TANDA-TANDA AHLI BID’AH

15 09 2007

 TANDA TANDA AHLI BID’AH

 Oleh : DR Ibrahim Ar Ruhaily dalam Mauqif Ahlus Sunnah

Ahlul bidah memiliki tanda-tanda yang lengkap dan nampak sehingga mereka mudah dikenal. Dalam al-Quran dan haditsnya Allah dan Rasul-Nya telah mengabarkan tentang sebagian tanda-tanda mereka untuk dijadikan peringatan bagi umat dari bahaya mereka dan larangan mengambil jalan hidup mereka. Para Salaf pun telah menerangkan masalah ini.

Saya akan menyampaikan sebagian dari tanda itu yang dengan tanda itu mereka membedakan diri. Sebagai jembatan penolong supaya mengerti tentang mereka Insaya Allah.

Termasuk tanda-tanda mereka adalah:    

1. BERPECAH-BELAH   

Sesungguhnya Allah taala telah mengabarkan tentang mereka dalam al-Quran.

 Ia berkata ,”Janganlah kalian menjadi orang-orang yang berpecah belah dan berselisih setelah datang kepada mereka keterangan. Dan mereka mendapatkan adzab yang besar”.

Ia berfirman,”Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah agama mereka dan mereka (terpecah-belah menjadi beberapa golongan) tidak ada sedikit pun tanggung jawabmu terhadap mereka”. Ibnu Katsir menjelaskan makna ayat ini,”Ayat ini secara umum menerangkan orang yang memecah-belah agama Allah dan mereka berselisih. Sesungguhnya Allah mengutus nabi-Nya dengan petunjuk dan agama yang benar agar memenangkannya atas semua agama. Syariatnya adalah satu yang tidak ada perselisihan dan perpecahan padanya. Barang siapa yang berselish padanya maka merekalah golongan yang memecah belah agama seperti halnya pengikut hawa nafsu dan orang-orang sesat. Sesungguhnya Allah taala berlepas diri dari apa yang mereka lakukan”.

Ibnu Taimiyah menegaskan bahwa syiar ahli bidah adalah perpecahan,”Oleh karena itu al-Firqatun Najiah disfati dengan Ahlus Sunnah wal Jamaah dan mereka adalah jumhur dan kelompok terbesar umat ini. Adapun kelompok lainnya maka mereka adalah orang-orang yang nyleneh, berpecah belah, bidah dan pengikut hawa nafsu. Bahkan terkadang di antara firqah-firqah itu amat sedikit dan syiar firqah-firqah ini ialah menyelisihi al-Quan, as-Sunnah serta ijma”.  

 

2. MENGIKUTI HAWA NAFSU  

Dialah sifat mereka yang paling kentara. Allah taala berkata mensifati mereka, “Maka kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya”.

Ibnu Katsir berkata,” Yakni ia berjalan dengan hawa nafsunya. Apa yang dilihat baik oleh hawa nafsunya maka ia lakukan dan apa yang dilihatnya jelek maka ia tinggalkan. Inilah manhaj Mutazilah dalam menganggap baik dan jelak denga logika mereka”.

Nabi telah mengabarkan bahwa hawa nafsu tidak akan terlepas dari ahli bidah dalam hadits perpecahan di mana beliau mengatakan,”Sesungguhnya ahli kitab terpecah dalam agama mereka menjadi tujuh dua puluh millah dan sesungguhnya umat ini akan terpecah menadi tujuh puluh tiga millah -yakni hawa nafsu- semuanya di neraka kecuali satu millah yaitu al-Jamaah.

Sesunguhnya akan muncul pada umatku beberapa kaum hawa nafsu mengalir pada mereka sabaimana mengalirnya penyakit anjing dalam tubuh mangsanya. Tidak tersiksa darinya satu urat dan persendian pun kecuali diamasukinya”. 

3. MENGIKUTI AYAT-AYAT YANG SAMAR     

Sifat mereka ini telah Allah kabarkan dalam firman-Nya,”…Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan maka mereka mengikuti sebagian ayat-ayat yang samar untuk menimbukan fitanh dan untuk mencari-cari takwilnya”.

Bukhari meriwayatkan hadits dari Aisyah katanya,”Rasulullah membaca ayat ini,”Dialah yang menurunkan al-quran kepada kamu di antara isinya ada aya-ayat yang muhkamat. Itulah pokok-pkok isi ajaran al-Quran dan yang lain ayat-ayat mutasyabihat. Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan maka mereka mengikuti sebagian ayat-ayat yang mutasyabihat untuk menimbulkan fitnah dan untuk mencari-cari takwilnya …sampai ayat … orang-orang yang berakal”. Ia berkata,” Rasulullah, berkata, Bila engkau melihat orang-orang yang mengikuti ayat-ayat mutashyabihat maka merekalah yang Allah namakan sebagai orang-orang yang harus dijauhi”.

Dari Amiril Mukminin Umar bin Al-Khathab katanya,”Akan datang manusia mendebat kalian dengan ayat-ayat mutaysabihat maka balaslah mereka dengan sunah-sunnah karena Ahlus Sunnah lebih mengetahui akan kitabullah”.   

4. MEMPERTENTANGKAN SUNNAH DENGAN AL-QURAN  

Termasuk tanda ahli bidah adalah mempertentangkan al-Quran dengan sunnah dan merasa cukup mengambil al-quran dalam pelaksanaan hukum-hukum syara sebagaimana yang diberitakan Nabi: “Seorang laki-laki hampir bersandar di atas ranjangnya dibacakan haditsku lalu mengatakan,”Antara kami dan kalian adalah kitabullah. Perkara halal yang kita temukan padanya maka kita halalkan dan perkara haram yang kita temukan padanya maka kita haramkan. Ketahuilah apa-apa yang Rasulullah haramkam adalah sama dengan apa yang Allah haramkan.

Al-Imam Al-Barbahari mengatakan :”Bila kamu melihat seorang mencela hadits atau menolak atsar /hadits atau menginginkan selain hadits, maka curigailah keislamnnya dan jangan ragu-ragu bahwa dia adalah ahli bidah(pengikut hawa nafsu)” Beliau berkata:”Bila kamu mendengar seorang dibacakan hadits di hadapannya tetapi ia tidak menginginkannya dan ia hanya mengingnkan al-Quran maka janganlah kamu ragu bahwa dia seorang yang telah dikuasai oleh kezindikan. Berdirilah dari sisinya dan tinggalkanlah ia!”

Mempertentangkan sunnah dengan al-Quran dan menolaknya bila belum ditemukan pada al-Quran apa-apa yang menguatkan sunnah, termasuk tanda ahli bidah yang paling kentara. Nabi telah mengabarkannya sebelum terjadi dan benarlah beliau. Sekarang apa yang beliau kabarkan telah terjadi. Sungguh kita mendengar dan membaca peristiwa semisal itu dari sebagian ahli bidah pada jaman dulu. Hingga kita melihat salah satu dari ahli bidah dan orang sesat jaman sekarang menghujat kitab shahih Bukhari yang telah disepakati oleh umat ini keshahihannya.Ia yakin bahwa padanya terdapat seratus dua puluh hadits yang tidak shahih yang ia sebut sebagai hadits Israiliat. Ia menghilangkannya dan mempertentangkannya dengan al-Quran kemudian ia bantah dan ingkari. Tampillah seorang tokoh ulama sekarang menentang, meruntuhkan sybuhatnya (kerancuannya), menolak kebatilannya, menampakkan penyimpangan dan kepalsuannya dengan karyanya untuk membantahnya dan orang yang menempuh jalanya, ahli bidah. Semoga Allah membalas amalnya dengan sebaik-baik pembalasan.   

5. MEMBENCI AHLI HADITS   

Termasuk tanda ahli bidah adalah membenci dan mencela ahli hadits dan atsar. Dari Ahamad bin Sinan al-Qaththan katanya: “Dan tidaklah ada di dunia ini seorang mubtadi pun kecuali membenci ahli hadits”.

Abu Hatim ar-Razi berkata,”Tanda ahli bidah adalah mencela ahli hadits dan tanda orang zindik adalah menamakan Ahlus Sunnah bengis. Dengan sebutan itu mereka menghendaki hilangnya hadits”.   

6. MENGGELARI AHLUS SUNNAH DENGAN TUJUAN MERENDAHKAN MEREKA    

Termasuk tanda mereka adalah menggelari Ahlus Sunnah(yang bertolak belakang dengan sifat mereka) dengan tujuan merendahkan mereka.

Abu Hatim ar-Razi berkata:”Tanda Jahmiah adalah menamakan Ahlus Sunnah musyabbahah(menyerupakan Allah dengan mahluk). Ciri-ciri Qadariah adalah menamakan Ahlus Sunnah mujabbirah(mahluk tidak mempunyai kehendak.) Ciri-ciri Murjiaah adalah menamakan Ahlus Sunnah menyimpang dan mengurangi.Ciri-ciri Rafidhah adalah menamakan Ahlus Sunnah nashibah(mencela Ali). Ahlus Sunnah tidak digabungkan kecuali kepada satu nama dan mustahil nama-nama ini mengumpulkan mereka.

Al-Barbahari berkata,”Dan orang yang tertutup(kejelekannya) adalah yang jelas ia tertutup(kejelekannya) dan orang yang terbuka kejelekannya adalah orang yang jelas aibnya. Bila kamu mendengar seorang mengatakan fulan Nashibi, ketahuilah bahwa ia adalah Rafidly. Bila kamu mendengar seorang mengatakan fulan musyabbihah atau fulan menyerupakan Allah dengan makhluk, ketahuilah bahwa ia adalah Jahmy. Bila kamu mendengar seorang berkata tentang tauhid dan mengatakan,”Terangkan padaku tauhid!”, ketahuilah bahwa ia adalah Kharijy dan Mutazily. Atau mengatakan, fulan Mujabbirah atau mengatakan, dengan ijbar atau berkata dengan adilm ketahuilah bahwa ia adalah Qadari karena nam-nama ini bidah yang dibuat-buat oleh ahli bidah”.

Syaikh Ismail as-Shabuni mengatakan,”Ciri-ciri ahli bidah amat jelas dan terang Sedang tanda-tanda mereka yang paling jelas adalah sangat keras memusuhi para pemilkul hadits, dan menghinakan mereka dan mengelari mereka kaku,bodoh,dhahiri,(tekstual) musyabbihah(golongan yang menyerupakan Allah dengan mahluk). Semua itu didasari keyakinan mereka bahwa hadits-hadts itu masih berupa benda mentah (bukan ilmu). Dan yang dinamakna ilmu adalah ilham yang dijejalkan setan kepada mereka, hasil dari olah akal mereka yang rusak, intuisi hati nurani mereka yang gelap….   

7. TIDAK BERPEGANG DENGAN MADZHAB SALAF   

Syaikhul Islam berkata,”Kelompok-kelompok bidah yang terkenal di kalangan Ahlus Sunnah wal Jamaah yang tidak menganut madzhab salaf antara lain kelompok: Rafidhah, sampai orang awam tidak mengetahui syiar-syiar bidah kecuali rafdl(menolak kepemimpinan khulafaur rasyidin selain Ali). Dan sunni menurut istilah orang awam adalah orang yang bukan rafidhi ….Sehinga diketahui syiar ahli bidah menolak madzhab Salaf. Oleh karena itu dalam risalah yang ditujukan kepada Abdus bin Malik Imam Ahamad berkata,”Asas sunnah menurut kami adalah berpegang dengan apa yang dijalani sahabat Muhammad…”.   

8. MEMVONIS KAFIR ORANG YANG MENYELISIHI MEREKA TANPA DALIL  

Dalam banyak tempat Syaikhul Islam menyebutkan tentang bantahan terhadap orang yang menvonis orang yang masih belum jelas kekafirannya,”Pendapat ini tidak diketahui dari seorang sahabat, tabiin, yang mengikuti mereka dengan baik dan tidak pula dari salah satu imam tetapi ini termasuk salah satu pokok dari pokok-pokok ahli bidah yang membuat bidah dan menvonis kafir orang yang menyelisihi mereka semisal Khawarij, Mutazilah dan Jahmiah”.

Beliau berkata,”Khawarij,Mutazilah, dan Rafidhah, menvonis kafir Ahlus Sunnah wal Jamaah. Golongan yang belum mereka vonis kafir maka mereka vonis fasik. Demikian juga mayoritas ahlul ahwa menvonis bidah dan kafir golongan yang menyelisihi mereka berdasarkan logika semata.

Akan tetapi Ahlus Sunnah adalah golongan yang mengikuti kebenaran dari rab mereka yang dibawa oleh rasul-Nya,tidak menvonis kafir golongan yang menyelisihi mereka. Mereka golongan yang paling tahu tentang kebenaran dan kondisi manusia”.

Syaikh Abdul Lathif bin Abdur Rahman Alu Syaikh ditanya tentang orang yang menvonis kafir sebagian golongan yang menyelisihinya. Beliau menjawab,”Jawabannya, Saya tidak mengetahui sandaran ucapan itu. Berani menvonis kafir golongan lain yang menampakkan keislaman tanpa dasar syari dan keterangan yang akurat menyeilisihi manhaj para pakar ilmu agama dari kalangan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Jalan ini adalah jalannya ahlul bidah dan orang-orang sesat”.

 

Allahu ‘alam


Aksi

Information

4 responses

7 05 2009
Ihya’ut Turots

Ana Pelajari dan Baca2 ilmu2 dari salafi diblog2 nya
Ternyata tulisan2 yg dicantumkan dan berasal dari ulama2 behula itu tidak mereka fahami
mereka asal comot tulisan
Buktinya banyak hal2 yang keluar dari tulisan/mulut mereka mereka bantah sendiri
Salah satu contoh:
dari tulisan salafi ttg Pokok pokok Sunnah Menurut Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah:
“Mendengar dan taat pada Imam dan Amirul mukminin yang baik ataupun yang fajir.dan juga wajib taat kepada orang yang menjabat kekhalifahan karena manusia telah berkumpul (ba’iat) dan ridha kepadanya, dan juga taat kepada orang yang memberontak mereka dengan pedang hingga menjadi khalifah dan dinamakan amirul mukminin.”
Namun diblog ini salafi menganggap Pergantian Presiden dg tanpa pedang (tidak dibunuh) itu dianggap bisa dikatagorikan ganti ulil amri,padahal presiden yg lama masih hidup.Juga pengangkatan presdien tanpa bai’at.
Tulisan Lain:
“Sunnah menafsirkan Al Qur’an dan Sunnah menjadi dalil-dalil (sebagai petunjuk dalam memahami) Al Qur’an, tidak ada qiyas dalam masalah agama, tidak boleh dibuat pemisalan – pemisalan bagi Sunnah, dan tidak boleh dapat dipahami dengan akal dan hawa nafsu, kewajiban kita hanyalah mengikuti Sunnah serta meninggalkan akal dan hawa nafsu.”
Di blog2 salafii ada tulisan entah ulama siapa yg dipakai rujukan yg isinya:
Secara umum kata jahiliyyah itu sendiri tidak menunjukan kufur karena makna Jahiliyyah terambil dari kata (الجَهْل ) jahl yang berarti bodoh. Jaman jahiliyyah adalah jaman kebodohan, yang dimaksud dalam istilah syariat kita adalah keadaan yang ada padanya orang-orang arab sebelum Islam dari kebodohan terhadap Allah, para Rasul-Nya dan syariat-Nya.”

Mereka mamaknai matijahiliyah dg dikiaskan,dg hawanafsu padahal mati jahiliyah itu mati Kafir seperti matinya Abu Jahl, hal ini ada juga di tulisan Imam Ahmad bin Hambal:
“Barangsiapa yang memberontak kepada Imam kaum muslimin setelah mereka berkumpul dan mengakuinya sebagai khalifah, dengan cara apapun dengan ridha maupun dengan paksa, maka pemberontak itu telah memecahkan persatuan kaum muslimin dan menyelisihi atsar dari Rasulullah Shalallahu ’alaihi wasallam, kalau dia mati dalam keadaan memberontak maka dia mati dalam keadaan mati jahiliyah.”

Imam Ahmad mengartikan mati jahilyah disini bukan mati menentang saja/hanya dosa saja tapi mati sama dg matinya Abu Jahl

27 03 2011
ardi

Lebih baik orang-oarang salafi ini berdakwah ke orang-orang yang belum beragama yang ada di pelosok=pelosok hutan, pinggir=pinggir gunung, sekalian bantu kehidupan mereka dalam hal ekonomi, pendidkan, dan muammalah lainnya seperti yang dilakukan oleh para Wali Songo terdahulu. daripada menbid’ahkan orang lain. bikin ribut aja,,,.!

27 03 2012
dennie

Merasa diri paling benar aja udah salah mas…..

memang merasa diri paling benar tanpa di ikuti oleh dalil yang “membenarkan” perasaan paling benarnya itu memang salah,.. tapi bila seseorang mengikuti petunjuk yang paling benar dan dia merasa “paling benar” tentunya tidak salah bukan ? atau bagaimana..?

29 03 2012
dennie

dia merasa paling benar itu sudah salah, boleh petunjuk itu benar tapi siapa dulu yang memahami isi dari petunjuk itu sendiri,. bisa jadi kita memahami satu ayat hadist atau yang lainnya, jika yang memahami adalah orang yang salah maka terjadilah kerancuan yang akan timbul dari persepsi diri pribadi. satu bangunan gedung jika dilihat dari berbagai sisi maka akan timbul pemandangan yang berbeda pula kan? tapi apa itu dikatakan salah jika yang dilihat adalah bangunan yang sama tapi beda posisi. sebagai contohnya maulid nabi besar Muhammad SAW,. banyak perbedaan pendapat, ada yang Mebolehkan ada pula yang serta merta bilang itu adalah sesat yang sesat sesatnya,, kenapa ada yang membolehkan krn mereka mempunyai sandaran Ayat dan Hadist nya, kenapa ada yang membidahkan krn mereka juga pasti mempunyai sandaran Ayat dan Hadistnya,. jadi ga boleh dong yang namanya memvonis bahwa pendapat kitalah yang paling benar atas petunjuk yang paling benar,.Ayat dan dalilnyakah yang salah, atau kitalah yang memakai dalil tersebut ditempat yang salah?..

maaf,… saya melihat ada kontradiksi dalam kalimat anda diatas,.. ketika anda menyalahkan “orang yang merasa paling benar” mahfum nya anda “mengklaim” bahwa andalah yang paling benar .. jadi kontradiksi bukan ?? :)

ya memang demikianlah akar perselisihan, kebanyakan orang memahami islam dengan pemahamannya sendiri, pemahaman kelompoknya atau pemahaman ulama yang salah dalam memahami dalam hingga seperti yang kita lihat… banyak “aliran” dalam islam.
maka dari itu penting bagi ummat untuk kembali kepada pemahaman dimana islam pertama kali turun, yaitu pemahaman Sahabat Rasulullah dimana mereka dibimbing langsung dan menyaksikan langsung pengamalan Rasulullah shallalahu ‘alaihi wassalam sehingga mereka utuh dan sama dalam “memandang” islam dari sisi manapun, tidak seperti analogi anda diatas…

anda mengangkaat contoh yang menurut yang menurut saya kurang tepat, maulid nabi memang sama sekali ga ada dalil sebagi ibadah, mungkin anda tau dalil nya (dan maaf, kita tidak sedang membahas maulid khan ?) … bukan cuma masalah maulid,… sekte sesat seperti ahmadiyyah pun mempunyai sandaran juga yaitu ayat dan hadits, bukan berarti dalilnya yang salah tetapi pemahamannya (orangnya) yang salah…
dengan demikian kalo menurut “logika” anda , kita ga boleh mengatakan ahmadiyyah sesat karena ahmadiyyah juga berdalil dengan ayat dan hadits…

wallahu ‘alam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: