Ruju’nya Al Ustadz Jafar Umar Thalib

20 08 2008

Alhamdulillah…… setelah sekian lama perselisihan antara Al ustadz ja’far Umar Thalib dengan kalangan salafiyin, akhirnya beliau menyatakan ruju’ atas beberapa kesalahan beliau, dan berikut beberapa perkataan beliau…..

Dalam hal dzikir jama’ah yang mengundang kontroversi dikalangan Salafiyyin beliau berkata…

Maka dalam hal pandangan mafsadah (kerusakan) yang ditimbulkan oleh kehadiran saya di majlis itu, saya setuju dengan segenap yang hadir di rumah As-Syaikh Muhammad, dan saya nyatakan bahwa Ja’far Umar Thalib tidak sepantasnya untuk mendatangi majlis dzikir Arifin Ilham meskipun untuk berceramah padanya. Maka dengan tulisan ini sekaligus saya nyatakan bahwa mulai sekarang Ja’far Umar Thalib tidak akan hadir di majlis dzikir Arifin Ilham dan sekaligus juga Ja’far Umar Thalib menyatakan keluar dari Dewan Syari’ah Majlis Adz-Dzikra Arifin Ilham.

Kemudian dalam hal penghalalan musik beliau berkata….

Adapun permasalahan pandangan saya tentang halalnya musik berdasarkan bacaan saya dari buku karya Abdullah bin Yusuf Al-Judai’, maka para mahasiswa Indonesia itu memberi tahu saya bahwa telah terbit buku bantahan terhadapnya yang ditulis oleh As-Syaikh Abdullah Ramadhan bin Musa yang diterbitkan oleh Darul Mu’ayyid –Riyadh Saudi Arabia. Merekapun memberikan kepada saya buku bantahan tersebut sebagai hadiah untukku berupa kitab yang tebalnya 620 halaman. Saya dengan senang hati menerima hadiah tersebut yang sangat berharga bagi saya dan langsung saya pelajari sampai artikel ini saya terbitkan. Saya belum selesai mempelajarinya dan untuk sementara saya nyatakan disini bahwa saya mencabut peredaran fatwaku tentang musik ini. Dan saya terus mempelajari tentang masalah tersebut.

Kemudian dalam hal memberikan gelaran yang buruk kepada sesama Ahlus Sunnah wal Jama’ah beliau berkata….

Dan dalam rangka menjalankan apa yang dinasehatkan oleh As-Syaikh Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali kepadaku, maka dalam tulisan ini saya lengkapi pernyataan taubatku kepada Allah dari tindakanku menggelari Salafiyyin di Indonesia dengan gelar Ahlul Fitnah wal Khiyanah (artinya tukang fitnah dan tukang khianat). Saya nyatakan bahwa saya telah bersalah dengan menggelari mereka seperti itu, dan dengan demikian saya cabut pernyataanku yang demikian itu. Maka dengan kerendahan hati saya memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada segenap Salafiyyin atas kesalahan dan kedhalimanku terhadap hak kehormatan mereka.

Sebelum pernyataan tersebut Asy Syeikh Rabi’ bin Hadi Al Madkhali telah menasehati beliau, berikut nasehat beliau…..

………Maka dengan Pertolongan Allah Ta’ala dan kemudian dengan pertolongan beberapa ikhwan Salafiyyin di kota Jeddah, akhirnya pada tanggal 10 Mei 2008 saya bertemu As-Syaikh Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali di rumah kediaman beliau di komplek perumahan Awali Makkah. Tampak beliau lebih tua dibanding pertemuan saya dengannya tujuh tahun yang lalu. Setelah salam dan saling menanyakan kabar, langsung saja teman Salafi yang membawa kami dari Jeddah (yaitu As-Syaikh Ahmad Al-Ghamidi), memperkenalkan kami dengan beliau. Dan tampaknya beliau telah lupa dengan saya sehingga beliau baru ingat kalau saya adalah Ja’far Umar Thalib yang memimpin Jihad Fi Sabilillah di Maluku dan di Poso.

Begitu beliau mengetahui bahwa yang datang ini adalah orang yang selalu diberitakan dan dilaporkan kepada beliau, langsung saja beliau bertanya kepada saya: “Apa yang kamu inginkan dari saya?”

Maka sayapun langsung menjawab: “Saya ingin mempertanyakan apa yang antum nyatakan tentang saya bahwa saya telah antum hukumi keluar dari manhaj Salaf.”

Demi mendengar pernyataan saya itu langsung beliau nyatakan: “Saya tidak akan memutuskan apa yang kalian perselisihkan kecuali kalau kedua belah pihak dari kalian telah berkumpul di hadapan saya. Hanya saja saya nasehatkan kamu untuk kembali bergabung dengan salafiyyin di Indonesia. Bukan sebagai pemimpin mereka, akan tetapi kamu menjadi sebagian dari mereka.”

Nasehat beliau langsung saya sambut dengan pernyataan: ‘Wahai Syaikh Rabi’, sesungguhnya sekarang ini tidak ada lagi perkara kepemimpinan. Namun saya ingin mendapat keterangan dan nasehat dari antum tentang mengapa saya dianggap keluar dari manhaj Salaf dan apa nasehat antum untuk saya agar saya dapat memperbaiki kekeliruan saya?”

As-Syaikh Rabi’ langsung menjawab: “Saya menganggap kamu keluar dari manhaj Salaf, karena kamu:

1. Menulis surat bantahan terhadap nasehat yang telah saya berikan berkenaan dengan kekeliruan kamu dalam memimpin jihad. Dari suratmu itu saya mendapati bahwa kamu bukanlah Ja’far Umar Thalib yang dulu. Karena tampak dari suratmu itu bahwa kamu telah bersikap tidak sopan kepada Ulama’.

2. Kamu memutuskan hubungan dengan Ulama’.

3. Kamu menggelari saudara-saudara kamu dari kalangan Salafiyyin dengan gelar yang jelek.

Karena itu saya nasehatkan kepadamu agar kamu meninggalkan arena politik praktis. Sebab dengan terlibat dalam arena politik itu kamu terlalaikan dari kemestian da’wah Salafiyah. As-Syaikh Al-Allamah Muhammad Amin As-Syanqithi rahimahullah menyatakan: “Politik gaya demokratisme itu adalah anak perempuannya anjing. Maka jangan kamu memasuki arena politik praktis itu.” Juga saya nasehatkan kepadamu untuk kamu bertaqwa kepada Allah dalam menjalankan kegiatan Da’wah dan ikhlaskanlah amalanmu itu hanya untuk Allah. Saya nasehatkan kepadamu agar engkau menulis berbagai kesalahanmu untuk kemudian kamu bertaubat kepada Allah Ta’ala dari berbagai kesalahan itu. Saya menasehatkan kepadamu agar kamu berupaya sungguh-sungguh untuk membangun semangat saling mencinta di antara kamu dengan saudara-saudaramu kalangan Salafiyyin. Upayakanlah untuk kamu kembali dalam suasana saling tolong menolong dengan mereka dalam rangka kebaikan dan ketaqwaan. Jauhkanlah berbagai sebab yang mengarah kepada perselisihan dan perpecahan di kalangan kalian. Karena perpecahan dan permusuhan diantara kalian itu telah melemahkan Da’wah Salafiyah di Indonesia. Allah Ta’ala berfirman:

Dan janganlah kalian bertikai di antara kalian, karena pertikaian itu akan menjadikan kalian kalah dari musuh kalian dan akan menghilangkan kekuatan kalian.” (Al-Anfal: 46)

Demikian As-Syaikh Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali hafidhahullah menasehati saya bagaikan Bapak yang menasehati anaknya. Beliau menahan saya di rumahnya agar saya makan malam bersama beliau. Namun karena As-Syaikh Ahmad Al-Ghamidi harus pulang ke Jeddah setelah shalat Isya’ maka kami memohon maaf kepada As-Syaikh Rabi’ dan beliaupun mengantarkan kami pulang sampai ke pintu keluar sambil terus menasehati saya untuk dapat kembali hidup rukun dengan ikhwan Salafiyyin di Indonesia sebagaimana dulu.

Allahu ‘alam…….Walhamdulillah Rabbul ‘alamin….

dinukil dari …

http://alghuroba.org/index.php?read=142

About these ads

Aksi

Information

82 responses

21 08 2008
an1k03a

Artikel di blog ini sangat bagus dan berguna bagi para pembaca. Agar lebih populer, Anda bisa mempromosikan artikel Anda di infoGue.com yang akan berguna bagi semua pembaca di seluruh Indonesia. Telah tersediaa plugin / widget kirim artikel & vote yang ter-integrasi dengan instalasi mudah & singkat. Salam Blogger!
http://www.infogue.com
http://agama.infogue.com/rujunya_al_ustadz_jafar_umar_thalib

21 08 2008
mahfuzhoh

Afwan, bisa tlg jelaskan makna perkataan As-Syaikh Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali hafidhahullah :

“Politik gaya demokratisme itu adalah anak perempuannya anjing.”

Jazakallah Khoir atas penjelasaanya & tulisannya ga kekecilan tuh (he..he..)

Anjing adalah haram maka demikian juga dengan politik gaya demokrasi sekarang ini,..Allahu ‘alam

21 08 2008
milassalmi

Shubhanallah! Alangkah indahnya nasehat As Syeikh Rabi’ demikian pula firman Allah dalam Surat Al Anfal 46 tersebut. ALANGKAH INDAHNYA ISLAM dalam saling menasehati, Alhamdulillah jika pernyataan Ja’far Umar Thalib memang ada dan benar adanya? mudah-mudahan diikuti oleh kelompok yang lain yang selama ini, ayo ormas dan umat Islam bersatu dalam Ukhuwah Islamiyah atau apa namanya…. yang penting Islam tidak terpecah belah yang membawa kerusakan…

21 08 2008
milassalmi

Shubhanallah! Alangkah indahnya nasehat As Syeikh Rabi’ demikian pula firman Allah dalam Surat Al Anfal 46 tersebut. ALANGKAH INDAHNYA ISLAM dalam saling menasehati, Alhamdulillah jika pernyataan Ja’far Umar Thalib memang ada dan benar adanya? mudah-mudahan diikuti oleh kelompok yang lain yang selama ini, ayo ormas dan umat Islam bersatu dalam Ukhuwah Islamiyah atau apa namanya…. yang penting Islam tidak terpecah belah yang membawa kerusakan… Amien

21 08 2008
budimeeong

Allahhuakbar……………

21 08 2008
cenya95

Melihat kondisi sekarang, sedih rasa hati ini.
Saya setuju dengan pernyataan ini (cuplik) : “Dan janganlah kalian bertikai di antara kalian, karena pertikaian itu akan menjadikan kalian kalah dari musuh kalian dan akan menghilangkan kekuatan kalian.” (Al-Anfal: 46)”
salam

21 08 2008
abu hamzah

Alhamdulillah smg Alloh mengekalkan hidayah kpd kita utk memegang manhaj salaf ini sampe akhir hayat ……& diteruskan oleh keturunan2 kita…….amin ya Alloh……..sungguh ini berita gembira buat salafiyin di Indonesia, smg dawah salaf makin kuat & bersatu padu…….

21 08 2008
abu zulfa

Jazakallah atas infonya,,,,
Kalau benar berita itu mari kita ucapkan hamdalah ….
Semoga Allah selalu menjaga beliau dan salafiyun di Indonesia dari perpecahan, amin….

============================================
http://serviceprinter.wordpress.com
by.: Abu Zulfa Alqudamah

21 08 2008
udin

Mosok ulama yang dihormati kok ya bilang gak sopan . . . . “Politik gaya demokratisme itu adalah anak perempuannya anjing . . . akh yang bener aja

memang demikianlah adanya, anjing adalah haram demikian juga demokrasi sekarang ini…Allahu ‘alam,…oya….. sekedar koreksi syeikh Rabi’ hanyalah menukil perkataan As-Syaikh Al-Allamah Muhammad Amin As-Syanqithi rahimahullah yang mengatakan “Politik gaya demokratisme itu adalah anak perempuannya anjing”

21 08 2008
admin

Bagus laporannya. Lihat juga http://ruslihasbi.com untuk berbagai fatwa seroang ulama Indonesia lainnya.

21 08 2008
yusufsukandar

sudah saatnya umat Islam harus bersatu.
salam ukhuwah.

21 08 2008
abdullah

sayang, pengakuannya tidak sesuai dengan perbuatannya…..
sayang, pengakuannya hanya di mulut…………….
terbukti, perbuatannya masih saja sama dengan yang dulu…..
kalau dia memang rujuk, mengapa tidak kumpul dengan asatidzah salafi….
kalau dia memang rujuk, mengapa masih saja duduk bermajlis dengan orang-orang yang tidak pantas dijadikan teman duduk….
Pengakuan tidak akan berarti jika tidak dibarengi dengan perbuatan…..
semoga Allah memberimu hidayah wahai saudara Ja’far Umar Thalib…..
Kita berpisah karena Allah……………
karena tidak akan mungkin kita bersatu sementara aqidah dan manhaj kita berbeda.
barakallahu fiina jami’an

25 05 2010
wahyono

terakhir saya lihat di metro tv, dia diwawancarai pembawa acara laki2 dan pembawa acara perempuannya tidak nampak, padahal sebelumnya acara berita tsb dibawakan oleh pembawa acara laki2 dan perempuan.

21 08 2008
abdurrahman

alhamdulillah……
ana sangat berharap berita ini benar,
serasa ingin menetes air mata ini membaca artikel ruju’nya ustadz ja’far.
semoga Allah azza wajalla memberikan kelembutan dalam hati kita dan menyatukan kita,dengan persatuan yang haq.

22 08 2008
Aboe Zayd el-Posowy

Alhamdulillah, segala puji hanyalah bagi Allah Rabbul Alamin. Akhirnya, keluar juga pernyataan resmi dari Al-Ustadz Ja’far Umar Thalib tentang ruju’nya beliau dari beberapa kesalahan yang telah beliau lalukan dahulu. Dan apa yang beliau sampaikan dalam pernyataan ini, alhamdulillah SAMA dengan apa yang diberitakan oleh Al-Ustadz Abdullah bin Taslim, Lc. kepada ana, ketika Ustadz Taslim ziaroh ke Bandung akhir Juli 2008 lalu. bahkan ust. Taslim sempat menjamu/ mengundang ust. Ja’far dikediamannya di Madinah waktu itu. Dan kita mengambil zhahir dari penyataan ust. Ja’far tentang ruju’nya beliau dari kesalahan-kesalahannya. semoga Allah senantiasa memberkahi dakwah Ahlu Sunnah di Nusantara ini, memberikan hidayahnya kepada kita semua, juga mengampuni segala kesalahan kita.

Kita berdo’a kepada Allah, semoga hal ini menjadi salah satu sebab terjadinya persatuan di kalangan Salafiyin Indonesia seperti dahulu kala. Amin.

22 08 2008
allows

Alhamdulillah, dengan ruju’nya Ja’far Umar Tholib kepada manhaj salaf semoga semakin menguatkan dakwah salaf di indonesia.

23 08 2008
abu umar

alhamdulillah semoga semoga Allah meridhoi kita semua
boleh ana publikasikan???

silahkan…..

23 08 2008
Cakep Only

Innalilahi wainaillaihi roji’un

Saya posting di beberapa milis antara lain
assunnah@yahoogroups.com
salafi_indonesia@yahoogroups.com
salafiyyin/messages@yahoogroups.com
semuanya menolak untuk dipampangkan
sedangkan milis islam-jamaah@yahoogroups.com
justeru moderatornya meloloskan untuk ditampilkan

Ada apa kira2 ya?????(tanda tanya besar)

Abah C.O

Allahu ‘alam,…… mungkin masih menunggu berita selanjutnya, apakah ustadz ja’far benar benar ruju’ kepada manhaj salaf atau bagaimana,…..wallahu ‘alam

27 08 2008
didin

alhamdulillah

27 08 2008
Abu Qonita

Semoga apa yg diucapkan benar, tapi dalam hal ini kita harus melihat perbuatannya sesuai tdk dgn apa yg diucapkan,biasa seseorang didepan Ulama tdk bisa berbuat apa2 setelah jauh dari ulama kembali lagi dengan perbuatannya wallahu A’alam Bishowab

wallahul musta’an…….

<blockquote>

28 08 2008
Abu Abdullah

Ini peryataan rujuk dari apa menuju mana ?
- Kalo rujuk dari hizbi menuju hizbi yang lain namanya bukan rujuk!
- Kalo rujuk dari hizbi menuju sururi namanya juga bukan rujuk!
- Kalo rujuk dari hizbi menuju salafy ini baru disebut rujuk!

Truz kalo memang rujuk :
- Koq saat daurah nasional (awal agustus 2008) dimana ulama ahlus sunnah datang Indonesia koq tidak bersegera mendatangi majelisnya beliau?
- Koq saat para asatidz salafy dan salafiyyin berkumpul di Jogja beliau tidak ada ?
- Belum ada bukti perbuatan yang beliau tunjukan di hadapan Ulama juga beliau lakukan di Indonesia.

Bagi yang rujuk tentu akan mendatangi, meminta maaf, dan berkumpul, seperti yang dinasehatkan Syaikh Rabi’ Hafidzahullah kepada saudaranya yang pernah dikatakan sebagai Ahlul Fitnah wal Khiyanah. Terutama sekali terhadap ustadz-ustadz yang menasehati langsung beliau dikala itu, semoga dengan demikian hilanglah sifat tinggi hati.
Semoga Allah membukakan hati beliau untuk benar-benar rujuk dan tunduk menerima kebenaran dengan hati ikhlas, pasrah, dan merendah.

Allahu ta’ala ‘alam,….. secara dzahir pernyataan ust. ja’far memang ruju’ kepada manhaj salaf,… kita tunggu saja perkembangan selanjutnya dan semoga Allahu ta’ala memberikan taufiq dan hidayahNya,…

29 08 2008
mahabah

Pendapat para Imam dan Muhadditsin mengenai Bid’ah

1. Al Hafidh Al Muhaddits Al Imam Muhammad bin Idris Assyafii rahimahullah (Imam Syafii)
Berkata Imam Syafii bahwa bid’ah terbagi dua, yaitu bid’ah mahmudah (terpuji) dan bid’ah madzmumah (tercela), maka yg sejalan dg sunnah maka ia terpuji, dan yg tidak selaras dengan sunnah adalah tercela, beliau berdalil dg ucapan Umar bin Khattab ra mengenai shalat tarawih : “inilah sebaik baik bid’ah”. (Tafsir Imam Qurtubiy juz 2 hal 86-87)

2. Al Imam Al Hafidh Muhammad bin Ahmad Al Qurtubiy rahimahullah
“Menanggapi ucapan ini (ucapan Imam Syafii), maka kukatakan (Imam Qurtubi berkata) bahwa makna hadits Nabi saw yg berbunyi : “seburuk buruk permasalahan adalah hal yg baru, dan semua Bid’ah adalah dhalalah” (wa syarrul umuuri muhdatsaatuha wa kullu bid’atin dhalaalah), yg dimaksud adalah hal hal yg tidak sejalan dg Alqur’an dan Sunnah Rasul saw, atau perbuatan Sahabat radhiyallahu ‘anhum, sungguh telah diperjelas mengenai hal ini oleh hadits lainnya : “Barangsiapa membuat buat hal baru yg baik dalam islam, maka baginya pahalanya dan pahala orang yg mengikutinya dan tak berkurang sedikitpun dari pahalanya, dan barangsiapa membuat buat hal baru yg buruk dalam islam, maka baginya dosanya dan dosa orang yg mengikutinya” (Shahih Muslim hadits no.1017) dan hadits ini merupakan inti penjelasan mengenai bid’ah yg baik dan bid’ah yg sesat”. (Tafsir Imam Qurtubiy juz 2 hal 87)

3. Al Muhaddits Al Hafidh Al Imam Abu Zakariya Yahya bin Syaraf Annawawiy rahimahullah (Imam Nawawi)
“Penjelasan mengenai hadits : “Barangsiapa membuat buat hal baru yg baik dalam islam, maka baginya pahalanya dan pahala orang yg mengikutinya dan tak berkurang sedikitpun dari pahalanya, dan barangsiapa membuat buat hal baru yg dosanya”, hadits ini merupakan anjuran untuk membuat kebiasaan kebiasaan yg baik, dan ancaman untuk membuat kebiasaan yg buruk, dan pada hadits ini terdapat pengecualian dari sabda beliau saw : “semua yg baru adalah Bid’ah, dan semua yg Bid’ah adalah sesat”, sungguh yg dimaksudkan adalah hal baru yg buruk dan Bid’ah yg tercela”. (Syarh Annawawi ‘ala Shahih Muslim juz 7 hal 104-105)

Dan berkata pula Imam Nawawi bahwa Ulama membagi bid’ah menjadi 5, yaitu Bid’ah yg wajib, Bid’ah yg mandub, bid’ah yg mubah, bid’ah yg makruh dan bid’ah yg haram.
Bid’ah yg wajib contohnya adalah mencantumkan dalil dalil pada ucapan ucapan yg menentang kemungkaran, contoh bid’ah yg mandub (mendapat pahala bila dilakukan dan tak mendapat dosa bila ditinggalkan) adalah membuat buku buku ilmu syariah, membangun majelis taklim dan pesantren, dan Bid;ah yg Mubah adalah bermacam macam dari jenis makanan, dan Bid’ah makruh dan haram sudah jelas diketahui, demikianlah makna pengecualian dan kekhususan dari makna yg umum, sebagaimana ucapan Umar ra atas jamaah tarawih bahwa inilah sebaik2 bid’ah”. (Syarh Imam Nawawi ala shahih Muslim Juz 6 hal 154-155)

Al Hafidh AL Muhaddits Al Imam Jalaluddin Abdurrahman Assuyuthiy rahimahullah
Mengenai hadits “Bid’ah Dhalalah” ini bermakna “Aammun makhsush”, (sesuatu yg umum yg ada pengecualiannya), seperti firman Allah : “… yg Menghancurkan segala sesuatu” (QS Al Ahqaf 25) dan kenyataannya tidak segalanya hancur, (*atau pula ayat : “Sungguh telah kupastikan ketentuanku untuk memenuhi jahannam dengan jin dan manusia keseluruhannya” QS Assajdah-13), dan pada kenyataannya bukan semua manusia masuk neraka, tapi ayat itu bukan bermakna keseluruhan tapi bermakna seluruh musyrikin dan orang dhalim.pen) atau hadits : “aku dan hari kiamat bagaikan kedua jari ini” (dan kenyataannya kiamat masih ribuan tahun setelah wafatnya Rasul saw) (Syarh Assuyuthiy Juz 3 hal 189).

Maka bila muncul pemahaman di akhir zaman yg bertentangan dengan pemahaman para Muhaddits maka mestilah kita berhati hati darimanakah ilmu mereka?, berdasarkan apa pemahaman mereka?, atau seorang yg disebut imam padahal ia tak mencapai derajat hafidh atau muhaddits?, atau hanya ucapan orang yg tak punya sanad, hanya menukil menukil hadits dan mentakwilkan semaunya tanpa memperdulikan fatwa fatwa para Imam?

30 08 2008
syabaabussunnah

assalamu’alaikum
salafy USU Medan
tukeran link yukk..
http://www.syabaabussunnah.wordpress.com
Barakallohufik
Jazakullohu khoir

31 08 2008
didin

alhamdulillah semoga Alloh memberkahi ustad ja;far, sebaik-baik orang yang salah adalah orang yang brtaubat kepada Alloh.selanjutnya semoga ustad dapat berbuat lebih baik lagi.kapan ustad bisa ziarah lagi ke surabaya, khususnya di manukan. ikhwan kangen ustad.jazakumulloh khoiron

2 09 2008
MuttaQinaMaFaza

Dalam tayangan acara majelis dzikir di TVRI baru-baru ini kerjasama dengan BRI…disitu Ustad Jafar tampil sebagai muwajih disana….menurut saya latar belakang beliau yang seorang ikhwani…akan tetap abadi. Sehingga tiada akan pernah seinchi pun akan berubah akhi….

14 04 2010
Abdullah

Subhanallah.. hebat sekali antum ya akhii.. bisa mengetahui masa yg akan datang… astaghfirullah

2 09 2008
MuttaQinaMaFaza

saya rasa antum harus jeli dalam tabayun akhi jangan asal posting saja….

Jazakillah atas nasehatnya..barakallahu fiik

8 09 2008
Abu Aisyah

Assalamualaikum,

Ya Akhi, Dahulu ketika seorang baduy pada masa Rasulullah Mengucapkan Syahadat, kemudian shalat 5 waktu, tidak mengurangi dan tidak menambahnya, maka Ia masuk Surga.

Sekarang Ya Akhi, sudah banyak racun2 pemikiran yang merasuki kita secara sadar atau tidak sadar yang berakibat kepada berubahnya cara berfikir dan berpendapat kita, baik itu kita sadari atau tidak.

Ya Akhi, Jika beliau telah menyatakan tobat, maka janganlah berprasangka dengan prasangka yang banyak.

Ya Akhi, jauhilah dari kebanyakan prasangka.

Tentang urusan hati beliau, kita serahkan kepada Allah.

Wallahu A’lam

17 09 2008
abu muhammad

Kalau berita ini benar Alhamdulillah. Tapi para asatizd juga harus tetap waspada.Yang penting sekarang kita lihat sesuai nggak ucapan beliau Ust.Ja’far dengan perbuatannya. Ana yang berada jauh di pedalaman Kaltim berharap kepada Ust.Ja’far agar bertobat dengan sesungguhnya ke manhaj yang haq ini.Berdakwah seperti dulu saat sebelum menyimpang,ana akan muliakan Ust.Ja’far walaupun dengan dakwah ini menjadi miskin.

na’am…. semoga Allahu ta’ala memberikan Taufiq dan HidayahNya kepada kita semua

19 09 2008
iswandi

kita tunggu aja, yaaachh..mudah2an kedepannya da’wah salaf ini tidak tercoreng lagi …

5 10 2008
Cah mbelink.

Ruju’ dr mn k mn??Klo dari hizby ke surury,ya gak beda jauh..Ya moga bner2 ke salafy yg bner2 salafy

6 10 2008
Abu Ibrahim

Assalaamu’alaykum Cah mbelink & ikhwah skalian,

Yg bner2 salafy tuh yg mana sih…?
Trus yg surury itu yg mana ya…?
Surury itu apa yah…?

‘Afwan

6 10 2008
mazamier

MuttaQinaMaFaza (09:58:53) :

Dalam tayangan acara majelis dzikir di TVRI baru-baru ini kerjasama dengan BRI…disitu Ustad Jafar tampil sebagai muwajih disana….menurut saya latar belakang beliau yang seorang ikhwani…akan tetap abadi. Sehingga tiada akan pernah seinchi pun akan berubah akhi…. “

Akhi Muttaqin..semoga Antum dan kita bener2 menjadi ornag yg bertaqwa…
komen antum: “menurut saya latar belakang beliau yang seorang ikhwani…akan tetap abadi. Sehingga tiada akan pernah seinchi pun akan berubah akhi…. ” apakah antum ingin mendahului Allah? apakah antum mengetahui ttg hal yag Ghaib? ittaqillah ya akhi…. yang membolak-balikkan hati seseorang hanya lah Allah…! sangat mudah bagi Allah membolak-balikkan hati manusia dari baik ke buruk, dan dari buruk ke baik…
“ya muqollibal quluub tsabit qolby ‘ala diinik…’

7 10 2008
25 10 2008
Abu Habil

Bismillah,

Ustadz satu ini dari dulu cepat sekali berubah pikiran tidak istiqomah, seperti bantahan thd Al-qordhowiy , Tapi mudah-mudahan apa yang diucapkan kali ini akan seperti yang di perbuat. dan jangan lagi berubah pikiran setelahnya.

14 11 2008
abdullah al Marosi

Assalamu’alaikum,
Sungguh Nasehat yang sangat Baik dari As Syaikh Rabi terhadap ustdz jafar, Inilah apabila Seorang yang berIlmu ditanya Insya Allah akan dijawab dengan haq sesuai dengan pemahaman yang haq pula Dari Kitabullah dan sunnah Rasullullah…

Adapaun ru’junya ust jafar di pahami dengan prasangka baik dan kita sebaiknya memohonkan kepada Allah agar diberikan Pertolongan dan diselamatkan dari Kesesatan dan keteguhan hati untuk Istiqamah dalam beragama ini….

Pelanz.pelanz ya akhi ana berharap dan memohon kepada Allah agar ustd Jafar melakukan apa yang di nasehatkan oleh As Syaikh Ra’bi dengan Ke-Ikhlasan dan memahami kesalahan serta Ruju secepatnya,
wallahua’allam

22 11 2008
Ari

Asssalamualaikum Wr.Wb

Sebelumya saya minta izin dulu sama mas Adi untuk copy-paste artikel ini ke blog saya. Saya suka sekali dengan artikel ini yang mana selama ini udah menjadi kontroversi bagi ikwan2 salaf terutama saya sendiri yang berada di Padang. Harapan saya dakwah salaf terus berkembang dan tidak terpecah-pecah lagi dan kepada Ust Jafar semoga beliau tetap istiqamah berpegang teguh pada manhaj yang lurus ini.

Barakallahufik,

wa’alaykumussalam warahmatullahi wabarakatuh,…
silahkan…wafiikum barakallah

5 12 2008
rachmat

pro aktif donk….. ya ustadz jafarnya atau salafiyin yang lainnya. Yang duluan silaturrahim itu yang masuk surga duluan……. remember it.

29 04 2013
kamajayaroyk

ya tuh antara salafi dan ahlussunah sama proaktiv lah dan saling membuang jauh suudhon, dan ke depan selalu pererat silaturahim antar tokoh dan asatid kedua fihak misalnya tablig umum bersama dalam perayaan hari besar agama Islam saling berpesan untuk memperkuat iman islam, acara halal bilhalal yah…….pentingkan hal yang manfaat dari hindari hal yang mafsadat.

30 04 2013
kamajayaroyk

ingat yang memperlemah persatuan adalah karena adanya firqah yang exlusiv dimana satu golongan yang berbeda faham menjaga jarak dengan golongan lainnya yang tidak sefaham inilah bibit awal dari terkotak-kotaknya persatuan ummat dari kotak besar menjadi kotak-kotak kecil. semoga para tokoh dan asaatid dapat mengatasi dan mengantisipasi terjadinya kotak golongan exlusiv. sehingga ummat Islam dapat dipersatukan menjadi ummatan wahidah walaupun dalamnya berbeda pemahaman.

7 01 2009
Irman Wardhana

Assalamu’alaykum akhi..

Postingan yang sangat bagus.. sungguh barusan (beberapa hari yang lalu) ada yang tanya ana tentang perihal ini..
tentang detail yang ana jawab, mungkin kalo antum mau tahu antum bisa tanya langsung ke Yasser (di group Ahlus sunnah wal jama’ah FS), karena na takut salah..
tapi sungguh sebenarnya ada tersirat dalam benak ana, agar menyarankan yasser untuk tanya langsung ke antum..
insya Allah link ini yang akan ana berikan ke Yasser..
Barokallohu fik. semoga terus dimudahkan dalam rangka berdakwah.


wafiika barakallah,….

12 01 2009
rahmat s

akhi Alhamdulillah, semoga dalam hal ini kita dapat mengambil ibrah (pelajaran) baarakallahu fiikum


ya… semoga kita semua dapat mengambik ibrah…. wafiikum barakallah

1 03 2009
sigit purnomo

bismillah ana berharap saudaraku salafiyyun tidak lancang berkomentar sebelum ada fatwa dari ulama kibaar, kita ini hanya orang awam jadi jangan berkomentar semau kita. ilmu kita ini tidak seberapa dibandingkan mereka yang banyak meluangkan waktu untuk tholabul ilmi. semoga alloh menjaga kita semua. tetaplah menuntut ilmu sampai karena barang siapa menempuh jalan untuk menuntut ilmu maka alloh akan mudahkan baginya jalan menuju surga barokallohu fiikum.

8 03 2009
abuibrahim

ust kita semua sayang kamong.. tolong buktikan rujukmu
dengan kumpul dengan asatidzah salafyin

12 03 2009
Fayuma

Bismillah..

Akh ana mo tanya sebelum komentar, ko’ ana check link ini pada link kumpulan situs sunnah : http://situs.assunnah.web.id/category/aqidah-manhaj-2/ (Larangan Mencaci sahabat) itu dari Yazid Bin Abdul Qadir Jawas ya… Kalo dia sendiri manhaj nya apa ya?? Kan dia orang yayasan Al Sofwah ya?? yang dulu namanya yayasan Al Muntada kan? yang sama dengan Al muntada yg di London yg adalah yayasan Muhammad surur kan?? Bukan hanya sama namanya , kan mereka juga mengedarkan majalah sururi dari Al Muntada di Indonesia dulu kan? Kalo dia (Yazid) udah merubah nama yayasan menjadi Al Sofwah, bukan lagi Al Muntada, lalu dia rubah Manhajnya, apakah ada pernyataan dari Yazid yg menyatakan dia ga ada kaitan dgn mereka, bertobat dari kesalahan karna dulu bergabung dengan mereka??.

Anggaplah Ja’far benar2 Ruju’, Lalu nasehat dari Syaikh Rabi’ buat Ja’far tuk kembali berkumpul dgn Ikhwan2 Salafy di Indonesia, itu Ikhwan yg di maksud syaikh yang mana ikhwannya ya?? yg Salafy beneran atau yg sururi ya?? soalnya yg Sururi pun sekarang ga ngaku Sururi, mereka senang syaikh menasehati Ja’far tuk kembali, tapi mereka tau ga ya akh pandangan Syaikh Rabi’ tentang Yayasan Ut Turrots?? yg udah di tahdzir rame2 bukan hanya Syaikh Rabi’.. Lalu kira2 nasehat Syaikh Rabi’ itu di arahkan ke salafy yg mana ya yg harus ja’far kembali????????? Atau Ja’far bertujuan menipu syaikh (nauju billah minjalik. Cukuplah Allah menjadi saksi)…
Lalu, dia (Ja’far) bertobat dari menjuluki asatizah2 salafy yg dia juluki ahlul fitnah itu asatidzah yg mana ya??
Dulu yg dia maksud asatidzah yg memfitnah dia siapa?? yg dulu menasehati dia siapa?? yg kemudian dalam serangkaian edisi majalah Salafy (eh.. Salafty : Salaf demokraty) dia mencerca mereka?? Padahal kalo ga salah (pasti deh benar) itu semua murid2nya dia yg pernah dia sanjung ketika dia kunjungi mereka di Yaman lalu berkata : “mereka mantan murid2ku, namun sekarang ilmu mereka sudah lebih dari ilmuku, sehingga aku pun kini belajar dari mereka.” Itu ya Asatidzah yg di maksud.. Karna kalo ga salah (pasti bener deh).. Mereka itu deh yg di rekomendasikan oleh Syaikh rabi’,. Jadi kalo Jafar tidak Ruju’ tuk kembali bersama “mantan murid2nya itu, dia kembali kepada siapa ya?? apa dia kembali kepada ahlul turotsiy?? kalo begitu Mungkin dia salah alamat dalam menafsirkan nasehat Syaikh.. Inna lillahi wa inna ilahi rojiun..

Atau mungkin dia lupa kalo dulu Abdurrahman Abdul Kholik berkunjung ke Indonesia itu atas prakarsa siapa ya?? Yazid, Ainurrofik Gufron, Yusuf Utsman Ba’isa atau siapa ya?? Dia tau ga ya apa mereka (Yazid, Ainurrofik Gufron, Yusuf Utsman Ba’isa) dah bertobat blom ya dari kegiatan itu?? kalo belum bertobat, dia tau ga ya apa manhaj mereka ber tiga??…

Baiknya kita semua mengoreksi diri… Siapa yg dimaksud untuk ruju’ ke siapa.. apa ke Sururi, atau salafy.. Soalnya yg sururi juga ga mau di bilang sururi sih.. dah ngaku2 Salafy, dah pake acara nerangin apa itu sururi, bikin keruh arena da’wah.. Tapi kita semua berlindung kepada Allah, karna selihai apapun mereka, Allah akan perlihatkan makar2 mereka.. Waliyajubillah..

Apa ga sebaiknya kita perhatikan dulu manhajnya Yazid bin Abdul Qodir Jawas?? yah ini juga sebagai rasa sayang kita terhadap dia…, kalo dia salah kita nasehati, Mbo ya bertobat, kalo dia sydah tau kebenaran kita tanyain kenapa ko’ terus mengamalkan i’tikad bid’ah (i’tikad loh bukan amalan seperti shalat, puasa, maulid, dzikir. soalnya yg kaya gitu sih ngikutin salaf, tapi yg terjemahin shahih bukhari bareng Hidayat Nur Wahid ga banyak yg tau, hidayat itu yg suka ulas tafsir Fidzilalil Qur’an.. Apa ya pendapat Syaikh Rabi’ tentang Tafsir karya Sayyid Qutubh itu.. Trus gmn pandangan Syaikh Bin Baz, Utsaimin, Albani tentang sayyid Qutbh..) Jadi kalo ngumpul ama orang kaya Hidayat Nur Wahid itu sangsi ga ya kita dgn manhaj nya ?? atau mungkin ada ga ya pernyataan Yazid dari hal itu?? kalo ada dimana ya???
Kalo gitu, kita kan barengan nih ngaku salafy, kita coba check ke kitab2 bagaimana perlakuan para salaf terhadap orang yg sudah di cap ahlul bid’ah (bukan pelaku bid’ah loh, jadi ini capnya jelas dari ulama, bukan dari fulan bin fulan yg ga jelas manhajnya)..
Kalo salaf bersikap tegas terhadap ahlul bid’ah, trus kita ngaku salafy (yg katanya menyandarkan pada kaum slafushaleh, ko bermesra2an ama ahlul bid’ah ya?? mingkin ga kita di sebut Salafy?? atau masih memegang paham “tolong-menolong dalam apa yg kiita sepakati(sama), kita hormat-menghormati dalam apa yg kita berbeda..
Jadi cobalah di check lagi kemana Ja’far pergi, ke salafy yg dimaksud Syaikh Rabi’ atau bukan.. Kalo iya berarti dia ruju’ kalo bukan berarti dia terperosok, cuman kali ini beda kolam.. Kalo kemarin ke kolam tikus, kali ini malah lebih dahsyat, ke kolam buaya… hiiii serem….

Semoga kita semuanya diberi rahmat dan hidayah oleh Allah.. Dan Ja’far yg kita cintai karna Allah, dan kita benci juga karna Allah juga diberi hidayah kepada slafy yg benar…
“Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk”.
(Qs Al Qashash : 56)

Wallahu ‘alam

8 03 2011
Abu Amiras

Kalo luqman ba’abduh, Asykari, Affifudin dan kawan2nya yang bermanhaj hadadiyah mengaku salafy udah rujuk blum?

9 08 2012
Luqman Hakim

Tinggal menunggu 13 Dedengkot Haddadiyah di Indonesia diantaranya luqman ba’abduh, Asykari (ini parah mulutnya kaya preman terminal), Affifudin (lebih gila lagi mulutnya menyalak terus ga ada faidahnya kaya bukan ustadz) dan kawan2nya yang bermanhaj hadadiyah mengaku salafy yang tobat..

15 06 2009
namat

dunia belom berakhir, fastabiqul khairot ,kita tunggu keputusan Allah

5 07 2009
oni

apa iya…kayaknya belum rujuk tuh setau ana….
masak Jamarto menyerukan untuk mgirim pasukan jihad ke palestine

5 10 2009
aris

kayak yang punya agama syaik robi aja.

15 10 2009
Budiarta

Bersatulah sahabat, hancurlah ahli bid’ah… hidupkan Sunnah… jangan mau diadu domba!!! hati2 banyak kaum munafikun dikalangan ahlus sunnah wal jama’ah…

21 10 2009
dzakwan

bingung aku baca situs ini, ngalor ngiduol wae, jadi puyeng aku, podo wae critane, ngapunten

26 10 2010
Kalimosodo

Gak usah bingung Kang, Alloh maha bijaksana, ingetkan cerita pelacur -Jelas gak ada iman- iklas nolong anjing kehausan – MASUK SYURGA. wis tho gak usah bingung2. yang jelas islam agama paling bener- dulu itu gak ono ASWJ, Wahabi, salafy kita nyari ilmu dan ngamalin semapu kita nangkep pemahamannya dengan iklas – salah pahale ada, bener pahalanya tambah buanyaak.

29 10 2009
Abu Saudi

Na’udzubillah.. ternyata memang manusia lebih mudah untuk membicarakan aib seseorang. Apalah gunanya ‘ilmu yang antum sekalian pelajari kalau hanya untuk membicarakan aib seseorang? Sudahlah yaa akhii, yang penting kita belajar dan ber’amal, jangan ngerumpi yang ngga’2.
Apakah karena dangkalnya ‘ilmu antum sehingga bisanya hanya ngerumpi ngalor-ngidul?? atau karena ‘ilmu antum dah terlalu tinggi sehingga gampang sekali mengotak-atik aib seseorang??

Sudahlah wahai saudaraku kaum muslimin, terimalah dengan hati yang lapang pernyataan taubat dari saudara kalian,. kan lebih baik kita do’akan semoga pertaubatan tersebut adalah yang sesungguhnya. Lalu buat apa kita terus menelan kesalahan saudara kita???

Jangan sampai kalian yang menjadi orang yang susah untuk memaafkan dan keras hati, hati-hati wahai saudaraku, jangan merasa aman dari tipu daya syaiton.

Semoga Allah memberi petunjuk kepada kalian semua yang masih saja sok untuk tidak mau menerima pernyataan taubat saudara kalian. Apakah kalianlah yang maha benar???

Wallahu a’lam

31 10 2009
Malcreb

Kasian deh lu.., Jafar Umar! Kesana-kemari gak ada lagi yang mau nerima. Makanya jadi orang harus tegas dalam berkeyakian, jangan asal taklid. Belajar dulu ilmu agama yang mumpuni, biar gak mencla-mencle: Kata orang ke barat, kamu ikut ke arat, tanpa mengerti maksudnya. Saya jadi ingat, ketka kamu sempat ikut-ikutan berzikir yang ditayangkan televisi, sejumlah kyiayi di Cirebon mengingatkan kepada para santri supaya berhati-hati kepada anda. Kata para kyai, anda itu bukan orang berilmu, yang tindakan dan perilakunya didasarkan pada ilmu. Ternyata sekarang terbukti, selain tidak berilmu dan juga orang yang tidak punya pendirian. Mudah terombang-ambing dan cuma bisa takid doang. Kasian…deh. Sengaja saya komentar di blog ini, sekalian ingin menguji apakah komentar saya yang bukan wahabi juga akan dimuat di blog ini.

13 11 2009
Abu Niha

Bismillah.
@Aris… jika antum tidak mengetahui duduk perkaranya. Diam saja dan banyakin belajar. Semoga Allah memberkahimu.

4 12 2009
Achmad Al Aziz

Ini semua cerita kok gak ada habis-habisnya… Umat mau dibawa kemana??? Kalo yang satu hujjah dengan hadist dan ayat, pihak lainnya juga berhujjah dengan ayat dan hadist.
Salafi-salafi yang mana dijadikan ustwah?

21 12 2009
Abu Abdillah

@Fayuma….. Barakallahufik

21 12 2009
el Ayubby

bid’ah kenapa takut?segala amalan Allah yang memberi pahala…perkara bid’ah pake keterangan dalil ulama2 salaf …jangan Al Bani Usaimin..coba Wahaby tu siapa?

Allahu Akbar……
cukuplah bagi kita sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ,

مَنْ أَحْدَثَ فِى أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ

“Barangsiapa membuat suatu perkara baru dalam agama kami ini yang tidak ada asalnya, maka perkara tersebut tertolak.” (HR. Bukhari no. 20 dan Muslim no. 1718)

Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,

مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ

“Barangsiapa melakukan suatu amalan yang bukan ajaran kami, maka amalan tersebut tertolak.” (HR. Muslim no. 1718)

21 12 2009
el Ayubby

Syaikh Bin Baz, Utsaimin, Albani …itu ulama kalian …??tau islam baru …coba mana saudy kadang wahaby halalkan israel runtuhkan palestina…

syaikh bin baz, syaikh albani rahimahumullah adalah ulama ahulus sunnah,…. antum telah menuduh tanpa bukti, tunjukanlah buktinya bila antum benar… Allahul musta’an……

21 12 2009
el Ayubby

Jafar Umar Thalib…klu dzikir sama Ahlul bid’ah dimana dosanya…klo emang amalan bid’ah tertolak siapa yg tau amalan orang2 yg anda sebut Ahlul bid’ah…..Ane gk pinter tapi cuma mau ngilangin kebodohan …Ustwah Rosul mana yg anda jadikan pedoman(beliau aja berahlak baik dengan orang yahudi) …Shollu Alaa Rosulillah

yang dosa itu bukan dzikirnya, tapi kaifiyah (caranya) yang tidak ada dalilnya sedangkan dzikir adalh ibadah dan ibadah bersifat taufiqiyyah .. wallahu ‘alam

22 12 2009
Abu Abdillah

Bismillah…

Untuk akh adi abdullah

antum harus terus mencari al haq akhi, ikutilah para ulama, dan jangan ragu.

mungkin yang akan ana sampaikan bisa membuat antum memahami, bahwa para ulama-pun ikut bersikap terhadap setiap hal yang memecah belah barisan salafyin….

Berikut fatwa terakhir syaikh Rabi’ Ibn Hadi Al Madkhali yang menyikapi tokoh Turotsiyyah Internasional, Ali Hasan bin Abdul Hamid Al Halabi, yang sering diundang Perhimpunan Al Irsyad dan Turotsi Indonesia – pembela Jumiyyah Ihya At Turots / JITI cs (Yazid Jawwas, Abu Auf Abdurrahman bin Abdul Karim at Tamimi dan Abdul Hakim Jawwas)

فقال الشيخ : أحمد بازمول عالم درس الحديث والعقيدة والفقه على علماء ومؤصل تأصيل علمي ودكتور في الجامعة ، ولو لم يرد على علي الحلبي لرددت أنا عليه لكنه كفاني , وقد طلبت منه أن لا يدافع عني

“…Ahmad Baazmool is an ‘aalim who studied Hadeeth, ‘Aqeedah, and Fiqh under the scholars, well-grounded in knowledge, a doctor in the university. Had he not refuted ‘Alee al-Halabee, I would have done so myself. However, he has sufficed me…”

Asy-Syaikh Prof Dr. Rabi’ ibn Hadi al Madkhali hafidhahullah berkata: “Ahmad Bazmul seorang ‘alim, dia belajar Al-Hadits, Al-Aqidah dan Al-Fiqh kepada para ulama, beliau memiliki pondasi ilmu dan beliau adalah Doktor di jami’ah. Kalaulah dia tidak membantah ‘Ali Al-Halaby maka aku akan membantah ‘Ali, akan tetapi beliau (Ahmad Bazmul) sudah cukup. Aku telah meminta beliau untuk tidak membela aku”. (http://www.salafitalk.net/st/viewmessages.cfm?Forum=9&Topic=10097, dinukil dari http://www.sahab.net/forums/showthread.php?t=373613 )

Berikut kutipan dari tulisan Ahmad Bin Yahya Az Zahrani yang diposting di situs Sahab pada tanggal 28-11-2009, diterjemahkan al akh Umar al Indunisy di ma’bar, Yaman sbb :

Asy-Syaikh Rabi’ ibn Hadi al Madkhali hafidhahullah ditanya tentang ‘Ali Al-Halaby, maka Asy-Syaikh menjawab: “Saya akan jelaskan kepada kalian keadaan ‘Ali Al-Halaby. Selama sepuluh tahun kami bersabar atas dia dan apa yang dimunculkan dari fitnahnya, sedang dia memperkuat fitnah tersebut dan berusaha untuk memecah belah dan membuat musykilah, diantaranya:
a. Dia memberi kata pengantar pada kitabnya Murad Syukri yang mana padanya ada aqidah murji’ah dan pendalilan dengan ucapan ahlu bid’ah
b. Sikapnya terhadap fitnah Adnan ‘Ar’Ur
c. Sikapnya terhadap fitnah Al-Maghrawy (takfiry).
d. Sikapnya terhadap fitnah Alu Hasan Al-Ma’riby. Dan termasuk yang Asy-Syaikh –hafizhahulullah sampaikan terkait Al-Ma’riby: “Kami sepakat dengannya –’Ali Al-Halaby- akan beberapa perkara dan diedarkan penjelasan akan hal itu dan gembiralah salafiyun. Dan pada malam kedua dia berjumpa dengan Abul Hasan lalu dia mengeluarkan ucapan baru yang membuat marah salafiyin di semua tempat”.
e. Sikapnya terhadap Jum’iyah Al-Ihya’ At-Turats dan pujiannya terhadapnya bahwasannya jum’iyah tersebut salafiyah. Maka Asy-Syaikh berbicara tentang bahayanya jum’iyah ini dan bagaimana dia memecah belah salafiyyin di banyak negara.

Asy-Syaikh –hafizhahullah- berkata: “Al-Halaby datang kepadaku pada bulan Ramadhan dan aku katakan kepadanya: “Kamu bukanlah termasuk muridnya Al-Albany”, maka dia sangat marah. Aku katakan padanya: “Kamu bukanlah termasuk murid Al-Albany”. Al-Halaby berkata kepadaku: “Aku tidak akan memerangimu!!. Lalu dia mencanangkan peperangan dan menerbitkan dua buku dan membuka situs (Kullu Salafiyyin) padanya dia memerangi salafiyyin dengan peperangan yang membinasakan, dan situs itu merupakan sejelek-jelek situs”. Maka mereka memotong perkataan Asy-Syaikh, mengangkat suara mereka dan bersumpah bahwa situs tersebut tidaklah seperti itu. Maka Asy-Syaikh berkata: “Aku telah melihat apa yang ada padanya, janganlah kalian bersumpah demi kebathilan, janganlah kalian bersumpah demi kebathilan.” Mereka berkata: “Dikarenakan situs (Kullu Salafiyyin) mereka tidaklah dibuat kecuali untuk membela diri, ‘Ali Hasan membuatnya untuk membela dirinya, dan kami perlu membela melindungi diri-diri kami!!”. Saya berkata: “Masya Allah Ta’ala!! Dia membuat situs untuk melindungi diri, menolong ahlu bida’ bukan untuk menolong Ahlus Sunnah dan membelanya serta ahlinya. Bahkan situs ini termasuk musibah dan bencana yang Allah Ta’ala Maha Tahu tentangnya.”

Simak selengkapnya di http://www.sahab.net/forums/showthread.php?t=373613 atau di yang telah diterjemahkan Al Ustadz Umar Al Indunisy, tgl 19 Desember 2009 di Ma’bar Yaman. Silakan simak arsip terjemahannya di http://sites.google.com/site/faktakanyghaq/home/AliHasanAl-Halaby.pdf?attredirects=0&d=1 dan aslinya di http://sites.google.com/site/faktakanyghaq/home/%D8%A3%D8%AD%D9%85%D8%AF%D8%A8%D9%86%D9%8A%D8%AD%D9%8A%D9%89%D8%A7%D9%84%D8%B2%D9%87%D8%B1%D8%A7%D9%86%D9%8A.doc?attredirects=0&d=1.

Semoga bermanfaat

walhamdulillah…. jazakallah atas nasehat antum,…… afwan kalau ana sedikit berbeda dengan antum dalam menyikapai masalah yg antum kemukakan, ana pribadi (sependek pemahaman ana) lebih condong kepada pendapat bahwa perselisihan antara kedua masyayikh hafidzahumullah adalah permasalahan khilafiyah ijtihadiyyah atas permasalahan al jarh wat ta’dil…. benyak permasalahan yang serupa dengan kasus yang antum kemukakan,
contohnya….
perbedaan pandangan mengenai status Asy-Syaikh Rasyid Ridla rahimahullah. Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi’iy rahimahullah dan banyak di antara murid-muridnya menganggap bahwa Asy-Syaikh Rasyid Ridla bukan Ahlus-Sunnah. Bahkan ia dianggap seorang Mu’taziliy (berpemahaman Mu’tazillah). Namun di sisi lain, Asy-Syaikh Al-Albani, Asy-Syaikh Ibnu ’Utsaimin, dan jumhur ulama muta’akhkhirin lainnya menganggapnya masih sebagai ulama Ahlus-Sunnah (yang terjatuh dalam kesalahan dalam ijtihad). Sampai sini tidak terlalu masalah bagi kita.
Namun datanglah kemudian sebagian muqallid yang menjadikan perbedaan pandangan tersebut sebagai asas saling cela terhadap sesama. Allaahul-Musta’aan…… Dan yang lain

http://abusalma.wordpress.com/2009/02/27/al-jarh-wat-tadil-adalah-perkara-ijtihadiyyah

8 03 2011
Abu Shalih

yaa begitulah kalau juhala dari kalangan hadadiyun ekstem gampang merendahkan, menghina, menuduh secara dusta salafiyin yang lain yg tidak sepemikiran dengan hawa nafsunya, permaslahan khilafiyah ijtihadiyah di giring ke arah perpecahan itulah hizbiyah hadaddiyun

9 08 2012
Luqman Hakim

Betul Akh Abu Shalih..yg paling gencar menghancurkan barisan Ahlussunnah salafiyun adalah juhala2 haddadiyah ekstrem yg membajak nama salafy dan berbicara masalah besar yg bukan kapasitasnya ..sehingga menjadi senjata ahlu bid’ah dan tokoh2 kesyirikan untuk menghantam asatidzah yg ikhlas berdakwa h tauhid dan sunnah sesuai dgn manhaj salaf

18 03 2010
arif

islam akan kerdil dan tak akan berkembang.. kalo pemikirannya mengannggap golongan yang satu salah dan golongannya sendiri benar. kapan kalian bisa maju…. nabi sendiri pernah bersabdaa.. kamu tidak akan tersesat andaikan berpegang 2 perkara yaitu Al quran dan hadist.. saya sangat menhargai kaum salafi dan menhormatinya.. tapi kalo anda masih berpendapat golongan anda sendiri ya ng benar… alangkah kerdilnya pemikiran saudara..

Islam akan kerdil bila umat terpecah belah dan jalan untuk mencapai kejayaan adalah kembali kepada Al Quran dan As Sunnah dengan pemahaman salaful ummah, mengingkari bid’ah dan kemungkaran bukanlah memecah belah ummat justru sebaliknya ….. mengajak ummat untuk beragama dengan benar sesuai tuntunan….

13 04 2010
pete

katenye kembali kepada alqur’an dan sunnah, tapi saling su’udzonn jadi amalan bathin setiap saat, tajassus jadi amalan sehari-hari, ghibah jadi dzikir harian bukrotan wa ashyylan, yah same aje hanibal makan bangkai manusia yang lain. (dulu ane kuliah di jogja)ngaji di ihyaussunnah dibilang ahli bid’ah ame salafyin alanshoer kencuran/masjid alhasanah mirota/masjid pogung, ngaji di kencuran dibilang ahli bid’ah ame salafyin jamiilurrohmaan. padahal sesame ustadz kibar, pade bise bace kitab2 hadits, tapi pade saling nyesatin, tapi cume pade rebutan majlis/pendukung. saya kecewa dengan salafyin, padahal ane baru mau mendalami islam. tolong sampein buat seluruh salafyin ni kekecewaan ane, masih banyak temen2 ane yang kecewa atas tingkahlaku salafyin.

1 05 2010
muiz

ayo umat islam jangan saling tahdir mentahdir instropeksi diri ? jangan saling salah meyalahkan kalu saling menyalahkan akan menimbulkan penyakit hati ? penyakit yang ditimbulkan oleh hawa nafsu syetan ? manusia pasti punya kesalahan manusia tidaklah luput dari kesalahan ? walaupun itu para ulama pasti akan pernah berbuat kesalahan

13 05 2010
farid

subhanallah…

12 08 2010
lukman hamdun

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لاَ تَحَاسَدُوا وَلاَ تَنَاجَشُوا وَلاَ تَبَاغَضُوا وَلاَ تَدَابَرُوا وَلاَ يَبِعْ بَعْضُكُمْ عَلَى بَيْعِ بَعْضٍ وَكُونُوا عِبَادَ اللَّهِ إِخْوَانًا الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لاَ يَظْلِمُهُ وَلاَ يَخْذُلُهُ وَلاَ يَحْقِرُهُ التَّقْوَى هَاهُنَا وَيُشِيرُ إِلَى صَدْرِهِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ بِحَسْبِ امْرِئٍ مِنَ الشَّرِّ أَنْ يَحْقِرَ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ كُلُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ حَرَامٌ دَمُهُ وَمَالُهُ وَعِرْضُهُ (رواه مسلم/كتاب البر والصلاة)

Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Janganlah saling menghasud, janganlah saling mengicuh, janganlah saling membenci, janganlah saling membelakangi (berseteru), janganlah sebagian kamu menjual atas jualan sebagian yang lain, jadilah kalian hamba-hamba Alloh yang bersaudara. Muslim yang satu adalah saudara muslim yang lain, ia tidak boleh mendholiminya juga tidak boleh merendahkannya dan juga tidak boleh menghinanya. Taqwa itu di sini -beliau sambil berisyarat pada dadanya 3 kali-, cukuplah seseorang (dikatakan) berbuat jahat jika ia merendahkan saudaranya yang muslim. Setiap muslim atas muslim yang lain harom (terpelihara) darahnya, hartanya dan kehormatannya. (HR. Muslim dari Abu Huroiroh Rodliyallohu ‘anhu /bab berbuat baik dan silaturrohim). ..
..
kepada jafar umar thalib dan pengikutnya :
sesama umat muslim haruslah saling melindungi bukannya malah menyesatkan , betapa bodoh dan jahilnya seorang jafar umar thalib, apabila ia malah menyesatkan, menghina, menuduh sebagai kaum khawarij seorang muslim yg sedang terdholimi,
saya mengkhawatirkan apakah seorang jafar umar thalib ”yang katanya” adalah seorang panglima islam tapi malah menjual agamanya karena takut kepada musuh ALLAH

4 09 2010
abu_rokhis

hati saya miris ketika disebut sech robi bin hadi ;’politik gaya demokrasi… anak anjing perempuan,..?bagaimana dgn ikhwan kita yg di pks,pan,kita sesama ant bid’ah,”masak disebut anak anjing perempuan”?!!tlooong beri aku penjelasan y ikhwan!!!

pks dan pan termasuk anti bid’ah ??,,, bukankah terjun dalam “demokrasi” termasuk dalam bid’ah ???…..

10 09 2010
agus sunanto

subkanalloh…. smga Alloh merahmati kita semua

21 09 2010
andi

kenapa yg di bahas selalu masalah at thorits,ap tdkad permasalahan yg lain yg lebih bermanfaat dr membahas mslh tsb,mslh yg para ulama saja msh berselisih ad yg mentazir dan yg merekomedasikan yayasan tsb,ya akhi..ni mslh ijtihad,bg kita para penuntut ilmu tu hanx belajar,tuk ap menyibukan diri dengan itu semua,ap kita yg yg selalu menyibukan diri dng itu semua sudah mempelajari dan memahami islam yg benar,ap kita sudah bnyk memahami kitab2 para ulama sprt,kitab tauhid,ushulus shalasa,tafsir,ushul fiqih,fiqih,hadits dan msh byk lg selin dr tu..ehmm?

8 03 2011
Abu Shalih

itu kerjaannya pengusung manhaj hadadiyah yg sedang menghancurkan barisan salafiyin di indonessia

4 01 2011
Abu haidar Muhammad

Alhamdulillah kalau rujuk, Untuk membuktikannya beliau perlu menemui asatidz kibar di indonesia untuk bersama2 menjelaskan kesalahan beliau..atau paling enggak beliau hadzir di Dauroh Masyaikh dan menjelaskannya.

15 02 2011
cholil

“Janganlah saling menghasud, janganlah saling mengicuh, janganlah saling membenci, janganlah saling membelakangi (berseteru), janganlah sebagian kamu menjual atas jualan sebagian yang lain, jadilah kalian hamba-hamba Alloh yang bersaudara. Muslim yang satu adalah saudara muslim yang lain, ia tidak boleh mendholiminya juga tidak boleh merendahkannya dan juga tidak boleh menghinanya. Taqwa itu di sini -beliau sambil berisyarat pada dadanya 3 kali-, cukuplah seseorang (dikatakan) berbuat jahat jika ia merendahkan saudaranya yang muslim. Setiap muslim atas muslim yang lain harom (terpelihara) darahnya, hartanya dan kehormatannya. (HR. Muslim dari Abu Huroiroh Rodliyallohu ‘anhu /bab berbuat baik dan silaturrohim)… duuuuhhh indahnyaaaaa ….. tapi kenapa saudara-saudaraku kok masih juga senang dipecah belah …. padahal musuh kita sudah jelas terlihat … dan diperlihatkan oleh Al Kitab kita … Dunia Arab sudah dipecah belah kenapa kita memecah belah sendiri, kalo ada yang salah coba dinasehati dan tetap bersatu, musuh kita senang bangeeeet krn itu tujuan mereka … Arab Saudi tidak berbuat apa2 atas Muslim yang terzolimi, jika saja Allah tidak menurunkan peringatan disana dengan mengutus para Nabi, maka Arab Saudi akan lebih Jahat dari negara2 penjajah, mereka hanya senang menikmati hidup berfoya2 dengan para Danyang2 dan babu dari negeri miskin, Islam disebarkan dari dunia arab setelah besar dan dapat pengikut fanatik untuk mengorbankan jiwa raganya, heemmm …. Arab saudi yang punya Ka’bah malah tidur pulas kekenyangan … tidak terusik oleh tetangga sebelah yang mati kelaparan dan tertindas …

28 02 2011
13 04 2011
muhlisin

Sesama Islam harus jaga mulut masak Ulama tamatan madinah mengikuti politik praktis(membentuk Partai) dikatakan anak anjing perempuan apalagi kalo menyembelih hewan pada peringatan Maulid Nabi dikatakan lebih haram dari menyembelih babi dan banyak lontaran jelek lain yang ditujukan kepada sesama muslim. Yang melontarkan tuduhan itu jelas telah melanggar firman ALLLAH SWT yang tercantum dalam surat Alhujurat ayat 11 dan 12, jadi jelas mereka yang suka menjelekkkan dan prasangka buruk sesama muslim itu bukan orang mukmin. Na’uzubillahi minzalik.Taubat,Taubat lah saudaraku sesama Islam. Jangan ikuti mulut orang yang usil seperti diatas walaupun dia dipanggil seorang Ulama.

21 05 2011
samsu

ini gw kagak ngerti ngomong apa?

5 06 2011
ki bagus sawung kismo

memang benar situs ini membingungkan, rasanya seperti ditarik2 kesana kesini, lagipula terlalu banyak istilah arabnya, umat islam memang aneka warna, ponakan saya salafi juga lho, kalo omnya ini tetep kejawen

30 09 2011
ahmar

el ayubi tuh orang sufaha!!!!!1

11 01 2013
21 02 2013
abinya zalfa

bismillah
jasa ustadz ja’far hafidzhohullah juga besar lho menda’wahkan manhaj salaf…..

setelah beliau rujuk..kenapa masih ada yang meragukan ???
harusnya bersyukur…..

dan mari kita lebih meragukan diri kita…
apakah sudah besar jasa kita dalam da’wah sepert beliau..

kesalahan….????
kita juga banyak salah kok…dan kita mau tobat kita diterima…
kenapa itu tertutup bagi seorang ustadz yang ingin berjuang kembali…

mudah2an salafiyin jadi bersatu kembali….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 34 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: