Menikahi Janda,… Mengapa Tidak ?!

30 04 2009

Meski Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam menganjurkan para pria untuk lebih mengutamakan perawan untuk dinikahi, bukan berarti beliau melarang seorang pria menikahi janda. Bukankah sebagian besar istri beliau juga janda?


Bagi seorang pria, menikahi janda juga bisa dijadikan pilihan. Apalagi jika ia berniat untuk menyantuni seorang wanita yang tidak lagi bersuami dan anak yatim yang kehilangan kasih sayang seorang ayah. Jika dilakukan dengan ikhlas, semua itu insyaallah akan membuahkan pahala yang besar.


Memang harus diakui, gadis perawan tentu memiliki banyak kelebihan dibandingkan seorang janda. Akan tetapi, janda pun punya satu kelebihan dari perawan, yaitu ia lebih berpengalaman ! Ya, karena ia sudah pernah berumah tangga. Dengan begitu, diharapkan dia bisa mengurus rumah tangganya dengan lebih baik.


Jika dulu ia pernah gagal membina keluarga bersama suami pertamanya, maka diharapkan ia bisa belajar dari pengalamannya itu untuk kemudian lebih introspeksi dan memperbaiki diri. Sehingga jika kemudian ia menikah lagi, ia akan berusaha menjaga keutuhan rumah tangganya, agar tidak karam sebagaimana yang pertama.


Pilih yang Shalihah


Jika ingin menikahi janda, seorang lelaki tetap harus memperhatikan rambu-rambu yang telah diberikan Rasululah shalallahu ‘alaihi wassalam untuk memilih calon istri.

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda:

تُنْكَحُ النِّسَاءُ لِأَرْبَعَةٍ: لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَلِجَمَلِهَا وَلِدِيْنِهَا، فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّيْنِ تَرِبَتْ يَدَاكَ

, “Wanita itu dinikahi karena empat hal. Karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya. Maka pilihlah agamanya, (kalau tidak) engkau akan celaka.”

(Riwayat Bukhari dan Muslim)


Dalam Syarah Muslim, Imam Nawawi menjelaskan bahwa barangsiapa yang memilih karena pertimbangan agama, maka akan mendapatkan kebaikan dan barakah serta terlindung dari berbagai mafsadat. Ini buah dari mulianya akhlak dan kebaikan wanita pilihannya.


Adapun mengenai gambaran akhlaq wanita shalihah, adalah yang selalu menyenangkan hati suaminya bila dipandang, selalu taat pada suaminya, tidak pernah melanggar perintahnya serta tidak berkhianat dalam mengelola harta suaminya. Wanita seperti inilah sebaik-baik perhiasan dunia, yang layak dimiliki oleh lelaki yang shalih.


Untuk Para Janda


Untuk para saudariku yang saat ini sudah menjanda, jangan biarkan hati kalian terus-menerus dalam kesedihan.

Sungguh, meski sudah tidak punya suami, tetapi kalian masih punya Allah l yang Maha Hidup. Tetaplah menjaga kecintaan dan ketaqwaan kepada Allah l,

karena Allah ta’ala berfirman,

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلائِكَةُ أَلا تَخَافُوا وَلا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ

Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, ‘Rabb kami ialah Allah’, kemudian mereka bersikap istiqamah, maka akan turun malaikat kepada mereka (dengan mengatakan), ‘Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih, dan bergembiralah kamu dengan surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu.’”(Fushshilat:30)


Berusahalah untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Allah, dan jagalah akhlak kalian baik di dalam maupun di luar rumah. Sebisa mungkin, kurangilah aktivitas di luar rumah.

Jika terpaksa harus keluar rumah, jangan lupa untuk senantiasa menutup tubuhmu dengan pakaian yang syar’i. Jika mungkin, mintalah salah seorang mahrammu untuk menemanimu.

Ingatlah bahwa keanggunan dan kesendirianmu bisa menjadi fitnah bagi lelaki. Karena itu, berhati-hatilah dan jangan lupa berdoa dalam memulai setiap langkahmu.


Jika kamu merindukan kasih sayang seorang suami sebagaimana dulu pernah engkau miliki, maka berdoalah kepada Allah agar memberikan yang terbaik untukmu. Sungguh Allah telah berjanji untuk mengabulkan doa hamba-Nya, akan tetapi engkau pun harus bersabar. Yang terpenting, jangan pernah berputus asa dari rahmat Allahu ta’ala. Sesungguhnya setelah kesulitan itu ada kemudahan.


Tambahan faedah : ( tambahan faedah ini merupakan tulisan dari Ukht Ummu Rumaisha)


Janda adalah status semata yang sama halnya dengan “menikah”, “tidak menikah”, “duda”, “perjaka”, “perawan” dan kata sandang lainnya yang beredar di masyarakat.

Terkadang dalam hidup seseorang harus berhadapan dengan pilihan yang sulit bila masalah akhirnya menyebabkan pernikahannya kandas. Atau ketika kuasa Tuhan bicara lain dari rencana sepasang manusia, dan membuat yang ditinggalkan harus menjalani hidup sendiri.

Kalau dalam ajaran agama Islam posisi janda ini diletakkan sedemikian rupa yang harus kita hormati, rasanya tidak adil menempatkan mereka dalam kenegatifan. Dan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam pun beristrikan para janda yang ditinggal suaminya meninggal di medan perang, karena beliau ingin menjaga kehormatan para wanita tersebut dan menjamin masa depan anak-anaknya. Sedangkan dalam mayarakat beberapa dari kita menempatkan seorang janda layaknya obyek tabloid gosip. Rasanya ganjil kalau kita timpang sebelah memberikan cap yang kurang baik pada seorang janda, sedangkan bagi seorang duda, sepertinya hal yang biasa saja.


Ketika kita memutuskan untuk memberikan cap tertentu pada sebuah status, tengoklah kembali siapa diri kita sebenarnya ini.

Kenapa kita tidak bisa melihat seseorang karena dia adalah pribadi yang menarik, welas-asih, baik hati atau periang?

Kenapa kita tidak bisa mengukur seseorang karena kepandaiannya memasak, merangkai bunga, ilmu dan agamanya?

Apa perlu kita mencampur adukkan status seseorang dengan kemampuannya dalam masyarakat dan memberikan nilai rendah hanya karena dia berbeda?

Status, apapun itu, apalagi seorang janda, mestinya membuat kita berpikir keras. Berpikir bagaimana si wanita itu menghidupi keluarganya, kalau dia memiliki anak . Berpikir bagaimana bisa berlaku profesional di kantor, bukannya menyulut gosip-gosip iseng tentang kawan kerja yang seorang janda. Semestinya kita terus belajar dengan berkaca pada orang lain, karena di beberapa hal bisa jadi kita ini lebih beruntung.

Terlepas dari semua itu, semua janda-muda harus memikul beban yang tidak mudah, apalagi bila mereka sudah dikaruniai keturunan. Selain harus menghidupi dirinya sendiri, sang janda muda juga harus bisa berdiri tegar untuk menghidupi anak-anaknya.


Sedangkan untuk urusan asmara, janda-muda suka dihadapkan oleh kendala penolakan dari keluarga laki-laki.


Saya sendiri suka menemukan kisah-kisah di mana para janda-muda harus rela patah hati karena keluarga pihak laki-laki menolak kehadiran mereka.


Dari berbagai alasan yang disampaikan, penolakan keluarga laki-laki atas kehadiran seorang janda-muda sedikit banyak dipengaruhi oleh bagaimana masyarakat melihat sosok janda-muda itu sendiri.


Sosok seorang janda muda mau tidak mau sering dikaitkan dengan persepsi “bekas” atau “second hand“. Akibatnya, janda-muda seperti mengalami penurunan kualitas sebagai calon pasangan hidup. Terlebih lagi bila jandanya disebabkan oleh perceraian.


Saya pribadi menolak pandangan seperti ini. Karena seorang janda muda hanyalah seseorang yang memang punya jalan hidup seperti itu, terlepas dari ditinggal mati ataupun karena bercerai.


Ketika seorang wanita muda menjanda, tidak serta merta dia jadi turun kualitasnya, dan bukan pula berarti dia jadi kurang cocok untuk jadi pasangan hidup dibanding dengan wanita-wanita yang masih lajang.


Memutuskan untuk meminang seorang janda muda memang punya kendalanya sendiri. Selain penolakan, kita juga harus mau berbesar hati menerima anak-anaknya, dan mungkin suatu saat harus berhadapan dengan mantan suami juga. Hal-hal seperti inilah yang mungkin dipandang sebagai excess baggage nya janda-muda.
Bagi seorang laki-laki, kondisi tersebut tentunya akan berdampak pada ketahanan psikologis, fisik dan ketahanan ekonominya.
Namun semua kembali pada pilihan.


Bila sang janda-muda memang bisa memberikan yang selama ini kita cari dan bisa memberikan kedamaian hati, sudah selayaknyalah kita memperjuangkan dirinya untuk dijadikan pasangan yang akan menemani kita sampai hari tua nanti.


bersabarlah dengan kesabaran yang tinggi……wahai ukhti Muslimah yang mengharapkan wajah NYA ta’ala
Ingatlah firman Allah ta’ala , berikut ini :

قُلْ يَا عِبَادِ الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا رَبَّكُمْ لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا فِي هَذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةٌ وَأَرْضُ اللَّهِ وَاسِعَةٌ إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ

.” Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang beriman. bertakwalah kepada Tuhanmu.” Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah Yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas. “(QS.AZ ZUMAR :10)

bersabar dan bertaqwalah dengan sebenar benar taqwa, yakinlah Allahu ta’ala akan memberikan yang terbaik wahai ukhti muslimah

وَاصْبِرْ لِحُكْمِ رَبِّكَ فَإِنَّكَ بِأَعْيُنِنَا وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ حِينَ تَقُومُ

Dan bersabarlah dalam menunggu ketetapan Tuhanmu, maka sesungguhnya kamu berada dalam penglihatan Kami, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu ketika kamu bangun berdiri, (QS Ath Thuur : 48)



sumber materi : Sakinah.Vol 5,no.10 (Ummu Aslam), dengan tambahan Faedah dari Ummu Rumaisha

artikel ini diambil dari blog Ummu Rumaisha di

http://kotakarsip.blog.friendster.com/2009/04/menikahi-janda-mengapa-tidak/


Tindakan

Information

109 tanggapan

30 04 2009
rampadan

Kalau buat saya, yg penting bukan perawan atau jandanya.
Yang penting cocok, seiman, dan bs merubah saya menjadi lebih baik, bs memperingatkan saya disaat saya salah.

30 04 2009
ummu hanifah

assalamu’alaykum

subhanalllah, walhamdulillah akhy telah menurunkan arikel ini,

*** Ketika kita memutuskan untuk memberikan cap tertentu pada sebuah status, tengoklah kembali siapa diri kita sebenarnya ini. ******

subhanallah !!

sebuah kalimat yang dalam maknanya, mengingatkan ana pada suatu masa,
semoga Allohu ta’ala membalas kebaikan dan memberkahi akhi serta memberikan segala kebaikan kepada ummu yang menulis artikel ini

wassalam

6 05 2009
ITA /Ummu Rumaisha

wassalamua’laikum warohmatullahi…

syukron jazakillah khairon katsiero..

semoga Allah merahmati kita semua dengan taufiq dan hidayah_NYA untuk Ummu hanifah….

barokallahu fiki..

6 05 2009
wibisono

smoga “masa” itu telah berlalu menjadi lebih baik

30 04 2009
antiqua

janda…… memang sebuah predikat yg tidak “ramah”,
nanya :
gimana dengan anda maukah anda menikah dengan janda ?

saya tidak mau berandai andai, yang jelas menikah dengan janda bukanlah suatu hal yang terlarang dan kalau kita perhatikan disekitar kita, memang seperti yg di ungkapkan ummu rumaisha memang benar bahwa stigma janda memang tidak ramah, namun pernahkah kita memperhatikan bagaimana beratnya menjadi seorang janda ??
dan tujuan ana memuat artikel diatas agar ikhwah tau bahwa menikahi seorang janda pun bisa bernilai ibadah disisi Allahu ta’ala, (apalagi janda yang sholehah) Allahu ‘alam

21 06 2010
ummu dzakwan

ummu rumaysho..memang benar menyandang status janda sgt berat,karna harus mengrungi kehidupan di dunia ini sendiri, belum membesarkan anak2 yg masih kecil2… ana jg gk menyangka bisa menyadang status itu … tp takdir Allah yg menentukan … ya janda ditinggal mati suami… berat banget.. hari demi hari yg kulalui semakinhari semakin berat.. apalagi menghadapi fitnah2 dilingkungan sekitar.. semoga Allah mempermudah langkah ku menyongsong masa depan bersama 2 putra2 ku, 2 hatiku… amien

27 01 2011
ummu Alifia

ishbbirr ummu…

ana pun menyandang status yg sama dengan ummu di usia yg sangat muda seperti sekarang ini…tapi itu tidak menjadikan ana patah semangat justru saat ini ana prioritaskan amanah yg tlah ALlah titipkan utk ana tarbiyahkan menjadi anak yg soliha…ana harus bener2 survive menghadapi pandangan2 miring orang2 yg menilai status janda tidak baik..

semoga Allah menguatkan dan memudahkan langkahku…serta menambahkan kesabaran bagi ana untuk mendapat seorang imam :)

3 04 2012
Aladin Didin

trus brjuang mghdpi sglax,ummu usiax brpa?

23 07 2011
Merlina Imel

sy juga merasakan berstatus janda,sngt2 berat menjalani ini smua,terlebih dlm membiayai anak yg sdg sklh.smoga sy bisa melewati ini smua..amin

18 10 2011
rudi

amien

30 04 2009
cuma aku

yah… begitulah kalo khilafah tidak tegak berdiri, janda pun harus bekerja keras, coba kalau khilafah berdiri tentu tidak demikian

apakah semuanya dikarenakan ketiadaan khilafah ??

26 06 2011
oi

ga ada hubungannya blas.

30 04 2009
BaNi MusTajaB

Tulisan menarik dan mencerahkan. Semoga bermanfaat untuk semuanya.

1 05 2009
Abu Hafsh Hermansyah

Alhamdulillah Meskipun berubah nama status insyaAllooh dengan kesabaran akan tetap berbuah manis baik di surga atau di dunia.

hm…

kalo janda masih dibolehkan nikah lagi, jangan lupa kalau target nikahnya juga boleh pria dewasa yang …
- perjaka
- pria beristri kurang dari 4
- pria yang ditinggal istri baik pisah atau meninggal

he he

1 05 2009
mesin kasir

tapi jaman sekarang poligami di sorot santer, kayaknya para pejuang kesetaraan gender lebih senang melihat kaumnya yg lemah harus berjuang keras untuk menapkahi diri dan anaknya, bahkan maaf hampir 85 % lebih psk dan sejenisnya berstatus janda, cuma sayangnya juga banyak lelaki yg iseng pada status janda, cuma di permainkan untuk kenikmatan sesaat oleh karenanya problematika in yang perlu di benarkan cara memandangnya, mereka adalah kaum wanita lemah yang perlu diayomi dan dilindungi bukan di exploitasi

2 05 2009
adi abdullah

ya, begitulah pejuang keseteraan gender ‘ala barat adalah orang yang jahil terhadap ad dien, dimana Islam telah mendudukan kaum wanita pada tempat yang mulia, tidak seperti yang selama ini diperjuangkan oleh pejuang feminisme yang dapat kita saksikan sendiri bagaimana kerusakan yang diakibatkannya, …..

1 05 2009
Billy Koesoemadinata

janda? hmm..
pilih yang masih gadis aja dulu deh..

1 05 2009
Rindu

Menikah dengan duda, mengapa tidak? :)

12 05 2010
eddy mulyatno

islam mmg memudahkan pernikahan

7 01 2012
lilik

Rindu msh gadis atw janda? umur kamu brp? sy duda 3 anak pengen cari gadis atw janda yg penting seorang wanita yg sholeha !

1 05 2009
ummu sa'id

Subhanallah…
Jika saat ini (di jaman ini) masih terdapat pemuda sholeh (bujang) yang bersedia menikahi seorang janda…
Menurut ana itu adalah hal yang sangat langka terjadi. Bahkan yang ana tahu sekarang ini banyak Pemuda (ikhwan single) yang mencari akhwat dengan kriteria umur sekian…tidak boleh lebih dari umur sekian…
Padahal di Jaman ini telah nampak sudah tanda-tanda kiamat yaitu semakin banyaknya jumlah wanita dibanding laki-laki.
Para akhwat butuh ikhwan-ikhwan seperti ini…!!!

6 05 2009
wibisono

adakah janda yg lancar membaca al-qur’an & fasih berbahasa arab?
ana seorang penuntut ilmu dan menginginkan pendamping yg bisa mengasah ilmu, hatta itu seorang janda. Lillah, Billah, Fillah

7 05 2009
ITA /Ummu Rumaisha

Bismillahirrahmanirrahiem….untuk ummu Sa’id..

akan selalu ada ikhwan-ikhwan (single) yang mau menerima status janda …seperti halnya sahabat abu Talhah terhadap Ummu Sulaim yang beliau berstatus janda anak satu (anas radhiallahu ‘anhu)

akan selalu ada ikhwan-ikhwan..(single)..yang mau mengemban amanah dan bertanggung jawab atas apa dan bagaimanapun si Janda tersebut…
sebab ‘status’ hanyalah peran..di dunia yg fana…
sebab ‘ label’ sekedar stempel…yang sesaat di jalani…

Dan Allah yang Maha Mulia dan bertanggung jawab terhadap takdir-NYA…
DIA memiliki Hikmah yg dalam atas semua peristiwa yang telah digariskan-NYA…

karena DIA-lah yg Maha Dermawan dan Maha penyayang kepada Hamba-hamba_NYA yang beriman dan bertaqwa…

dalam sebuah hadits dari Thalhah bin Ubaidillah radhiallahu anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallahu a’laihi wa sallam, bersabda :
“ Sesungguhnya Allah itu Jawwad (Maha Dermawan) mencintai kedermawanan dan mencintai akhlak yang luhur , serta membenci akhlak yang rendah.” ( Shahih, HR. Al-Baihaqi dalam kitab Syu’abul Iman dan Asy-Syayi dalam musnad-nya, 1/80, Abu Nu’aim dari Ibnu Abbas radhiallahu anhu dalam Hilyatul auliya. Asy-Asyaikh Al-Albani rakhimallahu menshahihkannya dalam Shahihul Jami’ Ash-Shaghir no.1744)
Dalam hadits yang lain, hadits qudsi :
“ Dan seandainya yang pertama di antara kalian (hamba-hamba-KU) hingga yang akhir di antara kalian yang hidup dan yang mati di antara kalian, yang basah maupun yang kering di antara kalian, berkumpul dalam satu hamparan. Lantas setiap orang di antara kalian meminta sesuatu hingga akhir yang dia angan-angankan, lalu AKU beri semuanya apa yang dia minta, maka itu tidak akan mengurangi sebagianpun dari kerajaan-KU kecuali seperti jika seseorang di antara kalian melewati sebuah lautan lalu mencelupkan jarumnya ke dalamnya lalu mengangkatnya lagi. Hal itu karena AKU adalah JAWWAD ( Maha Dermawan) Maha Mulia. AKU berbuat semauku, pemberian-KU adalah ucapan dan azab-KU adalah ucapan . Sesungguhnya perintah-KU terhadap sesuatu adalah bila AKU mnghendaki tinggal mengatakan kepadanya : “ JADILAH” , maka akan terjadi.” ( Shahih,HR.At-Tirmidzi dari Abu DZar radhiallahu anhu, Kitab Shifatul Qiyamah bab 48 ,no. 2495)

Ibnul Qoyyim rahimallahu , mengatakan :
DIAlah Yang Maha Dermawan,
Meliputi seluruh alam dengan keutamaan dan kebaikan-NYA
DIAlah Yang Maha Dermawan,
Tidak menelantarkan siap yang memohon kepada-NYA,
sekalipun dari umat yang kafir

AL FAQIR ILLA MAGHFIRATI RABBIHI….

24 07 2010
henry Iqbal

Ok…… setuju tuh….
tolong di bantu untuk kemudahan urusan ikhwan yang udah punya niat tulus untuk segera menikahi seorang janda….. semoga Allah memberkahimu ddan kalian berdua nantinya, ….semoga…!!!

7 05 2011
dra

ada insya4JJI…

7 05 2011
dra

dengan niat baik untuk mengangkat dari segala keterpurukan, kesusahan… mengapa tidak dan belum tentu yg masih single sebaik yg sudah janda.

2 05 2009
aku lagi

waduh… beginilah jama’ah salafy .. sok tau… kujelasin… khilafah merupakan wasilah untuk kebangkitan dan kejayaan kaum muslimin, dan seperti yang anda lihat tidak hanya masalah janda, masalah dunia islampun seperti krisis gaza dsb, kaum muslimin seperti bola yg ditendang kesana kemari, karena apa ? karena tdk adanya khilafah dimuka bumi !! jadi… khilafah adalah wajib…!

khilafah memang akan tegak berdiri sesuai degan janji Allahu ta’ala dan kejayaan Islam akan datang,…. namun apakah semuanya dikarenakan ketiadaan khilafah ??

kenapa antum (dan ikhwah yang berpemikiran seperti antum) tidak ber instropeksi diri, ??

kenapa antum tidak menisbatkan segala permasalahan dan kemunduran serta bencana yg menimpa kaum muslimin kepada kejahilan kaum muslimin kepada dien nya ,dan lemahnya iman kepada Allahu ta’ala, seperti dijelaskan oleh Rasulullah shalallahu ‘alahi wassalam ??

bukankah pernah terjadi hancurnya khilafah baghdad oleh pasukan tartar juga terjadi pada saat adanya Khilafah ???!

lalu,…..
kenapa bisa ??? dan benarkah khilafah adalah satu satunya obat yang mujarab bagi semua persoalan kaum muslimin ??? La….!! tidak…

perhatikan yaa akhy kariim…:

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda :

أَنَّهَا سَتَكُونُ فِتْنَةٌ ” فَلَمْ يَسْمَعْهُ كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ ، فَقَالَ مُعَاذُ بن جَبَلٍ : أَلا تَسْمَعُونَ مَا يَقُولُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ؟ فَقَالُوا : مَا قَالَ ؟ قَالَ : ” إِنَّهَا سَتَكُونُ فِتْنَةٌ ” ، فَقَالُوا : فَكَيْفَ لَنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ ؟ وَكَيْفَ نَصْنَعُ ؟ قَالَ : ” تَرْجِعُونَ إِلَى أَمْرِكُمُ الأَوَّلِ

”Sesungguhnya akan terjadi fitnah”. Akan tetapi pada waktu itu banyak shahabat yang tidak mendengarnya. Maka Mu’adz bin Jabal berkata : ”Tidakkah kalian mendengar apa yang sedang disabdakan oleh Rasulullah shallallaahu ’alaihi wasallam ?”. Mereka berkata : ”Apa yang beliau sabdakan ?”. Mu’adz menjawab : ”Sesungguhnya akan terjadi fitnah”. Para shahabat bertanya : ”Lantas, bagaimana yang harus kami perbuat wahai Rasulullah ?”. Maka beliau shallallaahu ’alaihi wasallam menjawab : ”Kembalilah kepada urusan kalian yang pertama !”

[HR. Thabarani dalam Al-Kabiir no. 3232; shahih lighairihi].

wallahu ‘alam

2 05 2009
ibnu muhammad

alhamdulillah ada yang mendukung “niat saya”

alhamdulillah….. semoga Allah ta’ala memdahkan antum..

5 05 2009
ubacollege

Nyunah itu mudah, kok mau dipersusah?
barangsiapa menyelesihi sunnah dia akan binasa
belajarlah dari sebaik-baik manusia, Muhammad SAW
termasuk dalam berumah tangga.

Menikah jika tdk dilandasi dng Lillah, Billah & Fillah niscaya tidak akan Berkah
tidak akan ada ma waddah, wa rachmah, wa sakinah !
Nasihat buat ikhwan yg menjadikan tolak ukur usia dan status sebagai pertimbangan menikah : ” Carilah yg agamanya baik, karena dia bakal mendidik anak2mu ! , dan itu bisa saja didapatkan dari seorang janda” , bukankah seorang janda yg memberikan keturunan pada diri Muhammad SAW ?

Intinya, NyunnaH itu mudah ya akhi, jangan banyak bertingkaH, nanti susaH !

12 05 2009
Syifa

Menikah dengan janda……jelas sangat no problem, apalagi janda karena suami meninggal. tapi kalo janda karena cerai dengan alasan….suami penghasilannya dianggap tidak mencukupi atau karena penghasilan suami lebih kecil..cil..timbang istrinya…………..wah..perlu…hati-hati……dan pikir 100 kali….

1 06 2009
nirikip

Siap lillahi ta’ala, karna Allah semata

17 06 2009
ecy

biasa azaaa….
bikin karya yang bagus lagi yah

6 07 2009
ekaisar

subhanallah…
bagus banget…. tapi ane masih mikir2 dulu klo harus nikah ama janda. afwan bwt yg kurang setuju…

11 07 2009
@lif...

Janda/duda bukan jadi masalah semua tergantung niat karena ALLAH SWT karena menikah adalah menyempurnakan iman….

14 08 2009
Rieka Arrakika

Jadi perawan tua salah, jadi janda pun salah. Terkadang yang tidak bisa menghagai seorang janda itu adalah kaum perempuan sendiri. Kenapa saya bisa berkata seperti itu? itu dari pengalaman yang saya sendiri.

Salah satu teman ibu saya, mengadu dan meminta dicarikan dukun yang bisa memisahkan sang anak yang notabene masih muda dan perjaka dari cinta sang janda beranak dua. Dari dapur saya nguping setelah sang ibu itu pulang, saya langsung bombardir ibu saya dengan tanggapan hasil nguping saya, yaitu ” Mama, gak boleh dukung dia, apa mama juga mau klo suatu saat misalkan salah satu anak mama jadi janda dan dibegitukan tuh sama camer?”. Anak cowo itu lebih bisa menghargai seorang perempuan dengan status yang tidak satupun menginginkannya, kenapa mamanya yang juga seorang perempuan tidak bisa menghargai seorang perempuan?.”

Wah klo bicara masalah status perempuan…siih gue kenceng banget…akhirnya…atas kehendak Allah, aku pun diberi status janda 2 anak.

5 03 2010
klontang

insya Allah selalu ada pertolongan Allah untuk kaum janda dan anak yatim. Allah tidak tidur.

24 07 2010
henry Iqbal

ironis sekali ya rieka…… mungkin krn kelwat kencang kali yah….?
tapi jgak usah khwatir… setiap orang itu dah punya jodoh masing2 (baca deh QS 24 :26), semoga cpt menemukan pasangan hidup yang lebih baik ya…. amin….
ya Rabbal’alamiin

20 08 2009
agus

bapak ustad dan kawan netterku, alkisah temanku seorang mengaku menjadi janda, padahal dia punya suami yang syah (punya surat nikah resmi) dan belum bercerai tetapi sudah pisah ranjang tidak serumah lagi. Anak2 dan suaminya masih sering ketemu, tetapi si istri menikah lagi dengan lelaki lain secara siri (secara agama). dalam pernikahannya tdkada wali syah dari mempelai wanita (dari keluarga wanita) yang menyerahkan ke penghulu, jadi wali pernikahan sirinya tidak ada yang mewakili (menggunakan wali hakim), penghulunya apa sdh memenuhi hukum islam (syareat islam) dalam menikahkan wanita tersebut ( Apa penghulu jadi2an) dan para saksi yang mensyahkan apa cukup soheh dan bisa di terima secara syareat agama. Pertanyaannya apakah hukum tersebut syah secara agama syareat islam (yang katanya untuk menhindari Zina).juga di ragukan.
Begitulah kira2 cara para janda menghalalkan segala cara untuk memenuhi syahwatnya, atau dia jadi korban lelaki musang berjanggut yang berbulu domba. memperdaya janda (wanita) tidak berdaya untuk melampiaskan nafsunya. Gimana nih pak ustad.
Berilah pencerahan supaya semua paham, demi menambah pengetahuan kaum kita sendiri, sehingga tidak lagi menggunakan dalil2 agama untuk menghalalkan nafsu birahinya.
kerena saya benci pada sekaum yang haram di dalilkan dengan halal….

15 09 2009
Di Valentino

Subhanalloh !

Semoga Alloh membalas kebaikan yang berlipat ganda pada penulis artikel dan pemilik situs ini.

Tidak semua janda itu “gatal” or “negative” tapi dengan predikat itu kemana pun dia melangkah selalu harus extra hati-hati, meskipun dikalangan orang2 yang sudah menisbatkan diri mereka pada manhaj salaf.

Ana cuma bisa menitipkan pesan terutama kepada ikhwan2 dan dai2 bahkan ustad2 salaf. Ilmu selalu menuntut amal, jangan pernah mempermainkan hati / mendekati seorang akhwat dengan status seperti ini hanya karena dia tergolong “cukup” dengan alasan untuk mengajarinya manhaj yang haq. Sebelum antum bertingkah berpikirlah lebih matang. Malu lah pada Alloh, dengan sebab manhaj antum.

na’am…. memang tak seharusnya seorang ikhwan “mendekati” akhwat – meski berstatus gadis – kecuali dengan maksud untuk seirus menikahinya….

Once again, Syukron atas artikel ini, ana membacanya sampai berlinang airmata. Dan kepada akhwat2 senasib ; jangan pernah menyerah untuk selalu menimba ilmu, berdoa dan pasrahkan segala ujian yang menerjang.

Apalagi bila anti memiliki wajah yang tergolong cantik dan manis, berhati-hatilah. Karena Fitnah tidak hanya datang dari kaum adam, dari kaum hawa pun bisa banyak yang salah tafsir.

Insya Alloh, jika kita lebih mencintai Alloh & RasulNya, menimba ilmu karena Alloh, menjaga diri dengan baik, pertolongan Alloh akan selalu ada. Di antara banyaknya kesulitan terdapat pintu2 kemudahan….

Dan fitnah itu akan menyingkir dengan sendirinya….

Di – Cimanggis

5 10 2009
adjhee

akhirnya…terjawab juga seruan “mengapa tidaknya”

9 10 2009
salafiyunpad

ya akhi… barokallahu lak wa baroka ‘alaika wa jama’a bainakuma fi khoirin

^_^

syukron… jazakallahu khoyr…. wabarakallahu fiikum…

15 10 2009
salafiyunpad

HADIRILAH….

KAJIAN ISLAM INTENSIF UNTUK UMUM

Bersama :
Al Ustadz Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi

Waktu:
Jum’at – Ahad, 23- 25 Oktober 2009

Pukul 08.00 WIB s.d. Selesai

Termpat :
Masjid Jajar, Surakarta

Materi/Kitab :
1. Haji Bersama Rasulullah
(Kitabul Hajj, dari Bulughul Maram)
2. Identifikasi Total terhadap Pemahaman Firqoh Khawarij

Insya Allah Kajian bisa diikuti secara online/live via :
1. Paltalk : room Salafiyin
2. YM : mahad_ilmi
3. Web : http//jajar.890m.com
4. Radio Al Madinah 101.9 FM (Khusus Surakarta dan sekitarnya)

Kontak Panitia :
Arif Hidayat : 081 2153 8967,
Yasir : 0271-8096065,
Abu ‘Athif : 0271-7576679

http://salafiyunpad.wordpress.com/2009/10/14/dauroh-3-hari-bersama-al-ustadz-al-fadhil-dzulqornain-solo23-25-oktober-2009/

21 10 2009
bayu

Alhamdulillah, akhy artikel ini sungguh membantu saya semoga akhy senantiasa diridhoi oleh Allah SWT.

saat ini saya pria yg belum menikah sedang mencari jawaban yang islami dari permasalahan saya. calon istri saya adalah wanita solehah yang dicerai oleh suaminya dia memliki satu org putra yang soleh.

adalah niatan saya untuk menafkahi keduanya tanpa menimbulkan fitnah. tiada keraguan dalam diri saya hanya saja saya mencari penjelasan secara islam atas permasalahan yang saya alami.

Subhanallah.

29 10 2009
Tri

alhamdulillah, artikel yang berguna sekali….
Saya, pemuda 24 th, insyaAllah tahun depan saya berniat menikahi janda dengan 1 anak yang berumur 3 th. Pertama keluarga saya tidak mendukung, mungkin karena statusnya yang kurang enak didengar, tetapi setelah dengan sabar saya memberikan pemahaman dengan baik, akhirnya semua keluarga saya bisa menerima calon istri saya, bahkan mereka sudah tidak sabar menunggu saya menikah. Sungguh besar peranan Allah dalam membolak-balikkan hati manusia, Subhanallah!.
Sekarang kami tidak pernah bertemu, karena saya sedang menyiapkan maisyah saya, sya sedang merintis usaha saya, karena saya tahu, saya harus menafkahi calon istri saya nanti, anaknya dan juga keluarga calon istri saya (kebetulan Allah menguji keluarga calon istri saya dengan ujian miskin).
Semoga Allah meluaskan rezeki saya, sehingga saya bisa menafkahi mereka ,Amin.
Buat para ikhwan yang hendak menikahi janda dengan 1 atau 2 anak,
janganlah kalian takut ,
takutlah cuma karena Allah, takut dengan adzabNya yang dasyat…
jangan takut kepada anggapan dan persepsi masyarakat
janganlah kalian malu,
malulah cuma karena Allah, malu karena dosa-dosa kita yang demikian banyak….
jangan malu dengan status janda calon istri kita…….
Allah pasti akan mencukupkan rezeki bagi hamba-hambaNya yang senantiasa tawakkal kepadaNya…….
Subhanallah…

4 11 2010
mr x

tolong bantu saya gimana cara menyampaikan kpd orang tua dan keluarga saya

12 11 2009
artha

asslkm, janda hny status tak ad beda dg gadis…krn nyatanya kualitas seseorg bkn diliat dr statusny…yakinlah,seorg istri yg terpaksa hrs menyandang predikat janda krn sikap dzalim sang suami tak bs dianggap rendah…hidup adl pilihan,….tak selamanya janda dianggap hina,perlindungan dn penghormatan dr ikhwan jd bukti bhw pandangan negatif hny utk segelintir org sj……6bln kusandang “predikat” itu wlo tnyt takdir Allah berkata lain,kami kembali krn rasa sayangku pd anak2..meleburkan segala rasa sakit hati

1 12 2009
sapto wardhana

mengapa di saat aku menyintai dan menyayangi seorang janda muda yg usianya terpaut jauh dari usiaku,justru tidak di restui sama orang tua ku….
aku benar benar mencintai dan menyayangi nya karna Allah dan ibadahku……….
apa aku harus menikahinya tanpa restu dari orang tua ku atau aku harus patuh kepada orang tua ku……..
saudaraku tolong bantu aku dan beri aku masukan apa yagng harus aku lakukan………

5 01 2010
wied

Tulisan yang bagus…..excellent! menguatkan apa yang sudah saya niatkan dan jalankan. Menikahi janda bukanlah hal yang salah, menikahi janda juga adalah ibadah. saya semakin yakin bahwa saya tidak salah mengambil langkah (saya sudah menikah denganseorang janda beranak 2). Saya menikahinya karna cinta, karna Allah (takut akan dosa), karna ingin melindunginya….walau tidak mudah melaluinya, tapi insya Allah saya bisa melewatinya sampai akhir hayat kami berdua….tulisan yang inspiratif dan banyak memberi motivasi. terimakasih

18 01 2010
andi

Assalamualaikum

hari ni saya mencari artikel ini karena saya lagi dekat dengan seorang janda 1 anak. umurnya 23 thn anaknya berumur 1thn 9 bln.

sebenarnya saya bingung jelaskan nya. wanita ini belum bercerai secara resmi. dia di tinggalkan suaminya. semua ini berawal dari tingkah suaminya yang suka ringan tangan dengannya. bahkan saat dia mengandung, suaminya pernah menendang dia, mengusirnya dari rumah. dan berujung dengan suaminya tersebut sering keluar rumah tuk bertemu dengan wanita lain. lambat laun setiap bertengkar, suaminya sering pergi dan meninggalkan rumah. bahkan sampai tulisan ini saya buat. suaminya tidak ada kabarnya.

saya kenal dia dari tempat saya bekerja dulu. dia anak pertama. dia bekerja untuk menafkahin anaknya dan di tambah lagi dengan membantu keluarganya yang lagi di beri cobaan(miskin). ayahnya di PHK (sampai saat ini masih mencari pekerjaan), ibunya bekerja menjaga anak tetangganya dan adiknya baru saja mendapat pekerjaan. dari sisi ekonomi dia tidak tergolong cukup.

dari pandangan saya, dia wanita yang cukup baik. dia pintar mengaji, tapi saat ni shalat 5 waktunya terkadang tidak lengkap.

yang menjadi pikiran dan pertanyaan saya, dapatkah saya menikahinya?
apa yang mesti saya perbuat tuk bisa mengambil hati orang tua saya dan memberi kan ijin ke saya tuk menikahi dia?saat ini orang tua saya belum tau tentang statusnya.
mohon pencerahan dari rekan2 sekalian.

27 01 2010
abdillah

assalammualaikum..

mas andi, ya akhi..

antum, tidak perlu bingung..
Allah Maha Besar, Allah Maha Kuasa, Allah Maha Adil

antum “dapat” menikahinya..
ingat:

, “Wanita itu dinikahi karena empat hal. Karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya. Maka pilihlah agamanya, (kalau tidak) engkau akan celaka.”

(Riwayat Bukhari dan Muslim)

serahkan semua kpd Allah..
sholatlah istikharah,,
jika memang dialah kehendak Allah untuk antum..,ana yakin jalan antum akan terbuka lebar..

Wallahul musta’an

3 02 2010
hamba yg dho'if

@mas andi…

Anda dapat menikahinya tentu saja, namun karena dia saat ini masih berstatus sebagai istri orang (walau suaminya pergi entah kemana), saya amat sarankan anda bertanya mengenai hal ini pada ustadz yg mengerti ilmu syari’at agama dan muamalah jika memang anda serius punya rencana ke arah situ. Sebab anda tidak ingin punya masalah bukan jika nanti anda menikahinya suatu saat tiba2 suaminya itu pulang dan ingin kembali pada istrinya?

Dan 1 lagi saran saya saudaraku, hindari ikhtilat dengannya di tempat2 sepi yg dpt mengundang syahwat. Suruhlah ia lebih mendekatkan diri pada Allah dan ajaklah untuk melakukan kegiatan2 positif spt mengikuti taklim dan kajian2 sunnah. Insya Allah akh, niat baik anda yg tulus tentu akan dilihat oleh Allah Ta’ala. Dan klo memang ia jodoh anda, insya Allah kedepannya jalan kalian berdua akan mulus.

Semoga berhasil, saya doakan…

17 02 2010
Bimo Septa

Ass.Wr Wb

Terima kasih atas tulisannya.
Semoga Alloh SWT merestui kami..

13 04 2010
pete

ane lagy nyari nihh, ade biro jodoh ga ya?!kriteria ane cuma 2, hafal qur’an n mau berpurdah (alias semua nutup aurat). kalo antum ada yang punya tolong hubungi ane. oiye, ane bukan org alim cume seorang dokter umum, umur 28, yg jelas laki2 men. sory nih, mumpung artikelnye nyerempet2 ke pernikahan.

26 11 2011
Pink

Saya seorang janda beranak dua, semoga berkenan untuk bisa taaruf. Syukron

17 04 2010
Semarang, 19 Des 08

Subhanallah..artikel ini begitu menyentuh nurani..
Tidak ada seorang wanita pun yang ingin menjadi seorang janda. Namun ketika dihadapkan pada sebuah kenyataan dan kenyataan tersebut menjadi pilihan yang terbaik maka tidaklah berdosa untuk seorang istri memilih berpisah dari suaminya ketika di dalam rumah tangga tersebut tidak tercipta pernikahan yang sakinah dan sang suami menyakiti istri.. Pernikahan adalah pintu ibadah bagi setiap muslim, namun ketika semua itu tidak sejalan dengan harapan kita..maka bertawakkal-lah kepada Allah. Bersabarlah ketika perceraian menimpa rumah tangga kita.Janganlah menyerah hanya karena status “janda”, tetaplah mengejar mimpimu, dan perbaikilah kualitas imanmu. agar Allah memilihkan pendamping yang terbaik buatmu di dunia dan akhirat..amin.. (dari seorang janda)

24 04 2010
irmarch

“Mengharamkan” menikahi janda atau merasa bermasalah dengan menikahi janda, terutama janda cerai hidup, dikhawatirkan menjadi bentuk tasyabbuh terhadap umat nasrani yang mengharamkan perceraian (yang berimplikasi terhadap larangan mereka menikahi janda cerai hidup). Status janda tidak menunjukkan kedudukan seorang akhwat di sisi Alloh. Jika baik agamanya (walaupun baik bukan berarti sempurna pemahamannya), maka jangan jadikan status janda sebagai penghalang untuk menikahinya, walaupun laki-lakinya seorang jejaka ataupun duda.

Semoga kita mencukupkan diri dengan petunjuk dari al-Qur-an dan Sunnah ‘ala fahmi shahabat ridhwanullah ajma’iin. Allohu a’lam.

25 04 2010
Rieka Arrakika

Saya bermaksud menambahkan bahwa yang penting hati dan pikiran si pria harus benar-benar lebih siap dan kuat daripada keluarganya sendiri jika bermaksud menikahi seorang janda dengan atau tanpa anak sekalipun. Pengalaman saya adalah beberapa tahun lalu teman saya yang berkebangsaan mesir bermaksud mencoba berhubungan serius dengan saya, dan dia sudah menyiapkan segala sesuatu untuk proses dokumen pernikahan kami, mengingat kami berbeda kebangsaan. Di tengah perjalanan kami, informasi yang saya dapatkan dari dia bahwa kakak laki2 tertua tidak menyetujui hubungan kami, karena status saya, sehingga dia membatalkan niatnya menikahi saya karena dia sangat mecintai dan menghormati sang kakak yang sudah sangat bekerja keras menafkahi dia dan 5 saudara lelaki dan bundanya (mereka yatim sejak lama).

Saya sedih juga, sampai sekarangpun teman saya itu masih single, dan saya sudah beberapa kali mencoba menghilang dari pandangan dia, tapi dia tetap mecari saya sampai menelpon ke rumah orangtua saya hanya untuk memastikan bahwa saya ada.

Jadi bagi yang ingin menikahi janda, mental kalian harus benar2 siap dan kuat.

8 05 2010
Iful

Thx for artikelx…. saat ini saya sedang jatuh Hati pada seorang janda muda… dengan artikel ini, sy semakin kuat..

1 06 2010
novie

assalamualaykum… subahanalloh, artikel yg bgs smg para ummahat-para ikhwat yg blm bristri mau pun yg sdah mau menikahi-membntu kslitan seorang janda, & para ummahat merelakan diri dipoligami, demi tuk menegakkan sunnah… ingtlah jumlah wanita di dunia neh lbh bnyk… barokallohu fiik..

24 07 2010
henry Iqbal

Ukhti Novie…. dah siap u di poligami….???

29 06 2010
Ubdal

Alhamdulillah..akhirnya saya menemukan tulisan yg sangat memotivasi saya.

Saya pria single 29 tahun, saat ini sedang berniat untuk menikahi seorang janda muda beranak 1 yang dicerai suaminya 5 tahun lalu.
Dari awal perkenalan kami, saya tidak pernah ragu untuk menikahinya, walaupun dia seorang janda.

Hal ini disebabkan karena beberapa hal, yaitu ketaqwaan dan kecerdasannya dalam hal agama. Selain itu karena niat saya yang semata-mata mencari keridhoan Allah SWT dan pahala yang besar yang akan kita terima bila kita menikahi seorang janda. Bukan kah dunia ini ladang untuk mencari pahala untuk bekal di Akhirat nnt?..

Kepada penulis artikel ini, saya mengucapakan terima kasih atas pencerahannya, semoga Allah membalas budi baik Anda.

24 07 2010
henry Iqbal

Semua yang akan dilakukan berdasar pada niat yang ikhlas….
Tapi alangkah mulianya, bila semua yang dilakukan teruji karena ketha’atannya kepada ALLAH karena ingin menggapai Ridho Allah semata.
NIKAH..!! memang unik.. semua memerlukan kematangan emosional, ad-dienn dan kesiapan dan kegigihan untuk menghasilkan finansial yang lebih baik.

Kematangan bukan di ukur dari Usia yang banyak, finansial yang berlebih (mapan) physik yang dewasa.. tapi adalah keyakinan untuk menapaki jalan ke depan dengan kebersamaan.

30 09 2010
11 10 2010
radi

bagaimana seorang pria sudah punya istri mau menikahi seorang janda……trus bagaimana dengan istri yang pertama,kalo pria menikahi janda…akan bermasalah tidak..

4 11 2010
mr x

sy mengalami hal serupa, tolong dibantu gimana caranya saya bilang sama orang tua saya,,,

janda 6 taon lebih tua dari saya memiliki anak 2, saya usia 28

mohon bantuan teman”

4 11 2010
nur

saya yang mempunyai status yg tidak jelas..
di bilang janda, cerai tidak..
dibilang istri tpi sudah tidak serumah dan sudah tidak di anggap istri oleh suami..
pingin urus cerai tpi terbentur biaya.
saat ini saya dekat dengan seorang pria, yang masih lajang,,, salahkah saya jika mempunyai hubungan khusus dengannya dengan status yang tak jelas seperti ini.. huuuufffttt…

8 11 2010
M. ridwan

Asss. artikel yang bagus….. alhamdulilah saya masih diberi kesempatan untuk berbagi cerita dan pengalaman terkait topik diatas.

Saya adalah pria berumur 26 tahun…..membaca artikel diatas ingin rasanya saya berbagi…..Status Janda memang status yang tidak diinginkan oleh setiap wanita….
Karena status tersebut banyak dipandang olwh orang lain sebagai hal yang minus. Tetapi menurut saya bukan dari status tapi melainkan dari dalam diri…dan banyak juga yang tidak janda tetapi sebenarnya merekalah yang minus.
Menikahi janda apalagi pihak laki – laki sebagai pria bujang sebelumnya memang bukan hal mudah tetapi juga bukan sesuatu yang aneh menurut saya. Karena semua itu takdir…
Tetapi benar juga apabila memang menikah janda tetap memperhatikan syariat islam dalam hal ini , seperti hadist rasul. “Wanita itu dinikahi karena empat hal. Karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya. Maka pilihlah agamanya, (kalau tidak) engkau akan celaka.” (Riwayat Bukhari dan Muslim), bukan untuk menikahi janda saja tetapi pedoman untuk memilih istri yang baik.
Saya akan menikah dengan janda seusia saya mempunyai 1 anak….calon istri saya bercerai dengan suaminya karena memang dalam rumah tangga tidak ada keharmonisan. Disebabkan karena KDRT, ringan tangan, dan sebagainya. Pada mulanya orang tua terutama ayah tidak setuju tetapi dengan pendekatan dan keyakinan akhirnya pernikahan kami akan dilaksanakan pada tanggal 14 Nopember 2010. Alhamdulilah.
Satu pelajaran yang dapat diambil dari sini adalah janda bukan masalah bagi saya yang ternyata lebih sholeha, dan saya pun mempunyai ketenangan dan ketentraman dalam cita2 membangun rumah tangga. Segala sesuatu yang diniati ibadah akan barokah itulah prinsip saya.
Saya sangat bersyukur….tidak lama kami kenal akhirna kami pun juga menikah. Kenapa saya bersyukur…karena sebelumnya saya menjalin hubungan dengan seorang perempuan selama 7 tahun berpacaran akhirnya kandas juga yang ternyata hanya karena materi dan memilih pria lain. Disbanding saya hanya sebagai seorang Guru Gol II.
So…bagi anda para bujang yang memang takdir dan jodoh seperti itu….terimalah Allah tidak “sare “ Dia mempunyai rencana lain dan pasti yang terbaik buat umatnya… Apakah saya malu ….TIDAK, dan saya dengan rendah hati bisa mengatakan bangga. Karena belum tentu banyak orang bisa seperti kita dengan pilihan tersebut. Wallahu’alam.

9 02 2011
N

seandainya kekasihku seperti kamu, pastinya aku akan merasa nyamna dan tenag, bagaimanapun sulitnya hidup insyaallah pastinya aku mampu melewatinya selama dia berdiri tegak dan yakin padaku. aku seorang janda yang amat sangat tidak beruntung, saat menikah tdk merasakan spt yg kebanyakan wanita lain rasakan penuh dengan air mata, kedzoliman dan hingga kini anak2ku tidak pernah merasakan sedikitpun kasih sayang seorang ayah, krn ssejak mereka dilahiran aku mengurusnya sendiri, mantanku tdk pernah perduli, saat mnikah aku sangat menderita dan kini kekasih aku yang bujangan pun sudah mengatakan dia lemah, dan tidak mampu melanjutkan niatnya pdhl semua sudah diputusakan utk menikah

18 03 2011
angga

Assalamualaikum, Subhanallah Mas, kata2nya. Soalnya saya juga akan mengalami seperti mas tp apakah keluarga saya akan setuju itulah yang jadi pikiran saya selama ini. Wassalam.

10 11 2010
muhyi

anda berani ga nikah sama janda ? jangan-jangan pencari daun muda.

ana dah nikah… walhamdulillah….

13 11 2010
hanif

salam. ibu ana tidak setuju dngan wanita pilihan ana, karena ia berrstatus JANDA. entah kenapa alasanya. yg ana mo tanyakan :
1. kira2 cara jitu apa yg bisa mengikhlaskan hati ibu ana terhadap pilihan ana?
2.kenapa menikahi gadis lebih di utamakan? maksud ana apa bedanya menikah dengan gadis atau janda. tlong di jelaskan
3. kira2 kenapa status janda sulit diterima ditengah masyarakat, terutama janda cerai

mohon penjelsannya

wassalaam

9 12 2010
Menikahi Janda,… Mengapa Tidak ?! « Jihadsabili’s Blog

[...] Menikahi Janda,… Mengapa Tidak ?! [...]

1 01 2011
Ilham hrp a,jawa

Hanya ALLAH yg maha mengetahui tntang segala apa yg ada di langit dan bumi

27 01 2011
paramitha

Alhamdulillah, aku bersyukur menemukan tulisan ini..terima kasih karena sudah membela kami para janda. Saya benar-benar merasa lega sekaligus terharu membacanya. Saya sendiri seorang janda anak satu, dan seperti yang anda tulis..memang tidak mudah sebagai seorang wanita yang harus mengarungi kehidupan, serta membesarkan anak seorang diri. Tidak ada seorang wanita pun yang berharap menyandang status ini, apalagi karena ditinggal suami. Dan tidak sedikit pula janda yang masih mempertahankan harga diri, serta kehormatannya. Pesan saya, hanya satu..tolong hargai dan cintai istri-istri kalian, jangan menyakiti hatinya dengan dosa dan zina, karena sekali ia terluka..maka ia akan hancur. Jangan permainkan pernikahan dengan nafsu. Sekali lagi..terima kasih atas essaynya.

6 02 2011
yans

trimakasih, saya smakin mantap dengan kputusanku, saya berumur 23thn dan pasangan saya janda branak satu brumur 27thn, saya tidak malu karna yang ku cari adalah ketenangan jiwa dan kbahagiaan, wanita yg bisa menuntunku ke surga bukan sekedar kepuasan nafsu semata! Rosululloh juga menikahi janda, knapa kita sebgai umatnya ga meniru

1 03 2011
saiful anam

alhamdulillah wa syukurilah dengan adanya artikel ini saya semakin mantap dengan wanita pilihan saya yang juga seorang janda muda 23 tahun tanpa anak yang ditinggal mati oleh suaminya, sejak pengantin baru suaminya sakit-sakitan sehingga waktu penganten barunya hanya untuk merawat suaminya. saya pilih dia karena dia adalah wanita yang sholihah ahli ibadah, dan sabar. semoga Alloh meridhoi perjalanan kami

7 03 2011
Ben

Saya juga berniat menikahi janda beranak dua,,yg umurnya 9 th lebih tua dri saya,,,
Semoga allah meluruskan tujuan saya,,,dan mendapatkan restu dri orang tua,,,
Saya minta doanya semua,,,,,,

9 03 2011
Hamba Allah

Ketelatan neh…
Sy lajang 35th. Ad akhwat 25-34th (gds/jnd) di jabodetabek yg brminat?

10 03 2011
Addie

:’(

28 04 2011
Rizal

Minikahi jandi bukan Musibah, kutukan dan lain sebagainya. Bahkan sebaliknya. Orang tersebut di pilih Allah untk menemani si janda karena orang tsb mendapat hidaya dari Allah SWT. Dan insyaAllah akan di lancarkan segala urusannya ãπϑ bahagia dunia akherat. Amin

10 05 2011
gitani

dulu sy prnah mnikah (siri) dngan bjangan,5 thn d bwh sy,prnkahan km tdk brlngsung lama hny slang 2 blan krna dia tdk brani blng kpd ortuny bhw dia tlah mnkah siri dngan sy,bhkan ktk sy mmbritahu klwrgny (ibuny) bhw km tlah mnkah,ortuny mlah mnghina saya.
sy smpat brusaha bunuh diri d tmpat dia tp sy brpkir lg mngkin dia mmng bkan yg trbaik tuk saya,trutama untuk anak saya.
skrng ini sy brusaha ikhlas dngan jln hidup sy,apakah anak sy msih d blng anak yatim jk saya mnkah lg?

27 05 2011
sita septriasah

Sangat Mirissss …memang….Life must go onn…

29 05 2011
abutentara

Assalamu’alaykum.. syukron atas ilmu nya .baarokallahu fiyk. http://tentarakecilku.blogspot.com/

29 07 2011
eka

gmana klau hbugan kita tampa restu dr orng tua ku?klau soal ibdah wanita seperti dia lah yg ku impikan.dia pernah gagal dalam pernikahan nya karna tampa restu dr orng tua dia dan mantan suaminya.apakah yg harus kulakukan?ag udh mengangap anaknya dia seperti darah daging ku sendiri.dan juga yg jd beban dalam hidup ku adalah apakah ag sangup menafkahinya karna gajiku pas2 an dan ada 3 nyawa yg harus nafkahi.

30 07 2011
mbak hanifah

sabar dan ikhlas itu adalah jurus yg aq pakai sekarang……… :-)

4 08 2011
Maryoki

Saya seorang bujangan yg juga mencintai dan berencana menikahi seorang janda 2 putra yg 2 tahun lebih tua dari saya. Alhamdulillah, dia solehah dan berjilbab, bekerja di Bumi Putra Asuransi sebagai manager utk menafkahi putra2 nya. Terimakasih buat artikel ini…

30 08 2011
afandi

alhamdulillah…..artikel ini sangat membantu ana….

16 09 2011
dul

Asm.
Saya mengalami hal serupa, mencintai tulus seorang janda dg 2 anak. Beda usia kami 6 thn, sy lbh muda (bujangan). Memang sudah sy niati ingin menikahi utk menjalankan periintah agama. Sy suka krn mmg orangnya apa adanya, sholat. Sy sudah bilang sm bpk tdk setuju, sudah sy jelaskan knp sy ttp ingin menikahinya, katanya beban moral di keluarga besar bpk, dll.
Sy blm bilang ibu sy, sy berencana ingin menyampaikan niat saya, krn sy mmg tulus mencintai dy apa adanya.
mohon bantuan gmn sy menjelaskan kpd sang ibu, mengingat sy anak laki” sendiri. Terima kasih..

sy yakin sm ALLAH, niat sy baik smoga diberi kemudahan kelancaran dan kebesaran hati utk sy dan janda tsb.

tolong bantuannya

26 09 2011
heru

aku laki2 21th,sedang berhubungan dengan janda 33thn..hubungan kita pun sudah mengarah kepelaminan…///

2 10 2011
fadlun rizki

asslmkm
saya sangat bersyukur, insya allah ini jalan allah yang Allah berikan sehingga saya dipertemukan diartikel ini, saya seorang pemuda single umur 27 th, pekerjan pns yang ingin menikah dengan (mencari) janda anak 1 yang sholeha yang bisa sama2 membimbing baik dunia dan akhirat,dan insya allah saya akan menyanyangi anaknya seperti anak saya sendiri, namun saya butuh keikhlasan dari janda tersebut dengan keadaan saya.

2 10 2011
Shammi Almaya

ass ww
Alhamdulillah, artikel ini sungguh merupakan penghargaan bg wnt yang menyandang status janda. Sy mempunyai seorang sahabat, janda separo baya, pensiunan PNS dan mandiri, dirumah ia tinggal sendiri (anak2 tlah berkeluarga) ia memutuskan untuk mencari pasangan utk brbagi suka duka membina kehidupan rumah tangga yg sakinah, mawaddah wa rahmah, berkasih sayang hanya krn Allah SWT semata, namun niat tersebut diurungkannya…krn khawatir opini masyarakat ttg janda yg menikah lagi…

8 10 2011
maryoki

Seperti yg sy tulis d atas bahwa sy berniat akan mnkahi sang janda, namun baru2 ini hub kami berakhir sudah. Sy batal mnikahinya bukan karna dia janda dan lbih tua dri sy tp karna sifat nya yg terlalu kasar dan bahkan sy sllu d zolimi. Memang dia cukup cantik, beriman dan berjilbab dalam2 tp dia org yg kasar, sy prnah d tmpar d dpan tmn2 skantor sy. Jika sy telat bls sms dia, dia slu bicara kasar sma sy dan mminta sy utk jgn prnh sms/telp lagi k dia. Hngga saat ini pintanya itu tdk prnh sy lnggar. Namun skrg dia sdh mnyesali perbuatannya dan ingin kmbali sma sy tp sy tolak. Akhir2 ini tingkahnya smkin aneh, hal itu terlihat skali d status/coment fb nya. Bahkan dia menggunakan foto kami berdua sbgai foto profilnya dan ada jg yg bilang dia orgnya emg agak “miring”. Katanya, anaknya 2 org dri 2 suami yg berbeda.
Sy mohon masukan dr tmn2 smua, apakah yg harus sy lakukan dgn smua ini? Mengingat dia masih berharap sma sy. Terimakasih sblumnya…
Sms only : 081267551750

8 10 2011
17 10 2011
Muhammad almandary

Mau janda apa gadis? Kenapa tidak kenapa keduanya saja?

17 10 2011
Muhammad almandary

Mau janda apa gadis? Kenapa tidak keduanya saja?/poligami.

21 10 2011
usha

Assalamualaikum…
Alhamdulillah, saya sedikit mendapat semangat dari membaca artikel ini… Terima kasih untuk TS. Sungguh berarti thread ini untuk saya.

Tetapi saya masih ingin meminta pendapat dan saran, bagaimana caranya agar saya mendapat restu dari orangtua, cara agar mereka dibukakan pintu hatinya dan akhirnya diberi jalan agar direstui…

Terus terang orangtua saya merupakan orangtua yang keras, dari kecil saya dididik dengan keras. Saat ini saya mencintai seorang wanita (janda beranak satu), yang insya Allah memiliki akhlak yang baik, setia dan memilik dasar agama yang baik pula. Saya jatuh cinta kepada dia, bukan karena nafsu, tp krn niat tulus saya ingin membahagiakan dia dan anaknya, insya Allah.

Selama ini dia selalu hidup dalam kesusahan, bukan kesusahan materi, tapi kesusahan hati…dia bercerai dengan suaminya dikarenakan suaminya tidak bertanggung jawab, yang mentelantarkan istri dan anaknya.

Mohon sarannya caranya agar orang tua saya dapat mengerti. Keluarga besar saya merupakan orang orang yang memiliki pondasi agama yang kuat, insya Allah, tetapi tetap, kehendak mereka keras. saya harus bagaimana? kebetulan di daerah tempat saya tinggal, status “janda” masih dianggab aib, dan masih tabu di kota ini.

Terus terang saya tidak ingin menjadi anak durhaka, tetapi niat saya juga sudah bulat, saya ingin membahagiakan dia dan anaknya, menikahi dia dan menjadikan dia sebagai pendamping hidup hingga akhir.
mohon pendapatnya.

Terimakasih banyak.

22 10 2011
yuliyanti

aku janda belum punya anak, menurutku andai aku sudah punya anak mungkin hidupku bisa lebih tenang karena ada malaikat kecil pelipur lara, dan harapan yang besar di masa depanku. tapi yang aku rasakan sekarang hanya kekhawatiran akan kesendirianku dimasa tua karena aku juga anak tunggal. jadi para rekan janda yang sudah diamanahi putra dan putri, bersyukurlah dan berbahagialah dengan hidup kalian.

28 10 2011
yeyen

Assalammualaikumm
saya menangis saat membaca artikel ini,dan membaca koment saudara2 dgn beraneka macam pendapat,saya janda dengan umur 21 tahun.saya bercerai dgn suami saya dulu,karna dia suka memukuli saya sampai gigi saya pernah patah..
sekarang saya pacaran dgn bujangan berumur 24 tahun,kami pun niat serius.
ketika kami hendak menikah,ayahnya dr pacar saya tidak menyetujui,karna saya janda.beliau malu saat resepsi mempunyai seorang menantu janda,karna beliau org kaya dan terpandang.
saya sedih,apakah sehina itu image saya sebagai janda dmata beliau??
beliau tdk tau saya janda,tp karna saya niat baik,ingin membina rmh tangga saya pun jujur menceritakan semuanyaaa
sekarang saya bingung,apakah saya harus mundur?ataw memepertahankan cinta kami?
saya sangat berharat pacar saya bisa menjadi imam bagi saya,dia pun menerima status saya sebagai janda.tapi saya pun tidak inginm embuat hbngan pacar saya dengan ayahnya menjadi tidak baik,karna ayahnya pacar saya agak arogan dan sangat menentang pernikahan kami,subhanAllah,saya sangat sedih.. saya pun tdk ingin hdup sebagai janda,tp inilah jalan hidup saya..
insyaallah Allah akan berikan smua indah pada waktunya :)
Amien

14 11 2011
alexander

assalamualaikum wr wb
wah saya malah sebaliknya bu’.
malah ditolak oleh keluarga calon saya yg seorang janda. karena mereka takut anaknya serba kekurangan dan ibunya trauma.
eh, calon saya juga meninggalkan saya begitu saja.
nasib ya bu kali..
doakan bu, semoga ada jalan.

25 11 2011
restu hayati

Saya tidak sengaja menemukan laman ini, terima kasih…
Mengingatkan saya untuk bersabar…..

28 11 2011
yoga

kita tidak pernah tau rencana alloh, dan mudah-mudah ini rencana yng baik u/ sy, sy tidak pernah menyangkan sebelumnya, hal ini akan sy alami pd diri sy,
sy sgt bangga krn bisa mencintai wanita yng sy sgt syngi, dimata sy dia tak ada kekurangan sedit pun, dengan rasa ikhlas sy sgt mncintai & menyayanginya beserta 2 buah kecil,
disaat dia skit/ salah satu si buah kecil nya sakit, sy tidak tau kenapa, rasa nurani seorang ayah pda diri sy jg ikut terpanggil, padahal sy hnya seorang lelaki yng usianya msh 26 thn, bgitu besar rasa kekhawatiran sy bila mendengar dia/ anak nya sakit, seprti suami & ayah kandung anak 2 nya,
dan stiap kali ia teringat dengan alm suami nya smbil ia bercerita dengar bercucuran air mata, tak sadar pun sy ikut menangis,
rasanya sy tak tega melihat ia terrus bersedih, rasanya sy ingin mengapus air mata , kesedihan & bebannya.
ya alloh apakah ini cinta yng sesungguh nya, yng slama ini sy cari???
jika ia mmng pilihan_Mu yng terbaik maka dekatkan lah slalu kami,
namun klo ia bukan pilihan_Mu tolong jauhakan lah kami,
# komentar ini sy dedikasi kan u/ dirinya (ayu), akbar & rio sbg bentuk rasa cinta & syng sy pada kalian.

I love u, ayu, akbar & rio,

19 12 2011
Hapsari

Saya seorang janda beranak dua, 6 bulan yang lalu secara tidak sengaja saya bertemu dengan seorang duda yang begitu bersemangat ingin menikahi saya, singkat cerita saya sdh katakan resiko dan konsekwensinya besar krn sy mempunyai 2 orang anak yg masih memerlukan biaya. dihadapan semua orang ia berkata dgn manisnya mau sama ibunya ya tentu harus terima anaknya juga(anggap saja ibadah) kenyataan berbicara lain baru satu bulan menikah merasakan indah dan manisnya sisanya (5 bulan) dia campakan saya dan anak saya begitu saja. Sungguh cobaan yang lebih berat daripada kegagalan yang pertama. Aku terima ini sebagai ujian untuk bisa lebih bersabar dan menerrima segala ketentuan dari Allah. Semoga saja ada hikmah dari semua ini.

1 01 2012
Hamba Allah

Buat Mbak Hapsari: aq ikut prihatin dngan masalah yang mbak hadapi, manta suami anda tadi, dan saya pribadi salut dan kagum dngan ketabahan dan ketegaran mbak. Mantan suami mbak yg ke2 sudah sepantasnya dilaknat Allah,jika ia lari dan menelantarkan anda..tapi ga mgkin ada asap jika ga ada api mbak?mgkin ada permasalahan yg disimpan dan tidak dibicarakan dgn baik2, tetapi tetap saja, tindakan mantan suami anda tidak bisa dibenarkan,lari dari maslah dan menimbulkan maslah yang lebih berat..semoga Allah tetap memberikan ketabahan dan pahala besar buat ANda dan Anak2 Anda.Aamiin..

Soal status janda di masayarkat?? saya kadang heran dengan pandangan orang pemikiran kolot,katro terhadap janda, kenapa dnegan janda? Apa mereka(seperti mbak hapsari) ingin menjanda? Tidak! Janda adalah STATUS, bukan TOLAK UKUR KEMULIAAN seseorang di mata Allah. Perlu Anda ketahui, mengaku Janda lebih TERHORMAT,jauuh lebih terhormat daripada seorang wanita yang MENGAKU gadis, ternyata sudah digauli pasangan pasangan haramnya( berbeda dengan Janda, mereka mengaku sudah tidak gadis lagi, dan sudah digauli oleh pasangan SAH dan HALALnya dahulu), sekarang mana yang lebih terhormat!?

Menghina JANDA = Menghina ANAK YATIM

Sedangkan di Al quran sudah JELAS, anak yatim dan janda sangat mulia kedudukannya dan harus dihormati, dihargai, disantuni.

Bagaimana dengan pandangan masyarkat Indonesia yang KATANYA, KATANYA berlandaskan pandangan agama ini?

Buat Anda-anda yang berpikiran sempit,dangkal,kolot…bercerminlah pada diri Anda sendiri..Anda belum tentu lebih baik dari saudari2 kita di MATA ALLAH, belum tentu,bisa jadi Anda lebih buruk dari mereka, dan ubahlah jalan pemikiran orang lama yang tak mendasar itu. Janda adalah manusia, manusia punya hati dan perasaan, SAMA seperti Anda..jangan hanya menilai orang dari status…

Sekedar informasi, saya pria yang sudah menikahi mantan Janda (dulu)dengan SAH secara HUKUM dan AGAMA..saya tidak direstui oleh orang tua dan keluarga saya karena penilaian Janda ini. Saya tidak peduli, niat saya baik, tidak melanggar perintah agama(agama tidak pernah mempersulit hidup, manusia dan budaya yang mempersulit).. Insya Allah, meski oran tua sudah mencap saya anak durhaka, tapi Allah akan selalui meridhoi dan menuntun jalan hidup saya dan keluarga saya ke arah yang lebih baik dan bahagia… aamiin ya Robbi.

Assalamualaikum..

1 01 2012
FERRYATI MASITOH

Saya fikir Faktor sosial lah dalam masyarakat yang menghukum janda. Kenapa ribut dengan janda, sedangkan duda tidak dipermasalahkan. Masyarakat memandang jika duda menikahi perawan, maka hal itu adalah hal yang wajar. Tetapi jika bujang menikahi janda, yang dipandang negatif adalah jandanya dengan anggapan perempuan gatel atau murahan *mohon ma’af dengan istilah ini*. Sebaiknya semua orang berfikir adil, semua perempuan sebenarnya tak mau berstatus janda, sama dengan laki-laki yang pasti tidak mau menjadi duda. Selain itu, sebaiknya berfikir ulang, status janda cerai tidak selalu negatif karena perempuan tersebut tidak patuh dan ta’at pada suaminya, melainkan karena laki-laki juga yang tidak bisa menjadi pemimpin yang baik bagi istrinya. Hal yang lebih miris lagi, masyarakat lebih memandang kasian pada duda daripada janda, padahal dimanapun, janda lebih susah daripada duda. Hukuman sosial pada status janda yang menimbulkan banyak janda yang menjadi turun kualitasnya dan terus tidak diterima dalam kehidupan bermasyarakat.

Pengalaman saya menunjukkan meskipun banyak orang, dalam hal ini ikhwan, yang merasa agamanya baik, tak jarang pula memandang negatif seorang janda. Selain itu, tak hanya demikian, perempuan lain yang lebih beruntung memiliki suami, juga memandang negatif janda.
Sooooo……
Para janda, hmmm….kalian gak sendiri di dunia ini. Life must go on dan tetaplah berlindung pada ALLAH swt!!! Kalian sebenarnya juga sudah cukup hebat dengan berani memikul sendiri, tanggung jawab sosial, ekonomi, dlsb. Hal ini belum tentu dapat dilakukan perempuan yang bersuami.
Para ikhwan, didiklah diri kalian juga yaaaa……!!!
Para perempuan, kapan kalian tolong kaum kalian sendiri dengan merubah cara pandang dan mulai bersifat empati?

2 01 2012
hamba allah

Aku nikah sirih dgn janda anak dua, perbedaan umur kami adl 14 tahun, dia yg lbh tua. .
Saya sama sekali tdk menyesal atas keputusan yg sy buat.
Awalnya memang hubungan kita didasari oleh nafsu tanpa cinta tapi seiring jalanya waktu sy jatuh cinta dgn dia dan ingin menikahinya.
Krn sy takut keluarga dan org tua tdk setuju maka saya ambil keputusan utk nikah sirih tanpa ada keluarga sy yg tau. .

18 01 2012
Novi

saya adalah seorang janda dng usia 25 sudah memiliki 2 anak yg masih keci, 3th dan 2 tahun. anak pertama saya di asuh mantan suami sejak saya belum bercerai sy sudah di pisahkan dan tdk boleh bertemu, dan anak saya yg kedua bersama saya.tapi buat saya adalah masa depan anak2 saya yg utama. meskipun terkadang sakit, mendapat fitnah yg tidak sy lakukan. tp itulah kenyataan hidup. aku tidak boleh lemah, justri aku melanjutkan sekolah s2, yg q harapkan agar aku bisa kelak meraih kesuksesan, demi anakq nanti.

16 05 2012
Saipul

amiiin

22 04 2012
Baby KS Pujiarno

Assalamu’alaikum, Ummu Raisha…..

Terima kasih atas penjelasan ini ttg hakikat menikahi Janda ini.
Saya hidup bersama anak-anak selama 7 tahun. Akhirnya baru 2 tahun lalu bertemu teman lama (saya berteman dengannya dari sebelum menikah). Jadi memang sangat berat. “Galau” lah kalo bahasa sekarang. Ditambah, kekasih sangat dekat dengan anak-anak.
Sejujurnya, inilah yang saya alami. Memang penolakanlah yang saya terima. Setelah menjalani hubungan selama 1,5 tahun ternyata masih belum mendapat restu sang Ibunda. Tetapi saya juga sangat memahami karena kekasih adalah jejaka, anak lelaki pertama dan satu2nya di keluarga. Saya terus Istiqomah, mengharap petunjuk dan ridho Allah agar tetap diberikan kekuatan dan yang terbaik untuk saya dan anak-anak.
Saya mensyukuri semua, bahwa Allah sangat menyayangi saya dan anak-anak. Allah tidak mau bila nantinya saya dan anak-anak akan dikecewakan lagi. Jadi, saya terus bersujud dan minta diberi kekuatan olehNya.
Semoga, semua wanita yg mengalami nasib seperti Saya diberikan kekuatan dan hidayah dari Allah. آمِيّنْ… آمِيّنْ… يَ رَ بَّلْ عَلَمِيّن…..

27 04 2012
Amy sidra

janda ya… hmmmm setiap orang punya selera sendiri-sendiri. gadis atau janda pilihlah yang terbaik buat anda

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.