lurus, barangsiapa mengikuti 72 panji kebid’ahan ini maka akan terhalang dari panji Th’oifah Manshuroh, 72 panji kebid’ahan ini pada jaman sekarang ini dipanggul oleh berbagai macam kelompok bid’ah modern dengan berbagai macam modelnya, mereka menggunakan politik-politik licik sebagai kendaraan untuk menyebarluaskan berbagai macam manhaj-manhaj bid’ah mereka dengan slogan “ Mempersatukan kelompok-kelompok islam untuk menegakkan daulah Islamiyyah”

Yang lebih berbahaya lagi bahwasanya sebagian da’i-da’i kelompok sesat ini dengan lantangnya mencatut nama dakwah Salafiyyah didalam gerak langkah mereka. Mereka hiasi klaim mereka ini dengan sebagian ceramah-ceramah dan tulisan-tulisan yang membela sebagian segi dari aqidah salaf, seperti Asma’ wa Shifat dan peringatan dari kesyirikan, tetapi ternyata disaat yang sama mereka juga menyebarkan ceramah-ceramah dan tulisan-tulisan yang menyelisihi dan menghantam pokok-pokok manhaj salaf.

Mereka begitu lantang melarang umat dari kesyirikan tetapi dalam waktu yang sama mereka menyelisih manhaj salaf dalam masalah imamah tentang wajibnya taat kepada pemerintah yang muslim dalam hal yang ma’ruf ! Mereka mendakwahkan aqidah salaf tetapi memecah belah ummat dan mengkotak-kotak umat didalam kelompok-kelompok dan partai-partai yang saling berseteru ! Mereka begitu gigih melawan kelompok-kelompok liberal dan sekuler tetapi diwaktu yang sama memuji dan membela kelompok kelompok kebid’ahan seperti Sayyid Quthb, Muhammad Surur, Salman al -Audah, Ahmad Tijani dan yang lainnya.Mereka mengaku da’i-da’i Ahlus Sunnah tetapi begitu sinis kepada para ulama Ahlus Sunnah seperti Syaikh al-Albani, Syaikh Muhammad Aman al-Jami, Syaikh Rabi’ bin Hadi al-Madkhali dan yang lainnya. Mereka mengaku da’i-da’i salafi tetapi membenarkan tindakan penumpahan darah-darah orang orang mukmin dan orang-orang kafir dzimmi dan mu’ahad, bahkan mereka begitu getol memuji dan membela para pelakunya.

Kadang ada sebagian ahli bid’ah yang memerangi manhaj-manhaj kelompok bid’ah yang lainnya, seperti para tokoh Khawarij yang getol membantah manhaj Syi’ah atau manhaj Jaringan Islam Liberal yang merupakan musuh bagi setiap da’i salafu, kemudian ada sebagian orang terpedaya dengan sepak terjang tokoh-tokoh khawarij ini sehingga menganggap bahwa bantahan tokoh-tokoh khawarij ini terhadap kelompok Syi’ah atau JIL menjadikan mereka dimasukkan kedalam kategori du’at salafiyyin

Sesungguhnya pertentangan antara kelompok-kelompok bid’ah tidak menjadikan kelompok-kelompok bid’ah ini dimasukkan kedalam barisan Ahli Sunnah, sebagaimana Mu’tazilah tidak digolongkan oleh para ulama kedalam barisan Ahli Sunnah meskipun mereka membantah kelompok Jahmiyyah dalam masalah takdir. Demikian juga kelompok Asy ‘ariyyah tidak digolongkan Ahli Sunnah meskipun membantah Syi’ah Rafidhah, dan kelompok Khawarij tidak digolongkan Ahli Sunnah meskipun membantah kelompok Murji’ah dalam masalah iman.

Maka nampaklah urgensi garis pemisah yang memilah antara Ahlus Sunnah dan ahli bid’ah, antara dakwah salafiyyah dan dakwah hizbiyyah, terutama dizaman sekarang yang banyak para ahli bid’ah mengaku Ahli Sunnah dan banyak para hizbiyyun yang mengaku salafiyyun.

Ditulis ulang dari Muqodimah Majalah Al Furqon Tahun 6 edisi 4 Dzuqo’dah 1427 H


Aksi

Information

9 responses

17 01 2009
Muhammad kardan

Numpang downloads Terimakasih

17 01 2009
Ratu Adil Satria Pinandhita Sinisihan Wahyu

salafiyah itu biasa aja.
tapi bagus untuk melawan para pelaku bid’ah.

25 01 2009
arnamee

Salam ziarah..

5 05 2009
Ihya’ut Turots

Ana Pelajari dan Baca2 ilmu2 dari salafi diblog2 nya
Ternyata tulisan2 yg dicantumkan dan berasal dari ulama2 behula itu tidak mereka fahami
mereka asal comot tulisan
Buktinya banyak hal2 yang keluar dari tulisan/mulut mereka mereka bantah sendiri
Salah satu contoh:
dari tulisan salafi ttg Pokok pokok Sunnah Menurut Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah:
“Mendengar dan taat pada Imam dan Amirul mukminin yang baik ataupun yang fajir.dan juga wajib taat kepada orang yang menjabat kekhalifahan karena manusia telah berkumpul (ba’iat) dan ridha kepadanya, dan juga taat kepada orang yang memberontak mereka dengan pedang hingga menjadi khalifah dan dinamakan amirul mukminin.”
Namun diblog ini salafi menganggap Pergantian Presiden dg tanpa pedang (tidak dibunuh) itu dianggap bisa dikatagorikan ganti ulil amri,padahal presiden yg lama masih hidup.Juga pengangkatan presdien tanpa bai’at.
Tulisan Lain:
“Sunnah menafsirkan Al Qur’an dan Sunnah menjadi dalil-dalil (sebagai petunjuk dalam memahami) Al Qur’an, tidak ada qiyas dalam masalah agama, tidak boleh dibuat pemisalan – pemisalan bagi Sunnah, dan tidak boleh dapat dipahami dengan akal dan hawa nafsu, kewajiban kita hanyalah mengikuti Sunnah serta meninggalkan akal dan hawa nafsu.”
Di blog ini ada tulisan salafi entah ulama siapa yg dipakai rujukan yg isinya:
Secara umum kata jahiliyyah itu sendiri tidak menunjukan kufur karena makna Jahiliyyah terambil dari kata (الجَهْل ) jahl yang berarti bodoh. Jaman jahiliyyah adalah jaman kebodohan, yang dimaksud dalam istilah syariat kita adalah keadaan yang ada padanya orang-orang arab sebelum Islam dari kebodohan terhadap Allah, para Rasul-Nya dan syariat-Nya.”

Mereka mamaknai matijahiliyah dg dikiaskan,dg hawanafsu padahal mati jahiliyah itu mati Kafir seperti matinya Abu Jahl, hal ini ada juga di tulisan Imam Ahmad bin Hambal:
“Barangsiapa yang memberontak kepada Imam kaum muslimin setelah mereka berkumpul dan mengakuinya sebagai khalifah, dengan cara apapun dengan ridha maupun dengan paksa, maka pemberontak itu telah memecahkan persatuan kaum muslimin dan menyelisihi atsar dari Rasulullah Shalallahu ’alaihi wasallam, kalau dia mati dalam keadaan memberontak maka dia mati dalam keadaan mati jahiliyah.”

Imam Ahmad mengartikan mati jahilyah disini bukan mati menentang saja/hanya dosa saja tapi mati sama dg matinya Abu Jahl

6 05 2009
ITA /Ummu Rumaisha

Diantara dasar ‘aqidah ahlus sunnah waljama”ah,bahwa mereka tidak mengkafirkan orang tertentu dari kaum muslimin yg melakukan sesuaatu yg dinilai sbg kekafiran,kecuali setelah adanya hujjah yg menjadikan kafir siapa yang meninggalkannya. Syarat-syaratnya harus terpenuhi , tidak ada halangan, dan tidak ada syuhbat dari orang yg bodoh atau orang yg menakwilkan. Seperti dimaklumi bahwa itu merupakan perkara tersembunyi yg memerlukan pengkajian dan penjelasan,berbeda dgn hal-hal yg bersifat zahir, misalnya mengingkari keberadaan Alloh,Rasulullah saw dan mengingkari risalahnya secara umum dan posisinya sebagai penutup kenabian.
Ahlus sunnah tidak mengkafirkan orang yg dipaksa, jika hatinya merasa tentram dgn keimanan.
Mereka tidak mengkafirkan seorangpun dari kaum muslimin karena segala dosa, walaupun dosa-dosa tsb termasuk dosa-dosa besar selain Syirik. Mereka tidak menghukumi pelakunya sebagai kafir, tetapi menghukuminya sebagai fasik atau kurang iman,selagi ia tidak menganggap halal dosanya. Karena Alloh berfirman :

“Sesunngguhnya Alloh tidak akan mengampuni dosa syirik, dan DIA mengampuni segala dosa selain (Syirik) itu bagi siapa yang dikehendaki-NYA. Barangsiapa yang mempersekutukan Alloh, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” ( QS.An-Nisaa’ : 48)
Dan firman-NYA :
“Katakanlah,’Hai hamba-hamba-KU yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari Rahmat Alloh, Sesungguhnya Alloh mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya DIA-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS.Az-Zumar : 53)
Ahlus sunnah wal jama’ah tidak mengkafirkan seorangpun karena suatu dosa yg tidak ada suatu dalil pun dari al-Qur’an dan as-Sunnah bahwa itu adalah perbuatan kufur. Jika hamba meninggal atas perkara –Yakni tidak ada dalil yang menunjukkan bahwa apa yang dia lakukannya adalah kufur- maka urusannya diserahkan kepada Alloh Ta’ala. Jika dia mau, DIA mengadzabnya dan jika mau, Dia mengampuninya.

Karena Nabi SAW mengingatkan agar waspada terhadap hal itu dengan Sabdanya “Siapa pun orang yang mengatakan kepada saudaranya, ‘Wahai Kafir!’ Maka salah satu dari keduanya kembali dengannya jika ia sebagaimana yang dikatakannya, jika tidak , maka ucapan itu berbalik kepadanya.” (HR.Muslim,no:111)
Beliau bersabda :
“ Siapa yang menyeru seseorang dengan sebutan kafir, atau mengatakan ‘Musuh Allah,’ padahal tidak demikian,melainkan ucapan itu kembali kepadanya.” (HR.Muslim,No:112)
Beliau bersabda :
“Tidaklah seseorang menuduh orang lain sebagai Fasik,atau menuduhnya sebagai Kafir, melainkan ucapan itu kembali kepadanya, jika sahabatnya tidak demikian.” (HR.Al-Bukhari,no:6047.6105)

6 05 2009
ITA /Ummu Rumaisha

UNTUK AKHI….IHYA AT TUROTS………….

Pembagian Kufur menurut Syariat ada 2 macam, yaitu :

Pertama ,kufur Akbar yang mengeluarkan diri dari millah, dan disebut kufur I’tiqadi. Yaitu perkara yang membatalkan iman dan islam serta menyebabkan kekal didalam neraka.Ini bisa terjadi dengan keyakinan, ucapan dan perbuatan yang terangkum dalam 5 jenis,adalah sbb :
1.Kufur Takdzib ( pendustaan), yaitu meyakini para Rasul itu berdusta, mengklaim bahwa para Rasul datang dengan menyelesihi kebenaran, atau siapa yg mengklaim bahwa Allah mengharamkan atau menghalalkan sesuatu padahal ia tahu bahwa ia menyelesihi perintah Alloh dan larangan-NYA
2.Kufur penolakan dan keangkuhan, kendatipun mempercayainya. Yaitu mengakui bahwa apa yang dibawa oleh Rasulsullah saw adalah kebenarn dari Rabb-NYA, tetapi ia menolak utk mengikutinya karena kesombongan, penolakan dan meremehkan kebenaran pengikutnya.Seperti kekufuran iblis, karena ia tidak mengingkari perintah Alloh , tetapi ia menghadapinya dgn penolakan dan kesombongan.
3.Kufur I’radh (berpaling) yaitu dgn memalingkan pendengaran dan hatinya dari Rasulullah . Ia tidak mempercayainya, tidak mendustakannya, tidak mencintainya, tidak memusuhinya, tidak mendengarkan sama sekali, meninggalkan kebenaran, tidak mempelajari dan tidak mengamalkannya dan menyingkir dari tempat-tempat di mana kebenaran disebutkan , maka ia disebut kafir dgn kufur I’radh.
4.Kufur Nifaq, yaitu secara zahirnya mengikuti apa yang dibawa oleh Rasul tetapi menolak dan mengingkari dgn hatinya.Jadi, ia menampakkan keimanan kepadanya, tetapi menyembunyikan kekafiran.
5.Kufur Syakk (keraguan), yaitu dengan tidak memutuskan utk mempercayai Nabi dan tidak pula mendustakannya. Tetapi ia ragu mengenai urusannya dan bimbang utk mengikutinya,serta beranggapan bisa jadi kebenaran itu menyelesihinya, maka ia telah kufur keraguan.
Kedua, Kufur Ashgar yang tidak mengeluarkan dari millah.
Syaari’ (pembuat syari’at yaitu Alloh dan RasulnNYA) menyematkan kufur jenis ini pada sebagian dosa sebagai bentuk bentakan dan intimidasi , karena ia termasuk sifat-sifat kufur. Dosa sejenis ini termasuk dosa besar , dan ini layak mendapatkan ancaman selain kekekalan dalam Neraka. Di antara contoh-contoh mengenai hal itu adalah membunuh seorang muslim, bersumpah dengan selain Nama Allah. Mencela nasab , meratapi orang mati, ucapan seorang mukmin kepada saudarnya : “Wahai kafir” dll
Allah Ta a’la berfirman :
“Dan jika ada dua golongan dari orang-orang mukmin berperang maka damaikanlah antara keduanya.” (QS.Al Hujuraat : 9)
Sabda Sabda Rasululla saw , adalah sebagaimana tertulis dibawah ini , : “ Mencaci maki seorang muslim adalah kefasikan , dan membunuhnya adalah Kufur.” (Muttafaq ‘alaih)
“Janganlah kalian kembali menjadi kafir sepeninggalku, sebagian dari kalian memukul leher sebagian lainnya.” (Mutafaq a’lahi)
“Barangsiapa yang bersumpah dengan selain Nama Allah, maka ia telah melakukan perbuatan syirik atau kufur.(HR.Abu Dawud)
“Ada dua perkara ditengah manusia yang menjadikan mereka kufur; mencaci maki nasab dan meratapi orang mati. (HR Muslim)
Pada Zaman para sahabat ,Ali bin abi thalib ditanya tentang penduduk Nahrawan,”Apakah mereka Kafir?” Ia menjawab,” Mereka lari dari Kekafiran.” Ia ditanya, “ apakah mereka Munafik?” Ia menjawab , “ Kaum munafik tidak mengingat Allah melainkan sedikit, sedangkan mereka mengingat Allaoh pada pagi dan petang. Mereka tidak lain adalah saudara-saudara kita yang berbuat Zhalim terhadap kita.” (Majmuu’atur Rasaa-il wal Masaa-il V/382)
Maraji’ :
1. Panduan Aqidah Lengkap, menurut Al Qur’an dan As Sunnah yang shalih
judul asli ; Al-Wajiiz ‘Aqiidatis Salafish Shaalih Ahlis sunnah Wal jama’ah
Karangan : ‘Abdullah bin ‘Abdil Hamid al-Atsari

7 05 2009
Ihya’ut Turots

Apakah bukan dikatagorikan kufur takdzib jika sudah jelas dalil apabila tdak ……. maka mati jahiliyah ,namun dalil tersebut dilemahkan atau disimpangkan maknanya padahal siapa yg mengklaim bahwa Allah mengharamkan atau menghalalkan sesuatu padahal ia tahu bahwa ia menyelesihi perintah Alloh dan larangan-NYA maka dikatagorikan kufur takdzib,karena kalau dudah ancaman amti jahiliyah berarti Alloh/rosul sudah mengharamkan hal itu

4 09 2010
abu_rokhis

ikut bicara aku baca bahasa redaksi diblog ini seperti anak SD yg br msk sekolah selalu pegang buku pensil nda bsa nulis apa akhire rat oret GA JELAS nglantur,g ilmiah terkesan napsu g mondok y mas apa njenengan dulu kuliahnya exsak,

jazakallah….. kalo ada yang salah tolong dikoreksi donk mas… kalo ga ilmiah tolong ana dikasih tau yang ilmiah tuh yang gimana,,,,,

15 03 2012
Ade Malsasa Akbar

Kutip: “ikut bicara aku baca bahasa redaksi diblog ini seperti anak SD yg br msk sekolah selalu pegang buku pensil nda bsa nulis apa akhire rat oret GA JELAS nglantur,g ilmiah terkesan napsu g mondok y mas apa njenengan dulu kuliahnya exsak,”

Terima kasih, Kang. Biasanya anak SD kalau menulis kata-kata lengkap tidak disingkat-singkat demikian.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: