Apakah tabdi’ sama dengan takfir ?

22 02 2008

Sebagian orang berpendapat bahwa tabdi’ (menyatakan seseorang sebagai ahli bid’ah) tidaklah sama dengan takfir (mengkafirkan seseorang). Seseorang yang terjatuh dalam tindak kekufuran karena ta’wil maka mendapat udzur dan tidak bisa dikafirkan, berbeda halnya dengan orang yang melakukan bid’ah, meskipun ia melakukannya karena ta’wil tetap tidak bisa mendapat udzur dan dikatakan sebagai ahli bid’ah.

Pendapat seperti ini tidak benar dan telah disanggah oleh Syeikh Al-Albani rahimahullah

Beliau pernah ditanya,

‘Bagaimana pendapat anda tentang ungkapan berikut: Ta’wil menghalangi takfir nemun tidak menghalangi tabdi’ ? Dengan kata lain pelaku ta’wil adalah ahli bid’ah, namun tidak setiap muta-awwil adalah kafir.Apakah ungkapan ini secara mutlak benar ataukah ada perinciannya? Semoga Allah memberi keberkahan pada anda.”

 

Syaikh al-Albani rahimahullah menjawab :

Pernyataan tersebut tidak benar….Pendapat kami tentang tabdi’ adalah sama dengan pendapat kami tentang takfir, sebagaimana yang sudah disebutkan diawal pengajian. Kami tidak mengkafirkan kecuali orang yang sudah ditegakkan hujjah terhadapnya dan kami tidak men-tabdi kecuali orang yang telah ditegakkan hujjah terhadapnya meskipun ia berbuat bid’ah, namun bid’ah yang dilakukannya terkadang karena ijtihad yang salah…….sebagaimana halnya seorang mujtahid kadang terjatuh dalam hal penghalalan perkara yang diharamkan oelh Allah ta’ala. Namun ia tidak menyengaja untuk menghalalkan perkara yang diharamkan oleh Allah ta’ala……..Jika demikian maka tidak ada perbedaan antara orang yang menghalalkan perkara yang haram karena ijtihad nya dengan orang yang melakukan bid’ah karena ijtihadnya, begitu juga dengan orang yang terjatuh dalam kekafiran karena ijtihadnya. Sama sekali tak ada bedanya. Setiap orang yang membedakan antara satu perkara (dengan yang lain) dari tiga perkara ini, maka perkataanya rancu dan saling kontradiksi. (Silsilah al-Huda wan Nuur, no.782)

 

Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah pernah ditanya :

Individu tertentu tidaklah dihukumi sebagai orang yang kafir atau fasik kecualai setelah ditegakkan hujjah. Pertanyaannya, Apakah tabdi’ sama dengan takfir dan tafsiq, yaitu butuh penegakan hujjah ?

 

Beliau menjawab,:

Benar, Semua aib yang seseorang disifati dengan aib tersebut maka membutuhkan penetapan perkara perkara yang mewajibkan dia disifati dengan aib tersebut. Adapun menyifati setiap orang bahwa ia adalah ahli bid’ah atau dia seorang yang sesat tanpa disertai dalil maka hal ini tidak boleh” (Fataawa al-Haram an-Nabawi kaset no.64 side b)

 

Syeikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah berkata :

Pernyataan Imam an-Nawawi (dalam menta’wil nash nash yang berkaitan dengan sifat Allah ta’ala) adalah suatu bid’ah, akan tetapi beliau sendiri bukanlah ahli bid’ah. Sebab pada hakekatnya beliau terjatuh dalam bid’ah karena ta’wil. Pelaku ta’wil jika bersalah karena ijtihad maka mendapat pahala. Lantas bagaimana mungkin kita katakan beliau adalah ahli bid’ah dan menjauhkan masyarakat darinya ?, Karena itu (hukum) ucapan tidaklah sama dengan (hukum) pengucapnya. Terkadang seseorang mengucapkan kalimat kekufuran namun ia tidak kafir.

 

Tidakkah engkau perhatikan (hadits shohih) tentang seorang pria yang kehilangan untanya (yang membawa seluruh perbekalnnya sedangkan ia berada ditengah padang) lalu ia putus asa dan berbaring dibawah pohon menunggu kematiannya, tiba tiba untanya muncul dihadapannya, maka ia pun segera mengambil untanya tersebut dan (salah) berucap karena terlalu gembiranya, “Ya Allah,Engku adalah hambaku dan aku adalah Rabb-mu”

 

Kalimat ini adalah kalimat kekufuran, tetapi pengucapnya tidak kafir, karena Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda, “Ia salah (ucap) karena terlalu gembira”

 

Tidakkah engkau perhatikan (hadits shahih lainnya tentang) seorang lelaki yang melakukan banyak dosa, lalu ia berkata kepada keluarganya “jika aku meninggal maka bakarlah aku dan tebarkanlah debuku di laut. Demi Allah, sekiranya Allah mampu untuk mengembalikan aku, niscaya Dia akan mengadzabku dengan adzab yang sangat pedih yang dia tidak pernah mengadzab seseorangpun di alam semesta ini dengan adzab yang seperti itu”

Lelaki ini mengira dengan dibakarnya ia dan ditebarkan debunya dilautan maka ia akan selamat dari adzab Allah ta’ala.

Hal ini merupakan suatu keraguan atas kekuasaan Allah ta’ala, sedangkan keraguan atas kekuasaan Allah merupakan kekafiran. Namun lelaki ini tidaklah kafir. Selanjutnya Allah pun mengumpulkan kembali jasadnya dan bertanya kepadanya “ Kenapa engkau melakukan demikian ?” lelaki itupun menjawab “ Karena takut kepadamu” maka Allah ta’ala pun mengampuninya” (syarh al-Arba’iin an-Nawawiyyah hal.314-315, hadits no.28)

 

Walhamdulillah….semoga Allahu ta’ala menunjuki kita semua jalan yang lurus….

 

disalin dari Lerai Pertikaian Sudahi Permusuhan hal 125-126 oleh Abu Abdil Muhsin Firanda Ibnu ‘Abidin, penerbit Pustaka Cahay Islam, bogor cetakan kedua agustus 2006


*Judul di blog ini dari admin blog

 


Aksi

Information

3 responses

23 02 2008
Abu Aqil Al-Atsary

Emm, sangat menarik artikelnya akhy.

24 02 2008
realife

amin
moga-moga saya bisa terus memperdalam agama, karena merasa ilmu saya masih dangkal terimakasih atas postingan yang menyejukkan ini

27 02 2008
Ahmad Abu Yusuf

بسم الله الرَّحمن الرَّحيم

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

salam kenal akhy..

blog ana di http://www.moslem-corner.co.nr

akhy, numpang pengumuman ya.

Hadirilah !!

TABLIGH AKBAR

BERSAMA
USTADZ YAZID BIN
ABDUL QADIR JAWAS

TANGGAL
28 MARET 2008
MATERI

“ PRINSIP DASAR ISLAM “

WAKTU
PUKUL 19.00 WIB

TEMPAT
MASJID RAYA MUJAHIDIN
Jl. A. Yani Pontianak

TANGGAL
29 MARET 2008
MATERI

“ WASIAT RASULULLAH KEPADA ABU DZAR “

WAKTU
PUKUL 08.30 WIB

TEMPAT
MASJID MUHTADIN UNTAN
Jl. A. Yani Komplek Universitas Tanjungpura

Contact Panitia :

Wahyudin ( 0813 4531 6172 ) Suwaldi ( 0561 7007 447 )
mohon informasi ini disebarluaskan. Barakallohufikum….

pamflet di http://maslilik.wordpress.com/2008/02/26/hadirilah-tabligh-akbar/

السلام عليكم ورحمة الله وبركات

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: