Antara baik sangka dan tipuan….

6 01 2008

 

Banyak orang yang mengandalkan rahmat Allahu ta’ala, ampunan dan kemurahanNya, lalu mereka mengabaikan larangan dan perintahNya, sehingga timbul di pikiran merka seraya berkata “ah..nanti aja tobatnya atau ah…bukankah Allah maha pengampun..??! pasti nanti Allah akan mengampuni aku…..” Allahul musta’an

 

Jika dikatakan : bisa saja itu terjadi, dan sandaran baik sangka adalah keluasan rahmat Allah ta’ala dan rahmatNya, bahwa rahmat Allah mengalahkan murkaNya, bahwa siksaan tidak bermanfaat dan ampunan tidak menimbulkan mudharat.

 

Dapat ditanggapi sebagai berikut, Memang begitulah yang terjadi dan bahkan lebih jauh dari gambaran itu, bahwa Allah ta’ala lebih penyayang, penyantun dan murah hati. Tetapi Dia meletakkan rahmat dan ampunannya hanya ditempat yang sesuai dengannya, Allah juga disifati dengan bijaksan, perkasa dan membalas dan menyiksa orang yang memang layak disiksa. Kalau yang dibuat pegangan baik sangka hanya sekedar sifat dan ‘asma Allah ta’ala yang mencakup orang baik dan fasik, orang mukmin dan kafir, walinya dan musuhNya, maka asma’ dan sifatNya tidak memberi manfaat apapun terhadap orang yang berdosa, padahal murka dan kemarahan Allah ta’ala jelas ditimpakan kepada orang yang melanggar hal hal yang diharamkanNya.

 

Baik sangka hanya memberi manfaat kepada orang yang bertaubat dan menyesali diri, mengganti yang buruk dengan yang baik, menghabiskan sisa umurnya untuk ekbaikan dan ketaatan, dan setelah itu dia berbaik sangka. Inilah yang disebut baik sangka, adapun yang pertama adalah tipuan.

 

Mereka lalai bahwa siksa Allah ta’ala amat pedih dan keras, bahwa Allahu ta’ala tidak menghindarkan siksaNya dari orang orang yang berbuat dosa. Siapa yang mengandalkan ampunan Allah, sementara ia tetap melakukan dosa, maka ia seperti orang yang ingkar dan membangkang

 

Sebagian ulama berkata, “Siapa yang mencuri bagianmu didunia sebanyak tiga dirham, maka engkau tidak dapat menjamin keselamatan dirinya dan hukuman diakherat seperti itu pula”

 

Didalam shahih muslim disebutkan dari Anas bin Malik, dia berkata, “ Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda : Diantara penghuni neraka yang paling banyak kenikmatannya didunia didatangkan pada hari kiamat, lalu ditumpahkan keneraka dengan sekali tumpahan, kemudian dikatakan kepadanya ‘wahai anak Adam, apakah engkau melihat kebaikan walau sedikitpun.? Adakah satu kenikmatan yang melewatimu walau sedikitpun?’ dia menjawab ‘Tidak demi Allah ya Rabbi’ Diantara para penghuni surga yang dulunya paling menderita didunia didatangkan lalu ditumpahkan kesurga sekali tumpahan, lalu dikatakan kepadanya, ‘wahai anak Adam apakah engkau melihat penderitaan walau sedikitpun ?’ Dia menjawab ‘ Tidak demi Allah wahai Rabbi, tidak ada yang melewatiku dan tidak pula kesusahan walau sedikitpun”

 

Hadits hadits dan atsar salafush shaleh tentang masalah ini sangatlah banyak dan terlalu banyak untuk disebutkan disini. Bagi orang yang sudah matang jiwanya, tidak seharusnya mengabaikan hal ini lalu bebas menerjunkan diri dalam berbagai kedurhakaan, bergantung kepada harapan dan anggapan yang baik saja.

 

Boleh jadi sebagian orang yang tertipu itu bersandar kepada nikmat yang dilihatnya didunia, dan tidak ada perubahan pada nikmat itu, lalu dia mengira bahwa yang demikian itu merupaka cermin kecintaan Allah ta’ala baginya , sehingga Allah akan memberinya yang lebih baik dari itu di akherat. Tentu saja yang demikian itu termasuk seseatu yang menipu.

 

Al Imam Ahmad berkata : “ Kami diberitahu Yahya bin Ghalan, kami diberitahu Rusydain bin Sa’d, dari Harmalah bin Imran At Tajiby, dari Uqbah bin Musilim, dari Uqbah bin Amir, dari Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam, beliau bersabda, “ Apabila engkau melihat Allah Azza wa Jalla memberikan sebagian dari dunia kepada hamba atas kedurhakaan-kedurhakaan yang disukainya, maka itu merupakan tipuan” kemudian beliau mebaca ayat

 

فَلَمَّا نَسُواْ مَا ذُكِّرُواْ بِهِ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ أَبْوَابَ كُلِّ شَيْءٍ حَتَّى إِذَا فَرِحُواْ بِمَا أُوتُواْ أَخَذْنَاهُم بَغْتَةً فَإِذَا هُم مُّبْلِسُونَ

Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa (Al An’am 44)

 

Allahu ta’ala telah membantah orang yang punya anggapan seperti itu dengan firmanNya

 

فَأَمَّا الْإِنسَانُ إِذَا مَا ابْتَلَاهُ رَبُّهُ فَأَكْرَمَهُ وَنَعَّمَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَكْرَمَنِ
وَأَمَّا إِذَا مَا ابْتَلَاهُ فَقَدَرَ عَلَيْهِ رِزْقَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَهَانَنِ 
كَلَّا بَل لَّا تُكْرِمُونَ الْيَتِيمَ


Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu dia dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia akan berkata: “Tuhanku telah memuliakanku”.Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rizkinya maka dia berkata: “Tuhanku menghinakanku  Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya kamu tidak memuliakan anak yatim (Al Fajr 15-17)

 

Dengan kata lain tidak setiap orang yang diberi nikmat dan dilapangkan rezkinya adalah orang yang telah dimuliakan, dan tidak setiap orang yang di uji dan di sempitkan rezkinya adalah orang yang dihinakan, Tapi yang ini diuji dengan nikmat dan yang ini di uji dengan cobaan.

 

Didalam Jami’ At Tirmidzy disebutkan dari Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam

Sesungguhnya Allah memberikan dunia kepada siapa saja yang mencintaiNya dan kepada siapa saja yang tidak mencintaiNya, namun tidak memberikan iman kecuali kepada orang yang mencintainya

 

Diantara orang salaf ada yang berkata

 

Berapa banyak orang terkecoh oleh nikmat Allah ta’ala yang diberikan kepadanya, sementara dia tidak menyadarinya, dan berapa banyak orang yang tertipu oleh tabir Allh ta’ala atas dirinya, sementara dia tidak menyadarinya, dan berapa banyak orang yang terpedaya oleh pujian manusia atas dirinya, sementara dia tidak menyadarinya

 

Semoga Allahu subhana wa ta’ala memberikan hidayahNya kepada kita semua

 

disalin dengan perubahan dari Noktah Noktah Dosa terapi Penyakit Hati oleh Ibnu Qayyim Al Jauziyyah penerbit Darul Falah


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: