Salafiyyin tidak mengerti realitas umat..??!!

10 01 2008

 

Banyak kalangan yang mengecam salafiyun tidak mengindahkan realitas umat, kurang peka dan peduli dengan berbagai persoalan umat. Kecaman ini perlu mendapat tanggapan serius, dan tudingan itu harus dilihat dari dua sudut pandang :

 

Pertama : Pengakuan bahwa realitas kebanyakan umat islam, termasuk yang menisbatkan diri kepada dakwah salafiyah, kurang memiliki kepdulian sosial, kurang memperhatikan relaitas umat, dan kurang gigih dalam menyelesaikan berbagai persoalan mereka.

 

Kedua : Dakwah salaiyyah adalah metodologi dakwah yang sangat kompleks. Penekanan dakwah pada sisi Tauhid dan perbaikan aqidah umat justru sebenarnya membuktikan tingkat kepedulian tertinggi relaitas umat. Karena ini adalah upaya menyelamatkan umat dari kekekalan dalam neraka akibat kemusyrikan dan kekafiran.

 

Sudut pandang pertama, bisa mengajak kita berkaca diri. Ada sebuah fenomena yang sering menghinggapi kalangan kaum muslimin yang mulai melakukan perbaikan pada kualitas keislaman mereka. Tak peduli orang yang secara kebetulan mendapatkan taufiq sehingga memahami islam dengan metodologi as salaf, atau yang terjerembab dalam kubangan wilayah sufisme dengan berbagai aplikasinya di zaman sekaran ini atau bentuk bentuk pemahaman lain. Masing masing biasanya mengambil sikap menyudut, untuk kemudian mengambil jarak dari masyarakat banyak dengan dalih khawatir terpengaruh oleh budaya maksiat dan perbuatan dosa. Disatu sisi mereka bisa merasa sedikit aman dari pengaruh maksiat, tapi disisi lain kepekaan sosial mereka merdup, Oleh sebab itu didapati kenyataan, behwa orang orang yang mulaisangat rajin mengaji dan mempelajari islam menjadi kurang peduli terhadap masalah umat.

Hal yang sama terjadi pada relaitas sebagian kalangan salafiyyin. Satu dua peristiwa kita dengar sebagian mereka yang berorientasi kepada dakwah salafiyyah jarang berkomunikasi dengan pribadi pribadi masyarakat sekitar, sehingga saat ada kecurigaan dari sebagian anggota masyarakat terhadap aktivitasnya yang amat tertutup ini, tidak bisa sepenuhnya disalahkan.

Ini adalah sebentuk kelalaian…!! Bisa jadi berpangkal dari kelalaian sebagian juru dakwah untuk memberikan bimbingan praktis kepadamereka dalam hidup bermasyarakat. Bimbingan tentang adab adab berinterkasi dengan sesama muslim, dalam sebuah masyarakat kaum muslimin. Mungkin, yang agak memperparah, bahwa sebagian kalangan “orang orang mengaji” selalu berupaya menerapkan kode etik bermasyarakat dalam islam itu hanya dalam lingkungan terbatas saja, terkadang hanya dengan teman teman yang belajar dalam satu pengajian dengan mereka saja..

Sikap ini selain menunjukkan miskinnya kepedulian sosial, juga bisa mengarah kepada bentuk pengelompokan diri yang amat dikecam dalam islam dan ahlussunnah sendiri. Mereka yang berorientasi dakwah salafiyyah, tidak selalyaknya memiliki gaya berkiprah seperti itu dalam keseharian mereka.

 

Sudut pandang kedua, kita perlu mengingatkan kepada mereka yang mengarahkan tudingan miring kepada salafiyyin, bahwa mereka tidak memiliki perhatian terhadap umat, tidak mengerti sebuah cara pandang yang disebut fiqhul waqi’ sebagai berikut :

 

Syaikh Musa An Nasr menjelaskan, ….

Yang dimksud fiqhul waqi’ oleh mereka adalah mengetahui rencana rencana dan program musuh untuk menghancurkan umat islam dalam rangkaian seminar seminar, mencermati dan memperhatikan berita berita dunia, dan kemampuan untuk mencari solusi dalam bidang politik.

Kami tegaskan,.. “ Realita umat islam yang menyakitkan ini sangatlah gamblang bagi orang yang mempinyai sepasang mata, bahkan nyaris tidak ada yang tidak mengetahuinya kecuali orang yang buta mata hati dan sepasang bola matanya. Karena realita ini merupakan buah pahit dari dampak kemaksiatan dan kondisi umat yang sudah sangat jauh dari jalan Allah ta’ala. Hal ini telah dijelaskan oleh Allah ta’ala dan RasulNya. Solusi dari realita pahit ini adalah kembali kepada metodologi yang bertabur cahaya yang tersinari ajaran kitab Allahu ta’ala, Sunnah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam, ilmu dan amal kaum as salaf dari kalangan para shahabat dan tabi’in. Inilah yang senantiasa didengung dengungkan oleh safiyyin pagi dan petang. Oleh karena itu waktu dan pengalaman membuktikan bahwa orang orang yang paham ktabullah dan Sunnah Rasululullah shalallahu ‘alaihi wassalam di zaman ini seperti halnya Syaikh Albani, syaikh Bin Baz, Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahumullah dan para muridnya itulah golongan orang orang yang benar benar memahami realita umat.

Walaupun mereka dituduh sebagai ulama antek antek pemerintah, ulama haids dan nifas, Sungguh itu ucapan dusta dan kebohongan belaka,

Sebagai contoh, peringatan syeikh kami Al Albani rahimahullah kepada pemuda Aljazair yang bersemangat tinggi (untuk tidak berkecimpung dalam pesta demokrasi) yang masih terngiang ngiang di telinga kami. Beliau telah memperingatkan mereka dari bahaya malapetaka hebat sebelum meletus. Kamipun telah memperingatkan dalam majalah Al-Ashalah, Suara Salafi, dan Mimbar As-Salafi yang istemewa akan bahaya terjadinya perang di Yaman, empat bulan sebelum kejadian itu meletus.

 

Ulama yang mendalami Kitabullah dan Sunnah, merekalah orang orang yang memiliki mata batin dan ahli perang. Karena mereka itu sangat memperhatikan dan mencermati realitas berdasarkan cahaya Allah ta’ala seperti disebutkan dalam hadits qudsi :

 

Aku bagaimana menjadi telinganya ketika dia mendengar, menjadi matanya ketika dia melihat dan menjadi tangannya ketika dia menjangkau” (diriwayatkan oleh Al bukhary dalam shahihnya 6137)

 

sebaliknya orang orang yang selalu berkoar koar, bertepuk tangan membela orang orang rendahan dan berbekal semangat saja, bagaimana mungkin mereka mengetahui realita umat apalagi masa depan mereka ??!

Siapa yang tidak mengetahui masa lalu yang bersinar niscaya tidak akan mengetahui kenyataan dirinya yang sudah bergelimang dalam kerusakan, kesesatan dan penyimpangan.

 

Apakah orang yang mendukung Khameini yang sungguh binasa itu dapat mengetahui realita sebagaimana mestinya ? Bisa jadi dia menjadi pendukung nomor wahid sang khomeini berikut para pengikutnya meganggapnya suci dengan memujinya setinggi langit. Ketika dikemukakan pendapat salafiyyun tentang jatidiri syi’ah dan permusuhan mereka kepada ahlussunnah mereka menuduh “ Kalian para da’i pembawa bencana, da’i pemecah belah ummat, pembuat keonaran dan kerusakan belaka”

mereka lebih mengutamakan syi’ah ketimbang saudaranya sendiri ahlussunnah, salafiyyun.

 

Apakah orang orang yang berafiliasi dengan partai bath di irak lalu memerangi partai bath di suriah, padahal keduanya adalah satu sekte bath, bisa disebut memahami fiqhul waqi ?

 

Apakah orang orang yang bergabung dalam program mempererat nasionalisme bisa disebut memahami fiqhul waqi ?? padahal program itu berlawanan dengan syariat dan aqidah, bisa dianggap tidak mempedulikannya bahkan mencampakkan ajaran syariat sejauh jauhnya, untuk kemudian memutuskan hukum berdasarkan undang undang positif bikinan manusia yang diimpor dari barat dan timur.

Apakah orang yang menghasut para pemuda untuk memberontak, memvonis kafir sesama muslim dan melakukan pengeboman dipemukiman yang jauh dari medan jihad dan kancah peperangan bisa idisebit memahami waqi’ ?? Padahal pemukiman itu berada di hotel, tempat umum dan kedutaan kedutaan tanpamembedakan antara orang kafir yang boleh diperangi dengan yang berada dalam perlindungan, muslim dengan kafir, anak anak dan wanita, orang tua dn pemuda ??

Salafiyyun sangat memahami realitas berdasarkan firman Allahu ta’ala :

 

لَِنَّ اللّهَ لاَ يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُواْ مَا بِأَنْفُسِهِمْ


. Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.  (Ar- Rad 11)

 

Dan sabda Rasululullah shalallahu ‘alaihi wassalam :

Jika kalian berdagang dengan sistem ‘inah, dan mulai memegangi ekor ekor sapi, mulai jatuh cinta terhadap dunia pertanian dan mulai meninggalkan jihad, niscaya Allah akan menimpakan kehinaan kepada kalian kehinaan itu tidak akan dihilangkan, sampai kalian kembali keagama kalian (HR Abu Dawud 3462)

 

Kembali kami tegaskan, sesungguhnya orang orang yang terdidik diatas Al Quran, sunnah dan pemahaman generasi terbaik merekalah yang memahami realita umat dan masa depan mereka. Sebab mereka mengerti masa lalu umat yang bersinar. Sedangkan orang orang yang menggeluti koran, majalah, analisa dan kantor berita asing ditambah kebodohan mereka yang sangat kentara terhadap Al quran dan sunnah, ilmu syar’i, pelecehan dan pencelaan kepada ulama rabbani, merekalah sesungguhnya yang paling bodoh terhadap realita umat.

Kami tidak mengecilkan pengetahuan mereka tentang rekayasa musuh musuh islam dan senantiasa bersikap waspada terhadap program dan rencana mereka. Tetapi tuduhan tuduhan terhadap ulama ulama rabbani seperti Ibnu Baz, Al Albani, dan Ibnu Utsaimin rahimahumullah, bahwa mereka bodoh terhadap realitas umat adalah kedhaliman dan kedustaan, dan membuat para pemuda lari dari ulama mereka. Inilah bala bencana hebat yang terus merambah yang menciptakan kerusakan bagi umat islam”

(diterjemahkan dan disadur dengan perubahan redaksional dari Maadza Yanqimunaa mina Salafiyyah)

 

Demikian penjelasan gamblang dari salah seorang ulama ahlussunnah dizaman sekarang ini. Poin Poin penjelasan beliau menunjukkan bahwa mengerti realitas bukan sebuah kapasitas ilmiah yang berdiri sendiri. Sangat terkait dengan pola dasar pemikiran, keyakinan dan kapasitas ilmiah dibidang syari’at. Sehingga tidak akan mungkin seseorang dikatakan telah mengetahui realitas umat secara baik dengan semata mata berbagai pemaparan secara terbuka dalam mimbar mimbar bebas, tentang berbagai makar dan tipu daya kaum kafir, termasuk dalam mimbar jum’at, dalam kajian ilmiah dan sejenisnya. Bahkan semua tindakan itu akan semakin menunjukkan ketidakmengertian sipengucap terhadap realitas umat.

 

Kenalilah realitas umat ini,bukan hanya melalui berita dan penuturan orang saja, karena berita dan penuturan manusia bisa saja keliru. Tapi kenalilah juga dengan mendalami ajaran syariat, dengan berdakwah dan menyebarkan amar ma’ruf nahi munkar.

 

Mulai hal hal yang terpenting, berbuatlah dari hal hal kecil terlebih dahulu.

Bila tidak mampu mengendalikan realitas dalam diri sendiri, keluarga dan orang orang terdekat janganlah berkhayal akan mampu mengubah realitas dalam ukuran yang lebih besar……………

 

(disadur dengan pengubahan redaksi dari Ada Apa dengan Salafi, Abu Umar Basyir, hal 197-207, Penerbit Rumah Dzikir Solo)


Aksi

Information

4 responses

2 03 2008
insyaflahsalafy

Assalamu ‘alaikum wr.wb.

Artikelnya bagus.
Kebetulan saya baru saja menulis artikel yang mirip-mirip,
silakan lihat di:
http://pemilu-demokrasi-4-tentang-voting-2/

(afwan ana edit )

Mungkin dari mas Adi ada komentar ?

salam kenal sebelumnya.

wassalam

wa’alaykumsalam warahmatullahi wabarakatuh..
Allahu ‘alam

5 03 2008
insyaflahsalafy

Assalamu ‘alaikum wr.wb.

Tidak apa-apa Mas …. meskipun link dari saya di-edit juga.
Yang pasti, contoh yang ada dalam artikel yang saya berikan di atas adalah contoh yang memang sering digunakan untuk menentukan apakah kelompok salafy memahami realita ataukah tidak.

Kalau mas Adi baru merasa “oh .. benar juga ya …”, maka berarti benarlah apa kata orang-orang yang mengatakan bahwa “salafy tidak memahami realita”.

Akhir kata, mencari ilmu itu penting.
Tapi memahami realita di depan mata juga penting.

dan sudahkah antum memahami realita….betapa kaum muslimin terpecah belah dikarenakan kejahilan atas agamanya, bid’ah yang merajalela,…kesyirikan yang ada disekitar kita,….dan anggapan seakan syari’at ini masih ada yang kurang sehingga perlu mengadopsi pemikiran kaum kufar…dan masih banyak lagi…..???

Kami tegaskan,.. “ Realita umat islam yang menyakitkan ini sangatlah gamblang bagi orang yang mempunyai sepasang mata, bahkan nyaris tidak ada yang tidak mengetahuinya kecuali orang yang buta mata hati dan sepasang bola matanya. Karena realita ini merupakan buah pahit dari dampak kemaksiatan dan kondisi umat yang sudah sangat jauh dari jalan Allah ta’ala. ……Allahu ‘alam….

ini saja, semoga bermanfaat.

wassalam

8 03 2008
insyaflahsalafy

quote:
dan sudahkah antum memahami realita….betapa kaum muslimin terpecah belah dikarenakan kejahilan atas agamanya, bid’ah yang merajalela,…kesyirikan yang ada disekitar kita,….dan anggapan seakan syari’at ini masih ada yang kurang sehingga perlu mengadopsi pemikiran kaum kufar…dan masih banyak lagi…..???

komentar:
Yang bilang bahwa kita “perlu mengadopsi pemikiran kaum kufar” itu siapa ?
Dalam masalah demokrasi dan pemilu, kalau memang kita sanggup mengganti itu semua menjadi sistem yang lebih islami, maka tentunya kita harus menggantinya.

semulya apapun tujuannya, niat tidak dapat menghalalkan yang haram….

Tapi bagaimana kalau kita tidak mampu menggantinya ? Bagaimana pula kalau kita ternyata harus tetap taat pada hasil dari demokrasi dan pemilu itu ? Di situlah realitanya.

nah…..
disitulah realitanya….kenapa kita belum mampu menggantinya..??! tak lain karna kita meninggalkan manhaj yang ditempuh para salaf as shaleh dalam segala aspek kehidupan demikian juga kita menyikapi apa yang antum utarakan….

Sementara yang mas Adi pikirkan dalam masalah kepemimpinan “hanya sekedar” tentang masalah “bagaimana cara memilih pemimpin itu” saja. Sempit sekali.
Padahal, kepemimpinan di dalam islam juga menyangkut masalah kemaslahatan ummat, legitimasi, tanggung jawab, ketaatan, dan lain sebagainya.

kebetulan saat ini “cara memilih pemimpin” itulah yang coba di “masyarakatkan” oleh sebagian kalangan dengan gencar sehingga mungkin antum merasa “cuma” itu saja yang dimasalahkan…sedangkan cara itu (demokrasi) jelas jelas bertentangan dengan syara….

Buktinya, silakan lihat artikel berikut:
http://-di-dalam-islam/

afwan ana edit lagi….

Allahu ‘alam

:

10 03 2008
insyaflahsalafy

quote:
sedangkan cara itu (demokrasi) jelas jelas bertentangan dengan syara

komentar:
yang mengatakan bahwa demokrasi itu sesuai dengan syariat itu siapa ?
Apa saya pernah mengatakan begitu ?

afwan…kalau antum tersinggung…dan ana pun tidak mengatakan kalau antum mengatakan demikian….barakallahu fiik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: