Meminta Kekuasaan, bolehkah…??

5 06 2008

Al Bukhari didalam “Shahih” nya meriwayatkan dan An Nasai didalam “As Sunan” meriwayatkan hadits dari Abu Hurairah radhyallahu ‘anhu bahwa Rasululullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda

إِنَّكُمْ سَتَحْرِصُوْنَ علي الإِمَارَةِ وَ سَتَكُوْنُ نَدَامَةٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Sesungguhnya kalian nanti akan sangat berambisi terhadap kepemimpinan, padahal kelak di hari kiamat ia akan menjadi penyesalan.” (Shahih, HR. Al-Bukhari no. 7148)

Didalam hadits Ini terdapat satu tanda dari tanda tanda kenabian yaitu bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam mengkabarkan tentang sesuatu yang belum terjadi kemudian terjadi sebagaimana disebutkan oleh beliau shalallahu ‘alaihi wassalam .

Sabdanya, “Kalian akan berambisi”, ditujukan kepada kita semua. Tidak keluar dari pengertian ini kecuali orang yang dijaga oleh Allahu ta’ala. Dan sabda Beliau . “padahal kekuasaan tersebut akan menjadi penyesalan dihari kiamat” maknanya seorang muslim seharusnya tidak hanya melihat pada jabatan yang diharapkan saja. Tetapi harus melihat pada apa yang akan dia dapati kelak ketika berjumpa dengan Allahu ta’ala.

Telah datang riwayat dalam Shahih Muslim bahwa Abu Dzar radhyallahu ‘anhu berkata

يَا أَبَا ذَرٍّ إِنَّكَ ضَعِيْفٌ وَ إِنَّها أَمَانَةٌ وَ إِنَّها يَوْمَ الْقِيَامَةِ خِزْيٌ وَ نَدامَةٌ إِلاَّ من أَخَذَها بِحَقِّها وَ أَدَّى الَّذِي عَلَيْه فِيْها

Wahai Abu Dzar, engkau seorang yang lemah sementara kepemimpinan itu adalah amanah. Dan nanti pada hari kiamat, ia akan menjadi kehinaan dan penyesalan kecuali orang yang mengambil dengan haknya dan menunaikan apa yang seharusnya ia tunaikan dalam kepemimpinan tersebut.” (Shahih, HR. Muslim no. 1825)

Maka, renungkanlah sikap sikap Rasululullah shalallahu ‘alaihi wassalam kepada sekelompok sahabat beliau, padahal mereka adalah orang yang baik, bertakwa, shalih, berilmu, zuhud dan wara’. Dalam keadaan yang seperti ini semua Rasululullah shalallahu ‘alaihi wassalam melarang mereka semua untuk mencapai kekuasaan apapun bentuknya.

Disini jelaslah bagi kita tentang dua hal :

Pertama : Bahwa sebagian para ulama kelompok kelompok dan partai partai tidak memberikan bimbingan kepada orang orang yang dicalonkan sehingga mereka berada diatas bahaya

Kedua : Bahwa orang yang mencalonkan diri berarti mendorong dirinya untuk mengerjakan perbuatan yang diharamkan.

Kita bisa mengambil faidah dari hadits- hadits ini bahwa hukum asal didalam masalah kekuasaan adalah tidak diberikan kepada orang yang memintanya, kekuasaan diharamkan bagi orang tersebut, dan juga diharamkan untuk diberikan kepada orang yang mencari kekuasaan.

Syubhat dan Jawabannya

Syubhat Pertama :

Sebagian ulama memberikan satu pengecualian saja :

Kalau dia memintanya dalam keadaan dia pantas dan tidak ada orang yang melaksanakannya, maka disini dia boleh untuk melakukan hal tersebut”

Mereka berdalil dengan perkataan Yusuf ‘alaihis salam :

. قَالَ اجْعَلْنِي عَلَى خَزَآئِنِ الأَرْضِ إِنِّي حَفِيظٌ عَلِيمٌ

Berkata Yusuf: “Jadikanlah aku bendaharawan negara (Mesir); sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga, lagi berpengetahuan”. (Yusuf : 55)

Jawaban :

Pengecualian ini tidaklah benar,Nabi Yusuf ‘alaihis salam adalah seorang nabi yang maksum. Dan orang yang seperti dia tidak ada dikalangan kita. Lagi pula ini merupakan syariat umat sebelum kita. Apabila datang didalam syariat kita apa yang menyelisihi syariat umat sebelum kita, maka mengambil syariat kita adalah merupakan suatu kewajiban.

Syariat kita telah mengingatkan kepada kita untuk menghindarkan diri dari meminta minta kekuasaan. Maka hal ini menunjukkan tentang tidak layaknya berdalil dengan apa yang dilakukan Yusuf ‘alaihissalam tatkala raja berkata kepada beliau :

وَقَالَ الْمَلِكُ ائْتُونِي بِهِ أَسْتَخْلِصْهُ لِنَفْسِي فَلَمَّا كَلَّمَهُ قَالَ إِنَّكَ الْيَوْمَ لَدَيْنَا مِكِينٌ أَمِينٌ

Sesungguhnya kamu hari ini menjadi seseorang yang berkedudukan tinggi lagi dipercaya pada sisi kami “ (Yusuf 54)

Ketika itu beliau berkata :

. قَالَ اجْعَلْنِي عَلَى خَزَآئِنِ الأَرْضِ إِنِّي حَفِيظٌ عَلِيمٌ

Berkata Yusuf: “Jadikanlah aku bendaharawan negara (Mesir); sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga, lagi berpengetahuan”. (Yusuf : 55)

Siapakah orang yang bisa seperti Yusuf ‘alaihissalam ??!

Dan yang lebih penting dari ini semua adalah, bahwa Yusuf ‘alaihissalam masuk kedalam kekuasaan adalah untuk memberi keputusan dengan hukum yang diajarkan oleh Allahu ta’ala, bukan dengan hukum raja. Adapun sebagian dari kita masuk kedalam kekuasaan adalah untuk berhukum dengan undang-undang manusia, maka keduanya adalah berbeda. Sehingga salah kalau berdalil dengan perbuatan Yusuf ‘alaihissalam.

Seharusnya dalil tentang masalah ini diambil dari syariat kita, disebabkan apa yang kta dengar berupa ancaman keras dari Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam .

Syubhat Kedua :

Adapun hadits yang ada pada riwayat Abu dawud dan Baihaqi dari hadits Anas radhyallahu ‘anhu bahwa Rasululullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda :

Barangsiapa meminta jabatan pengurus kaum muslimin hingga dapat, kemudian keadilannya mengalahkan kedzalimannya, maka ia akan masuk surga, dan siapa yang kedzalimannya mengalahkan keadilannya, maka dia akan masuk neraka.”[HR. Abu Dawud].

Ini adalah hadits dha’if (lemah). Karena berasal dari jalan Musa bin Najdah, dia adalah majhul (tidak dikenal) Dan makna hadits tersebut adalah munkar karena menyelisisihi hadits hadits yang umum.

Adapun perkataan mereka : bahwa Khalid pernah mengangkat dirinya sebagai pemimpin pada perang Mu’tah tanpa diangkat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam , maka hal ini adalah merupakan darurat menurut kondisi saat itu.

Sumber bacaan :

Menggugat Demokrasi dan Pemilu, Menyingkap Borok borok Pemilu dan membantah Syubhat Para Pemujanya, penulis Abu Nashr Muhammad bin ‘Abdillah al Imam, Kata Pengantar Syaikh Muqbil bin Hadi Al Wadi’i, Penerjemah Abu Muqbil Ahmad Yuswaji,Lc dan Abu Nizar Arif Mufid.Mf, Penerbit Putaka Salafiyah Banyumas. Cetakan ke empat Desember 2007


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: