Pernyataan Al Ustadz Ja’far Umar Thalib mengenai ruju’nya beliau dari kesalahannya mengundang berbagai komentar, tanggapan, dan harapan dari kalangan penuntut ilmu, ada yang meragukan, ada yang mempercayai, ada juga yang benar benar tidak mempercayainya, berikut ini sedikit penjelasan dari Al Akh Fikri Abul Hasan pengelola situs http://alghuroba.org/ yang merupakan murid dari Al ustadz Ja’far Umar Thalib. Penjelasan atau tanggapan ini disampaikan kepada saya melalui chat via Yahoo Masenger, dan melalui offline massage YM! (dimana akh Fikri sudah memberikan idzin kepada saya untuk memuatnya di blog saya ) Dan tanggapan ini dengan sepengetahuan Al ustadz Ja’far Umar Thalib
Berikut sedikit penjelasan dari Al Akh Fikri Abul Hasan…
Benarkah Al Ustadz Ja’far Umar Thalib menipu Asy Syaikh Rabi’ bin Hadi Al Madhkali..??
Fikri Abul Hassan (23/08/2008 14:37:18): Pertemuan Al-Ustadz Ja’far Umar Thalib dengan Syaikh Rabi’ Bin Hadi Al Madkhali tidaklah membahas hukum dzikir jama’i secara khusus, pembahasan dzikir hanya dibahas secara khusus ketika Ustadz bertemu dengan Syaikh Muhammad Bin Abdul Wahhab Al-Aqil beserta para mahasiswa Universitas Islam Madinah, dan usai diskusi tidak ada kesimpulan hukum bahwa dzikir jama’i yg dipahami Ust Ja’far adalah bid’ah secara mutlak karena Syaikh Muhammad menyatakan bahwa masalah tersebut perlu dipelajari lagi lebih serius. Hanya saja yang dikritik ialah kehadiran Ustadz Ja’far di majlis dzikirnya Arifin Ilham yang ternyata mafsadahnya lebih besar (bukan krn tata cara dzikir jama’inya), jadi tidak relevan jika ada orang yang menyatakan “Ustadz Ja’far telah menipu Syaikh Rabi’”.
Bagimana dengan kehadiran Al Ustadz Ja’far Umar Thalib di Majelis Dzikir Nuurus Salam dan ditayangkan di TVRI ??
Fikri Abul Hassan (23/08/2008 14:38:20): Adapun kehadiran Ustadz Ja’far di Majlis Dzikir Nurus Salam (jama’ah presiden Susilo Bambang Yudhoyono) yang dipimpin Brigjen TNI Kurdi Musthafa tidaklah menghadirkan tokoh-tokoh kontroversial dari kalangan penganut Thariqat Shufiyah dan Quburiyyun yang kerap dihadiri Arifin Ilham, juga lafadz dzikir yang di ucapkan masyru’ yakni istighfar dan Ustadz juga sempat membimbing para hadirin dengan pembekalan ilmu secara khusus dalam majlis tersebut. Wallahu a’lam.
Kenapa Al Ustadz Ja’far tidak mendatangi asatidz salafy yang lain dan kenapa saat para asatidz salafy dan salafiyyin berkumpul di Jogja beliau tidak ada ?
Fikri Abul Hassan (4/09/2008 13:38:20): Kemudian mendatangi para asatidz ialah bukan suatu keharusan dan memang lebih efektif dan efisien dipertemukan dalam satu forum dari pada mendatangi satu-persatu para asatidz yang terkait sehingga insya Allah bisa mendudukkan permasalahan dan menyatukan persepsi karena semua pihak hadir dalam satu tempat. Dan insya Allah Ust Ja’far pun sudah siap untuk menghadiri forum tersebut. daurah di Bantul kemarin ust sangat berkeinginan utk hadir, namun ust tidak diundang dan memang terjadi perselisihan diantara para asatidz asy syari’ah ttg boleh/tidak hadirnya ust di sana
Dan berikut sedikit penukilan dari chat via YM saya dengan Akh Fikri Abul Hasan
adi_abdullah : dan tentunya masyayikh lah yang menjadi penengah…
adi_abdullah : gimana akh….?
Fikri Abul Hasan : ya tentunya
Fikri Abul Hasan : ahsan
adi_abdullah : ana pesimis dengan hal itu..
adi_abdullah : berkali pernah usaha tersebut dilakukan
Fikri Abul Hasan : insya Allah sebagian asatidz dah ada yg siap akh
adi_abdullah : oya…
adi_abdullah : siapa saja akh yang kira kira mau hadir akh
Fikri Abul Hasan : ya yang mau ketemu dulu aja sebagai upaya ilmiah
Fikri Abul Hasan : asatidz yg mo didatangi itu banyak akh
adi_abdullah : walhamdulillah…..
Fikri Abul Hasan : ya bisa juga pertemuan ust dengan asatidz asy syari’ah dulu
Fikri Abul Hasan :atau prtemuan ust dengan asatidz as sunnah
adi_abdullah : oya ……
Fikri Abul Hasan : ust zainal abidin LC dan ust badrus salam insya Allah (asatidz as sunnah)
…………………………………………………………..
Kemudian Akh Fikri Abul Hasan menyampaikan bahwa Al Ustadz Ja’far dalam minggu ini akan ke Saudi Arabia selama kurang lebih 15 hari dan bertemu dengan masyayikh disana serta para asatidz salafy dari Indonesia yang berada disana.
wallahu ‘alam…..
——————————————————–
no. HP Al Akh Fikri Abul Hasan 0856 4310 2002










▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄
▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄
▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄
▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄
BERITA BAIK!!!
Mari kita liat nich blog. keren abiss!
MARI MENCARI KEBENARAN
Masuk sini= http://mustahil-kristen-bisa-menjawab.notlong.com/
▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄
▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄
▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄
▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄▀▄
blm lama ini di tayangin di TVRI Ust ngisi di sana dan jaraknya blm terlalu jauh dengan pernyaatan ruju’nya Ustadz… dan menurut teman biasanya klo tayangan majlis Dzikir di TVRI itu pastilah tidak jauh jaraknya antara disiarkannya dengan waktu saat acara tersebut… (kami berbaik sangka terhadap ustadz)
dan ana tanyakan kepada mas Fikri Abul Hasan jawabannya y seperti di atas…
intinya Dzikir Jama’ah blm tuntas dikatakan bid’ah setelah di hukumi oleh Syaikh Muhammad Bin Abdul Wahhab Al-Aqil hafizhahullah dan masih harus di kaji lagi, dan letak salahnya adalah karena duduknya Ustadz Ja’far hadanallahu wa iyyahu di majlis dzikir arifin Ilham yg di sana ada quburi, sufi dll
jadi aneh…
kalo jadi diadakan pertemuan dengan para asatidz
saya ingin ustadz dzulqarnain yang di makassar diundang…
karena saya lihat beliau adil dan penuh hikmah dalam melihat
ataupun menghukumi orang yang telah jatuh kepada bid’ah
bahkan sikap beliau yang dulu mengenai jihad di ambon
dan fitnah sururiyah yang ada di indonesia
dan insya allah keilmuan dari ustadz dzulqarnain tidak diragukan
meskipun masih muda dan murid dari jafar umar thalib sendiri…
semoga jafar umar thalib bersedia
Jika kondsinya terus2an ga jelas gini, bagaimana dengan kami yang masih baru belajar…. :(
[...] 14 http://adiabdullah.wordpress.com/2008/09/05/rujunya-al-ustadz-jafar-tanggapan-dari-murid-beliau/ [...]
[...] [15] http://adiabdullah.wordpress.com/2008/08/20/rujunya-al-ustadz-jafar-umar-thalib/ [16] http://adiabdullah.wordpress.com/2008/09/05/rujunya-al-ustadz-jafar-tanggapan-dari-murid-beliau/ [17] [...]
Bismillah….
Kabarnya malah ustadz Ja’far Thalib kembali bertemu ulama di Saudi Arabia di bulan Ramadhan kemarin. Semakin meyakinkan kita pada kesimpulan beliau benar-benar ruju’ dengan ulama ahlusunnah .
Juga beliau merajut hubungan kembali dengan ustadz Yusuf Utsman Baisa, ustadz Zainal Abidin, Lc, ustadz Badrus Salam, Lc, jelas dengan asatidzah yang kuliah di S2/S3 Jamiah Islamiyah Madinah, termasuk ustadz Abdullah Taslim, Lc seperti dikhabarkan disini .
Walhamdulillah atas nikmat Allah Ta’ala ini, dakwah Salaf akan semakin kuat karenanya .
Masya Allah… ust. Ja’far Umar Thalib terlibat kekerasan lagi dalam konflik hizbiyyah, ashobiyah, antara Al -Irsyad resmi dan Al-Irsyad ilegal… wah-wah-wah. Bikin pusing, katanya ruju’ pada al haq dan taubat ….
http://fakta.blogsome.com/2008/10/05/jut-jafar-umar-taubat-1/
Assalamua’alaikum,
Semoga Allah subahana Wata’ala memberikan petunjuk kepada kita semua terlebih kepada Mereka yang mempunyai Ilmu tentang perkara yang Haq dan ada baiknya kita untuk berprasangka baik kepada ust. Jafar Thalib apabila perkara tersebut Haq untuk Ust Jafar kembali ke dakwah salaf…
Adapun ustd Dzulqarnain, ustd Luqman Ba abduh, ustd As – sewed, ustd Askari diundang untuk pertemuan tersebut karena Insya Allah mereka lemah lembut terhadap Al Haq dan berkeras kepada ke Bathilan Wallahu’alam
Assalamu’alaikum..akhi Fillah marilah kita sibukkan diri dengan menuntut ilmu Syar’i insya Allah kita akan diberikan kefahaman akan dien ini dan mengenal kebaikan (Al Haq) dan dilindungi dari kebodohan dan kebathilan..Baarakallahu fiikum..semoga Allah senantiasa memberikan petunjuk kepada beliau dan kita semuanya.ana dari jogja, Alhamdulillah sudah ada radio online di tempat kami untuk mendengarkan kajian2. silahkan kunjungi alamat http://radio.muslim.or.id semoga bermanfaat aamiin wassalamu’alaikum
alhamdulillah jika nemang shahih ust ja’far ruju’ maka kami amat bahagia menyabutnya…. semoga alloh mempersatukan kembali ukhuwah yang terkoyak . sofyanalatsari.blogspot.com
Alhamdulillah, Allah kemudian menyelamatkan kita, sehingga kita berkumpul dan bersaudara di atas tujuan yang satu, yaitu beribadah kepada-Nya semata. Ini merupakan karunia yang tiada tara. Maka apakah layak jika kemudian kita saling menggunjing, saling menjatuhkan, saling memutuskan hubungan, saling hajr, hanya karena perkara ijtihadiyyah yang masih diperselisihkan oleh para ulama Ahlus Sunnah?! Apakah kita hendak membuang nikmat Allah yang sangat agung itu hanya karena perkara dunia atau permasalahan-permasalahan yang seharusnya kita bisa saling memahami?! Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang benar-benar merasakan nikmat persaudaraan, lalu bersyukur dan terus menjaga nikmat tersebut. Semoga Allah menyelamatkan kita semua dari tipu daya setan yang menghendaki perpecahan pada barisan Ahlus Sunnah.
KUNJUNGI: sofyanalatsari.blogspot.com
Saya kira perkataan shahabat Ali bin Abi Tholib perlu kita perhatikan terus:
AL-HAQQU LAA YU’ROFU BIRRIJAAL
I’RIFIL HAQQO TA’RIF AHLAHU
Kebenaran itu tdk dapat dikenali karena orang(nya)
Kenalilah kebenaran itu niscaya engkau akan tahu siapa yg berada di atas kebenaran
Maka, menyibukkan diri thalabul ilmi syar’i lebih baik daripada sibuk membicarakan orang.
na’am
alhamdulillaah, smoga makin menguatkan dakwah ahlus sunnah as salaf di negeri ini, amiin…
Bismillah,
tidak ada jeleknya al ust. ja’far umar tholib mau kembali menekuni dakwah ahlussnuah di indonesia. demikian halnya ketika awal beliau mnegenalkan dakwah ini dan semua masih tercengang dengan gebrakanya. sampai akhirnya harus baku hantam dengan ust. yusuf baisa, dll.
tapi semua itu telah ditakdirkan Alloh Subhanahu wata’ala… apalah artinya kita yang masih bayi baru lahir dan belum mengenal dakwah salafy secara lebih sempurna sebagaimana para masyaikh yang ada di timur tengah…. tidak manafikan mereka sudah punya rekomendasi kemapanan hafalan dan pemahaman yang baik dari para asy syuyukh mereka. sementara salafiyin di indonesia baru saja belajar tahsin dan belum belajar yang lebih baik dan konsisten anehnya mereka sudah pandai mencampuri carut-marutnya fitnah yang telah terjadi… hingga kita harus belepotan dengan qila wa qola… allhoulmusta’an….
ibarat seorang bapak untuk bisa memberiikan faedah kepada anaknya… biasanya setelah punya cucu baru bisa bicara tentang kekurangan dan kelebihan sang anak… apakah sama dengan umur dakwah salafiyah di indonesia yang baru saja keluar dari kegundahan dan pergolakan manhaj…? kalau kita bijak, tentu akan lebih banyak diam dan memberbaiki diri-diri sendiri sebelum iktu terlibat dalam perbindangan yang tidak memihak kepada ilmu dan amal yang sholeh sebagai pengakuan terhadap pengikut ahlussunnah… wallohua’lam bishowab…. semoga kita tetap mengapatkan hidayah….
barrokallohufikum