Puasanya orang yang meninggalkan sholat

27 09 2007

BERPUASA TAPI TIDAK SHOLAT 

 

Oleh
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin
http://www.almanhaj .or.id/content/ 1614/slash/ 0  

Pertanyaan.
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya :

Sebagian ulama kaum muslimin mencela orang yang berpuasa tapi tidak shalat, karena shalat itu  tidak termasuk puasa. Saya ingin berpuasa agar dimasukkan ke dalam golongan orang-orang yang masuk surga melalui pintu Ar-Rayyan.

Dan sebagaimana diketahui, bahwa antara Ramadhan dengan Ramadhan berikutnya adalah penghapus dosa-dosa di antara keduanya. Saya mohon penjelasanya. Semoga Allah menunjukki anda.

Jawaban
Orang-orang yang mencela anda karena anda puasa tapi tidak shalat, mereka benar dalam mencela anda, karena shalat itu tianggnya agama Islam, dan Islam itu tidak akan tegak kecuali dengan shalat. Orang yang meninggalkan shalat berarti kafir, keluar dari agama Islam, dan orang kafir itu, Allah tidak akan menerima puasanya, shadaqahnya, hajinya dan amal-amal shalih lainnya.
Hal ini berdasarkan firman Allah Ta’ala.

Artinya : Dan tidak ada yang menghalangi mereka untuk diterima dari mereka dari mereka nafkah-nafkahnya melainkan karena kafir kepada Allah dan RasulNya dan mereka tidak mengerjakan shalat, melainkan dengan malas dan tidak (pula) menafkahkan (harta) mereka, melainkan dengan rasa enggan.
[At-Taubah : 54]

Karena itu, jika anda berpuasa tapi tidak shalat, maka kami katakana bahwa puasa anda batal, tidak sah dan tidak berguna di hadapan Allah serta tidak mendekatkan anda kepadaNya.

 Sedangkan apa yang anda sebutkan, bahwa antara Ramadhan dengan Ramadhan berikutnya adalah menghapus dosa-dosa di antara keduanya, kami sampaikan kepada anda, bahwa anda tidak tahu hadits tentang hal tersebut. Karena Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam telah bersabda.

Artinya : Shalat-shalat yang lima dan Jum’at ke Jum’at serta Ramadhan ke Ramadhan adalah penghapus dosa-dosa di antara itu apabila dosa-dosa besar dijauhi. [Dikeluarkan oleh Muslim, kitab Ath-Thaharah (233)]

Nabi Shallallahu alaihi wa salam terlah mensyaratkan untuk penghapuasn dosa-dosa antara satu Ramadhan degan Ramadhan berikutnya dengan syarat dosa-dosa besar dijauhi. Sementara anda, anda malah tidak shalat, anda puasa tapi tidak menjauhi dosa-dosa besar. Dosa apa yang lebih besar dari meninggalkan shalat. Bahkan meninggalkan shalat itu adalah kufur. Bagaimana puasa anda bisa menghapus dosa-dosa anda sementara meninggalkan shalat itu suatu kekufuran, dan puasa anda tidak diterima.

Hendaklah anda bertaubat kepada Allah dan melaksanakan shalat yang telah diwajibkan Allah atas diri anda, setetah itu anda berpuasa. Karena itulah ketika Nabi Shallallahu
alaihi wa sallam mengutus Muadz bin Jabal ke Yaman, beliau bersaba.

Artinya : Maka ajaklah mereka untuk bersaksi bahwa tiada tuhan yang berhak disembah selain Allah dan bahwa aku adalah utusan Allah. Jika mereka mematuhimu maka beritahukanlah mereka bahwa Allah telah mewajibkan lima shalat dalam sehari semalam.[Hadits Riwayat Al-Bukhari, kitab Az-Zakah (1393), Muslim, kitab Al-Iman (1)]

Beliau memulai perintah dengan shalat, lalu zakat setetah dua kalimah syahadat

[Syaikh Ibnu Utsaimin, Fatawa Ash-Shiyam, dikumpulkan oleh Muhammad Al-Musnad, hal. 34]

[Disalin dari buku Al-Fatawa Asy-Syariyyah Fi Al-Masa’il Al-Ashriyyah Min Fatawa Ulama Al-Balad Al-Haram, edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Terkini,Penyusun Khalid Juraisy, Penerjemah Amir Hamzah dkk, Penerbit Darul Haq)


Aksi

Information

4 responses

6 10 2007
suhaeli asgart

saya merasa senang mendapatkan penjelasan diatas dikarnakan bisa menambah pengetahuan saya dan mudah-mudahan bisa meningkatkan keimanan kita kepada yang maha kuasa,….amien ya Allah ya Robbal alamin

13 10 2007
jamian sarif

assalamulaikum,saya ingin bertanya tentang hukum kenduri arwah?saya ada mdengar ada yg mengatakan bid’ah.

wa’alaykum salam warahmatullahi wabarakatuh
kalau yang antum maksud kenduri adalah Berkumpul dan makan makanan di keluarga mayit adalah perbuatan yang tidak disyari’atkan. Dan bagi keluarga mayit, maka ia tidak perlu menyediakan makanan atau minuman yang sengaja diperuntukkan kepada para tamu yang sedang ta’ziyah atau membantu pengurusan jenazah,

dan terdapat beberapa riwayat yang shohih tentang hal ini..diantaranya..
Dari Jarir bin ‘Abdillah Al-Bajaly radliyallaahu ‘anhu, ia berkata :

Kami (para shahabat) menganggap berkumpul-kumpul di rumah keluarga mayit, serta penghidangan makanan oleh mereka (kepada para tamu) merupakan bagian dari niyahah (meratapi mayit)” (HR. Ahmad nomor 6905 dan Ibnu Majah nomor 1612).

Dari Thalhah radliyallaahu ‘anhu, ia berkata :
“Jarir mendatangi ‘Umar, kemudian ‘Umar berkata : “Apakah kamu sekalian suka meratapi mayit ?”. Jarir menjawab : “Tidak”. ‘Umar berkata : “Apakah diantara wanita-wanita kalian semua suka berkumpul di rumah keluarga mayit dan memakan hidangannya ?”. Jarir menjawab : “Ya”. ‘Umar berkata : “Hal itu sama dengan niyahah (meratapi mayit)”. (HR. Ibnu Abi Syaibah 2/487).

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda :

اثنتان في الناس هما بهم كفر الطعن في النسب والنياحة على الميت

Dua perkara yang dapat membuat manusia kufur : Mencela keturunan dan meratapi mayit (an-niyahah)”. (HR. Muslim nomor 67)

Allahu ‘alam

2.apakah hukum menahan keluar angin ketika sedang solat,adakah terbatal jika terkeluar walau sedikit angin tersebut.?


menahan kentut dalam sholat adalah hal yang dimakruhkan – wallahu a’lam- berdasarkan sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam “Tidak sempurna salat orang yang berada di hadapan makanan serta orang yang menahan buang air besar dan kecil.” (HR. Muslim).

sedangkan kalau kita yakin bahwa telah keluar angin maka shalatnya batal…
namun hendaknya kita benar benar yakin dan tidak ragu ragu karna was was , sebab menimbulkan was was adalah pekerjaan syeithan,bahkan disyariatkan (diwajibkan) baginya untuk berpaling (membuang jauh-jauh) perasaan tersebut. Sebaliknya dia harus yakin, bahwa wudhunya tetap sah dan tidak batal. Hal ini berdasarkan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika beliau ditanya tentang seseorang yang merasakan sesuatu (di duburnya) ketika shalat. Beliau menjawab.

Dia tidak usah membatalkan shalatnya sebelum dia mendengarkan bunyi kentut atau mencium bau (kentut)” [Hadits Riwayat Bukhari : 134, Muslim : 540,]

Kita harus tahu bahwa syetan itu sangat gemar merusak ibadahnya seorang muslim, seperti shalat, wudhu dan lain-lain. Oleh karena itu kita wajib menentang dan melawan syetan, serta tidak tunduk dan tidak menuruti was-was yang dihembuskan oleh syetan dengan cara berlindung kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dari godaannya dan dari tipu dayanya.

Semoga Allah ta’ala memberikan hidayahNya kepada kita semua
Dan Allah Subhanahu wa Ta’ala sebaik-baik penolong.

terima kasih,wasalam.

25 04 2008
wira fachriandy

assalamualaikum ustadz..
saya mau nanya..
Tentang membaca alfatihah dalam sholat, apakah diawali dengan membaca bismillahirrahmaanirrahiim atau langsung membaca alhamdulillah……….dst.
saya berharap jawaban secepatnya dan dilengkapi dengan dalil-dalil yang sahih. sukron katsiron atas jawaban nya ustadz.

17 07 2012
sepatu wanita

alhamdulillah…

jawaban” di atas sangat membantu..

sukron katsiron..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: