Pangkal Dosa

4 12 2007

Karena tingkatan dan kerusakan dosa itu berbeda beda, hukumannya juga berbeda beda di dunia maupun di akherat, tergantung pada keragamannya. Dengan taufik Allah ta’ala dan karuniaNya, kami akan menyampaikan uraiannya.

 

Pangkal dosa itu ada dua macam :

  1. Meninggalkan apa yang diperintahkan

  2. Mengerjakan apa yang dilarang

Inilah dua dosa, yang dengannya Allah ta’ala mengujijin dan manusia. Dua dosa ini dibagi lagi karna pertimbangan tempatnya yaitu kepada zhahir anggota tubuh dan batin dalam hati. Dua dosa ini juga dibagi berdasarkan hubungan dengan hak Alah ta’ala dan hak makhlukNya. Sebenarnya setiap hak makhluk juga mencakup hak Allh ta’ala. Tapi disebut hak makhluk, karena hak itu menjadi wajib karena ada tuntutan dan menjadi gugur karena ada pencabutan tuntutan.

Kemudian dosa-dosa ini dibagi menjadi empat macam,: Mulkiyah, syaithaniyah, sabu’iyah dan bahimiyah. Tidak ada dosa yang keluar dari empat macam ini.

 

Dosa Mulkiyah, ialah jika memberikan apa yang tidak layak diberikan dari sifat sifat rububiyah, seperti keagungan, kebesaran. Kekeuasaan, pemaksaan, ketinggian, penyembahan yang dilakukan oleh hamba dan lain sebagainya.

Yang termasuk dalam jenis ini ialah syirik kepada Allahu ta’ala. Ada dua macam syirik :

  1. Syirik dalam asma’ dan sifat dan membuat sesembahan lain bersamaNya

  2. Syirik dalam perlakuan hamba kepadaNya. Yang kedua ini tidak mengharuskan pelakunya masuk neraka, meskipun amal yang dia sekutukan didalamnya bersama Allah ta’ala menjadi gugur

Ini merupakan jenis dosa yang paling besar. Termasuk pula mengatakan terhadap Allah tanpa didasarkan kepada pengetahuan, sehubungan dengan penciptaan dan perintahNya. Siapa yang mengerjakan dosa ini, berarti dia telah menyalahi Allah ta’ala dalam rububiyah dan kerajaanNya, yang berarti membuat tandingan bagiNya. Ini merupakan dosa yang paling besar disisi Allah ta’ala, yang membuat amal apapun tidak berguna lagi.

 

Dosa Syaithaniyah, ialah menyerupai syethan dalam hal kedengkian, pelanggaran, tipu daya, pengkhianatan, penipuan, makar, perintah untuk mendurhakai Allah ta’ala dan menganggap kedurhakaan itu sesuatu yang baik, mencegahketaatan kepadaNya, berbuat bid’ah dalam agama, menyeru kepada bid’ah dan kesesatan

Jenis dosa ini menempati ranking berikutnya setelah jenis yang pertama dalam kerusakannya meskipun kerusakannya tetap berbeda dengan kerusakan jeis yang pertama.

 

Dosa Sabu’iyah, ialah dosa pelanggaran, marah, menumpahkan darah, menindas orang orang lemah dan tak berdaya, yang kemudian melahirkan berbagai cabang kezhaliman dan pelanggaran terhadap hak manusia.

 

Dosa bahimiyah, ialah seperti hasrat melampiaskan syahwat perut dan kemaluan, yang kemudian melahirkan zina, pencurian, mengambil harta anak yatim, bakhil, kikir, lemah hati, gentar dan lain sebagaianya.

Jenis dosa ini paling banyak dilakukan manusia, karena ketidakmampuan mereka melakukan dosa dosa sabu’iyah dan mulkiyah. Berangkat dari sini mereka dapat masuk ke seluruh bagian dan jenis. Dosa ini menghela mereka dengan tali kendalinya, lalu memasukkan mereka ke dosa sabu’iyah, kemudian beralih ke syathaniyah, kemudian menentang Rububiyah dan syirik.

 

Siapa yang bersungguh sungguh memperhatikan masalah ini, tentu akan mendapatkan kejelasan bahwa dosa dosa itu merupakan lorong syirik, kufur, dan menentang rububiyah.

 

Disalin dari Noktah Noktah Dosa Terapi Penyakit Hati hal.176-177, Ibnu Qayyim Al Jauziyyah, Penerbit Darul Falah Jakarta, Penerjemah Kathur Suhardi


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: