Menimbang Pemikiran Penulis Buku "Syifaul Fuad"

13 10 2008

Sosok yang menjadi pembicaraan ini menyandang gelar akademik yang mentereng. Dia telah meraih gelar Dokor. Dia telah menulis buku, selain Syifaul Fuad, juga buku lainnya berjudul adz-Dzakha’irul Muhammadiyyah , pernah mendapat kepercayaan untuk mengajar di universitas Ummul Qura’ Mekkah. Bahkan kantor Urusan Masjidil Haram juga pernah memberi kesempatan untuk mengajar di Masjidil Haram suatu kesempatan yang tidak diberikan kepada sembarang orang.

Namun secara pelan, seiring perjalanan waktu, ternyata ia memperlihatkan aqidah dan cara berpikir yang berseberangan dengan Al Qur’an dan As Sunnah. Sebelumnya pemikiran itu benar benar ia tutupi dari pandangan manusia, sampai akhirnya salah seorang rekan sejawatnya di Ummul Qura’ memberi julukan kepadanya dengan sebutan Mujaddidu rihlati ‘Amr bin Luhaiatau pembaharu petualangan ‘Amr bin Luhai (Amr bin Luhai adalah pimpinan suku Khuza’ah, seorang dukun, “aktor intelektual” kedatangan berhala-berhala ke Mekkah)

Mengapa penulis Syifaul Fuad ini dikaitkan dengan tokoh penggagas paganisme ditanah arab sebelum Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam diangkat sebagai Rasul yang terakhir ?

Untuk menjawab pertanyaan ini, berikut pandangan Syaikh Samir al Maliki terhadap sosok ini, Syaikh Samir sendiri termasuk kerabat dekat dari penulis Syifaul Fuad ini, karena merupakan saudara sepupunya sehingga telaahnya terhadapnya tentu memiliki fakta yang akurat, yang mana bantahan untuk meluruskan kekeliruan saudara sepupunya itu syaikh Samir menulis kitab Jala’ul Bashair yang disusun secara khusus untuk membantah pemikiran penulis kitab Syifaul Fuad dan kitab lainnya yaitu adz-Dzakha’irul Muhammadiyyah.

Komentar Syaikh samir sendiri tentang penulis Syifaul Fuad :

Ia merongrong pondasi dan inti agama ini, yaitu Tauhidullah dengan dua bentuknya, tauhid khabari (tauhid rububiyah) dan thalabi 9tauhid uluhiyah) Ia membuang dan meruntuhkan bangunannya dari dasar, berbicara palsu atas nama Allahu ta’ala dan RasulNya shalallahu ‘alaihi wassalam serta para malaikat pencatat amalan. Dia telah berani berbuat sembrono terhadap Al Kitabil ‘Aziz, dengan merubah firman-firman Allah dari maksudnya yang benar, serta melancarkan penentangan terhadap hukum-hukumnya”

Berikut ini sebagian kekeliruan dalam buku Syifaul Fuad ,disertai dengan bantahannya dari Al Qur’an maupun hadits shahih, sebagaimana disampaikan oleh syaikh Samir, yang tidak lain merupakan sepupu penulis kitab diatas :

1.Penulis Syifaul Fuad berkata :

Sesungguhnya Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wassalam mempunyai seluruh nama nama Allah yang Husna” (lihat Syifaul Fuad hal 26 )

Sanggahan :

Kenyataannya dalam Al Qur’an Allahu ta’ala berfirman :

وَلِلَّهِ الأسْمَاءُ الْحُسْنَى فَادْعُوهُ بِهَا وَذَرُوا الَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِي أَسْمَائِهِ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Hanya milik Allah asmaul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaaulhusna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan. (Al A’raf 180)

2. Penulis adz-Dzakha’irul Muhammadiyyah. Berkata tentang Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wassalam :

Beliau telah dianugerahi pengetahuan tentang ‘ilmul khams (lihat adz-Dzakha’irul Muhammadiyyah. Hal 25)

Sanggahan :

Dalam masalah keluasan ilmu Nya, hanya Allahu ta’ala saja Dzat yang mengetahui kunci-kunci ilmu ghaib, sedangkan makhluk-makhluk ciptaanNya tidak mengetahui perbendaharaan ilmu ghaib kecuali yang Allahu ta’ala beritakan kepada mereka. Artinya, tidak semua hal-hal ghaib disampaikan Allahu ta’ala kepada orang orang yang Allah kehendaki, Allahu ta’ala berfirman :

وَعِنْدَهُ مَفَاتِحُ الْغَيْبِ لا يَعْلَمُهَا إِلا هُوَ

Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang gaib; tak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri (Al An’am 59)

Imam al Bukhari meriwayatkan sebuah hadits yang menyebutkan jumlah kunci ilmu ghaib ada lima ( ‘ilmul khams)

Allahu ta’ala berfirman :

إِنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ عِلْمُ السَّاعَةِ وَيُنَزِّلُ الْغَيْثَ وَيَعْلَمُ مَا فِي الأرْحَامِ وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ مَاذَا تَكْسِبُ غَدًا وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوتُ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal (Luqmaan 34)

3. Penulis Syifaul Fuad berkata tentang Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wassalam :

Salam sejahtera bagimu, wahai Awwal, salam Sejahtera bagimu, wahai Zhahir, salam sejahtera bagimu wahai Bathin (lihat Syifaul Fuad hal 120)

Sanggahan :

Bila perkataan ini diuji dengan Al Qur’an dan Hadits-hadits Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam akan nampak ketidakbenarannya, Allahu ta’ala berfirman :

هُوَ الأوَّلُ وَالآخِرُ وَالظَّاهِرُ وَالْبَاطِنُ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

Dialah Yang Awal dan Yang Akhir, Yang Lahir dan Yang Batin; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu (al Hadid 3)

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam juga bersabda :

Ya Allah engkau al Awwal, tidak ada seseatu sebelumnya, Engkau Al Akhir, tidak ada sesuatu setelahMu. Dan Engkau azh Zhahir, tidak ada sesuatu yang berada diatasMu dan Engkau al Bathin, tidak ada sesuatu yang berada di bawahmu.(HR. Muslim)

4. Penulis adz-Dzakha’irul Muhammadiyyah. Berkata :

Kepadamu diriku aku hadapkan, wahai orang berwajah putih.

Sanggahan :

Seorang hamba berkewajiban menghadapkan raganya hanya kepada Allah ta’ala semata :

Allahu ta’ala berfirman :

إِنِّي وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضَ حَنِيفًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ

Sesungguhnya aku menghadapkan diriku kepada Tuhan yang menciptakan langit dan bumi dengan cenderung kepada agama yang benar, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan (Al an’am 79)

Dalam salah satu do’a nya, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam mengucapkan :

سَجَدَ وَجْھِيَ لِلَّذِيْ خَلَقَھُ وَصَوَّرَهُ وَشَقَّ سَمْعَھُ وَبَصَرَهُ،فَتَبَارَكَ اللهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِیْنَ

Bersujud wajahku kepada Tuhan yang menciptakannya, yang membelah pendengaran dan penglihatannya dengan Daya dan Kekuatan-Nya, Maha Suci Allah sebaik-baik Pencipta (HR Tirmidzi 2/474)

5. Penulis adz-Dzakha’irul Muhammadiyyah. Berkata tentang kubur Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam :

Sekarang ini tidak ada selain kubur yang engkau tempati .

Penolong orang yang terusir dan perlindungan orang yang membutuhkan, bersegeralah melenyapkan apa yang aku keluhkan, jika engkau berhenti, kepada siapa aku meminta

Sanggahan :

Allahu ta’ala memerintahkan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam :

قُلْ إِنِّي لَنْ يُجِيرَنِي مِنَ اللَّهِ أَحَدٌ وَلَنْ أَجِدَ مِنْ دُونِهِ مُلْتَحَدًا.

Katakanlah: “Sesungguhnya aku sekali-kali tiada seorang pun yang dapat melindungiku dari (azab) Allah dan sekali-kali tiada akan memperoleh tempat berlindung selain daripada-Nya”. ( Al Jin 22)

Sikap Imam Masjidil Haram

Mencermati pernyataan-pernyataan penulis Syifaul Fuad sebagaimana diatas, nampak betapa sangat kentara perlawanannya terhadap tauhidullah, sehingga tidaklah mengherankan, saat ia meninggal, imam Masjidil Haram pada waktu itu tak mau menshalati jenazahnya. Sikap Imam Masjidil Haram ini bukan tanpa alasan, pasalnya secara dzahir penulis Syifaul Fuad ini belum mengungkapkan rasa penyesalan dan taubatnya kepada Allahu ta’ala atas pernyataan-pernyataannya yang menyimpang tersebut.

Keengganan Imam Masjidil Haram dikomentari oleh Syaikh Sa’ad al Husain, beliau berkata :

Kejadian ini merupakan peristiwa yang sangat jarang. Secara khusus menimpanya. Saya belum pernah mengetahui peristiwa seperti ini terjadi pada selainnya, terhadap orang orang yang belum memperlihatkan keyakinan keyakinan yang telah ia ungkapkan”

Siapakah sebenarnya tokoh ini ??

Kami sengaja menyebut nama tokoh ini diakhir tulisan. Hal ini untuk mengindari antipati pembaca, yang mungkin sangat menghormati tokoh ini, Akibatnya mungkin unsur perasaan akan lebih dominan memaksanya untuk tidak berbuat adil.

Tahukah pembaca ? Tokoh yangmenjadi penulis buku Syifaul Fuad dan dz-Dzakha’irul Muhammadiyyah , dengan pemikirannya yang menyimpang ini ialah Doktor Muhammad bin ‘Alawi al Maliki

Semoga Allahu ta’ala al Ghafurur Rahim berkenan mengampuni seluruh kaum muslimin yang meninggal dalam keadaan beriman kepada Allahu ta’ala. Tawaffana muslimin wa alhiqna bish shalihin

( disadur dengan penyesuain dari tulisan al Ustadz Abu Minhal di Majalah As Sunnah Edisi 09/tahun XI/1428 H/ 2007 M)


Aksi

Information

11 responses

14 10 2008
ibnuyacob

Semoga Allah Memberi petunjuk kepada kita diatas kebenaran

6 01 2009
barata

seperti kawariz, dan seperti hadsit nabi yang anda katakan. selalu menentang kebenaran, bagaimana kawarijj menentang imam ali ??????? hampir sama dengan tulisan anda, hanya menyongkel…….. menambal tanpa tahu cerita awalannya

6 01 2009
barata

saya mau tanya tentang kejadian 1980 di arab sana. kalau memang anda faham, kenapa fonis mati tidak jadi dilakukan terhadap penulis buku tersebut ????? ada apa ini, kenapa tidak tegas kalau memang salah ????? ada apa ini .. kalai bicara penentang banyak mas, dari jaman nabi sendiri kerabat dekat banyak yang jadi penentang, itu kan contoh untuk kita, bahwa tidak semua orang mendapat hidayah sama…… Nabi pun ditentang kerabatdekatnya . yaa seperti tulisan anda di atas mas

7 10 2009
Abu Hasna

Inilah Bukti Tqlid buta…., ketika Idolanya dibantah dengan Alqur`an dan Hadits, tetap tidak nyambung, malah berang berang…. kacian deh lu…

28 02 2009
abdullahalaussie

jazakallah khair wa barakallah fik

Abu Nabila
http://www.abdullahalaussie.multiply.com
http://www.alghuraba.multiply.com

30 04 2009
IbnuNafis

Assalamu’alaikum

dan akhirnya tetaplah sheikh Muhammad alawi al makki dibenarkan untuk dikuburkan bersebelahan disebelah neneknya.

8 04 2010
abu awi

Saya salut dengan penulis blog ini, yg menganggap syekh Alwi al-Maliki sesat, dan penulis merasa lebih baik dari syekh Alwi, dan lebih beriman dari syekh Alwi. Dengan taklid buta pula penulis mengiyakan segala tuduhan yang ada.
penulis blog ini hebat, dan merasa akan masuk sorga dan berpahala dengan menuduh kesesatan syekh Alwi.

subhanallah,…… setiap orang, walaupun dia “ulama” tak lepas dari kesalahan, demikian juga dengan syeikh Alwi seperti artikel diatas, dan hendaknya kita tidak bertaklid dengan mengikuti kesalahan beliau…… wabillahit taufiq

19 08 2010
Hifni Mubarok

Tentang Asma’ul Husna… bukankah Alloh sendiri telah menyebutkan dalam Al Qur’an (QS. at Taubah; 128) bahwa Rasulullah itu Ro’uf dan Rahim? Bukankah keduanya adalah termasuk Asmaulloh al Husna? namun tentunya kedua nama itu sesuai dengan kedudukan Rasulullah yang merupakan hamba Alloh. dan inilah yang dimaksud oleh Sayyid Muhammad bin Alawi al Maliki al Hasani, seorang keturunan Rasulullah – yang pantas untuk kita hormati dan cintai, sebab Rasulullah memerintahkan kita untuk mencitai keluarga dan keturunan beliau, bukan mencacinya – dalam tulisan beliau…

17 02 2011
Al-Faqir

Halah …. blognya kaum takfirin lagi … dikit-dikit kafir … dikit-dikit bid’ah … dikit-dikit syirik ….

Kalau boleh dibongkar makam Dr. Alawi dan makamnya ulama salafiyyun wahabiyyun, manakah yang jasadnya masih berseri-seri????

Semoga Allah SWT menyingkap tabir kebathilan atas tuduhan keji ini. Amin.

20 02 2011
abufarhanzaki

Assalamualaikum, salam kenal. wah tuisan yang bagus barakallhu fik
ومن بطأ به عمله لم يررع به نسبه -رواه مسلم
kujungi blokku
http://abufarhanzaki.wordpress.com/

25 04 2011
adam s

blog WAHABI anjriiiitttt……

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: