Oktober 24, 2009 oleh adi abdullah
‘Bernyanyi’ tanpa alat musik memang pernah dilakukan para sahabat. Namun apa yang mereka praktikkan amat berbeda dengan cara bernyanyi di masa sekarang.
Pada asalnya, nyanyian itu berasal dari lantunan bait-bait syair yang menerangkan tentang sesuatu.
Lanjut Baca »
Ditulis dalam Adab, Fatwa, Fiqh | Leave a Comment »
April 30, 2009 oleh adi abdullah
Meski Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam menganjurkan para pria untuk lebih mengutamakan perawan untuk dinikahi, bukan berarti beliau melarang seorang pria menikahi janda. Bukankah sebagian besar istri beliau juga janda?
Bagi seorang pria, menikahi janda juga bisa dijadikan pilihan. Apalagi jika ia berniat untuk menyantuni seorang wanita yang tidak lagi bersuami dan anak yatim yang kehilangan kasih sayang seorang ayah. Jika dilakukan dengan ikhlas, semua itu insyaallah akan membuahkan pahala yang besar.
Memang harus diakui, gadis perawan tentu memiliki banyak kelebihan dibandingkan seorang janda. Akan tetapi, janda pun punya satu kelebihan dari perawan, yaitu ia lebih berpengalaman ! Ya, karena ia sudah pernah berumah tangga. Dengan begitu, diharapkan dia bisa mengurus rumah tangganya dengan lebih baik.
Lanjut Baca »
Ditulis dalam Muslimah, Nasehat, Sekitarku, Tazkiyatun Nafs | 30 Komentar »
April 6, 2009 oleh adi abdullah
Sudah menjadi ketetapan yang mapan bahwasanya tidak ada seorangpun yang selamat dari kesalahan. Salah merupakan hal yang wajar terjadi pada manusia. Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda :
كُلُّ بَنِي آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطاَّئِيْنَ التَّوَّابُوْن
“Setiap anak Adam itu banyak bersalah. Dan sebaik-baik orang yang banyak bersalah adalah orang-orang yang mau bertaubat.”
(HR. At-Tirmidzi no. 2616. Asy-Syaikh Al-Albani dalam Ash-Shahihul Jami’ no. 4514 mengatakan: “(Hadits ini) hasan.”)
Para ulama mereka juga manusia biasa, bisa salah dan benar. Apabila melihat kesalahan ulama maka nasehatilah dengan baik dan cara yang santun. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda :
الدين النصيحة قلنا لمن ؟ قال : لله ولرسوله وللأئمة المسلمين و عامتهم
Agama itu adalah Nasehat , Kami bertanya : Untuk Siapa ?, Beliau bersabda : Untuk Allah, Kitab-Nya, Rasul-Nya, para pemimpin umat Islam, dan bagi seluruh kaum muslim” ( HR. Muslim 55 )
Namun dewasa ini ada segelintir kalangan yang mencari cari kesalahan ulama kemudian dia berhujjah dengan ketergelinciran tersebut dalam melariskan bid’ah dan kesesatannya !! Wahai saudaraku, sikap yang demikian pada hakekatnya adlah celaan dan perendahan kepada ulama, tidaklah orang yang mengerjakannya kecuali dia zindiq !!
Lanjut Baca »
Ditulis dalam Adab, Manhaj, Nasehat, Tazkiyatun Nafs | 1 Komentar »
Februari 24, 2009 oleh adi abdullah
Diantara Anugrah Alloh yang dicurahkan kepada umat islam adalah tersebarnya dakwah haq, dakwah salafiyyah, yang alhamdulillah pada dekade terakhir ini telah merambah ke segenap lapisan masyarakat di seluruh penjuru dunia.
Tatkala dakwah mubarokah ini diemban oleh para da’i yang memiliki ilmu, memiliki hikmah, sikap yang santun dalam berdakwah, mereka menjalankan kewajiban dakwah sesuai dengan tuntunan Rosululloh lalu dipraktekan sesuai kemampuan, maka Alloh mendatangkan manfaat dengan sebab mereka dan tersebarlah dakwah salafiyah di seluruh penjuru dunia, dengan akhlak, keilmuan, dan hikmah mereka.
Namun hari-hari ini, dakwah salafiyah menemui batu sandungan yang sangat besar, bukan dari unsur eksternal namun dari diri penerus dakwah ini sendiri, yang mana batu sandungan ini seakan-akan menjadikan dakwah ini jalan ditempat kalau tidak boleh dikatakan berjalan mundur. Munculnya para pengemban dakwah dengan semangat tinggi, membawa manhaj salaf lalu menyampaikannya tanpa hikmah, keras, kaku, beringas, hantam sanahantam sini, memberi gelar pada yang lainnya dengan gelar-gelar yang kita malu untuk mendengarnya dan seabrek fenomena lainnya. Sehingga muncul kesan pada sebagian kalangan bahwa itulah dakwah salaf yang serba kaku dan keras.
Saudaraku para da’i-Rohimakumulloh-……..
Lanjut Baca »
Ditulis dalam Adab, Manhaj, Nasehat | Leave a Comment »
Januari 16, 2009 oleh adi abdullah
Sesungguhnya pokok-pokok dakwah Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam yang diemban oleh salafush sholih begitu jelas sekali bagaikan jalan yang terang benderang. Hanya saja pasukan -pasukan ahli bid’ah menyebarkan debu-debu sybhat sehingga banyak mata manusia menjadi kabur dan buta dari dakwah Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam yang murni
Disana terdapat 72 panji pasukan-pasukan ahli bid’ah yang hendak menggeser panji Firqotun Najiyah Tho’ifah Manshuroh dari jalan yang lurus, barangsiapa mengikuti 72 panji kebid’ahan ini maka akan terhalang dari panji Th’oifah Manshuroh, 72 panji kebid’ahan ini pada jaman sekarang ini dipanggul oleh berbagai macam kelompok bid’ah modern dengan berbagai macam modelnya, mereka menggunakan politik-politik licik sebagai kendaraan untuk menyebarluaskan berbagai macam manhaj-manhaj bid’ah mereka dengan slogan “ Mempersatukan kelompok-kelompok islam untuk menegakkan daulah Islamiyyah”
Yang lebih berbahaya lagi bahwasanya sebagian da’i-da’i kelompok sesat ini dengan lantangnya mencatut nama dakwah Salafiyyah didalam gerak langkah mereka. Mereka hiasi klaim mereka ini dengan sebagian ceramah-ceramah dan tulisan-tulisan yang membela sebagian segi dari aqidah salaf, seperti Asma’ wa Shifat dan peringatan dari kesyirikan, tetapi ternyata disaat yang sama mereka juga menyebarkan ceramah-ceramah dan tulisan-tulisan yang menyelisihi dan menghantam pokok-pokok manhaj salaf.
Lanjut Baca »
Ditulis dalam Manhaj, Nasehat | 7 Komentar »
Januari 2, 2009 oleh adi abdullah
Begitu banyak dalil akan haramnya melakukan sihir, bahkan melakukan sihir merupakan suatu bentuk kekufuran , Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda :
اجْتَنِبُوا السَّبْعَ الْمُوْبِقَاتِ. قَالُوْا: يَا رَسُوْلَ اللهِ وَمَا هُنَّ؟ قَالَ: الشِّرْكُ بِاللهِ وَالسِّحْرُ وَقَتْلُ النَّفْسِ الَّتِيْ حَرَّمَ اللهُ إِلاَّ بِالْحَقِّ وَأَكْلُ الرِّبَا وَأَكْلُ مَالِ الْيَتِيْمِ وَالتَّوَلِّي يَوْمَ الزَّحْفِ وَقَذْفُ الْمُحْصَنَاتِ الْغَافِلاَتِ الْمُؤْمِنَاتِ
“Jauhilah tujuh perkara yang akan membinasakan.” Para shahabat bertanya: “Apa itu?” Beliau bersabda: “Syirik kepada Allah, sihir, membunuh jiwa tanpa alasan yang haq, makan riba, memakan harta anak yatim, lari dari medan perang, dan menuduh orang-orang yang beriman yang menjaga diri dari lalai.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
setelah hadits diatas lalu masih adakah sihir yang dihalalkan ??!, ternyata ada sihir yang dihalalkan (kalaupun bisa disebut sihir) menurut Syeikh Wahid bin ‘Abdissalam Baali, berikut nasehat beliau :
Berikut ini nasehat yang saya persembahkan kepada wanita muslimah, dimana memungkinkan baginya untuk menyihir suaminya melalui cara yang dihalalkan oleh Allahu ta’ala,
Lanjut Baca »
Ditulis dalam Adab, Muslimah, Nasehat | 2 Komentar »
Desember 2, 2008 oleh adi abdullah
Seringkali dalam perdebatan muncul syubhat tentang Al Quran, kenapa kadang kadang memakai kata Aku (tunggal) dan kadang kadang memakai kata Kami (jamak), hal ini selalu digunakan oleh kaum nashrani dan kaum kufar lainnya untuk menyerang dan menyebarkan syubhat (kerancuan), serta keraguan atas kebenaran Kitabullah pada kaum muslimin, lalu….sebenarnya bagaimanakah jawaban atas syubhat tersebut ?? berikut adalah jawaban dari Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah -rahimahullahu ta’ala- :
Lanjut Baca »
Ditulis dalam Aqidah, Bantahan, Fatwa, Tafsir | 15 Komentar »
November 17, 2008 oleh adi abdullah
Medan dakwah itu begitu berat terjal dan menantang, karena itu pahala yang dijanjikan pun begitu besar, sehingga tidak mengherankan banyak yang tertarik untuk terjun ke medan dakwah, lalu apakah dakwah wajib atas semua orang ??, berikut fatwa dari Syaikh Shalih bin Fauzan Al Fauzan dalam Al – Muntaqa min Fatawa Syaikh Shalih al Fauzan jilid 1.
Tanya :
Dakwah adalah fardu kifayah, namun apakah hal ini relevan dengan masa kini yang penuh dengan kejahilan dan kesesatan, Apakah pada saat-saat seperti ini dakwah menjadi wajib atas semua orang karena tersebarnya kejahilan dan kerusakan ?? Kami mohon penjelasannya !
Lanjut Baca »
Ditulis dalam Fatwa, Fiqh | 8 Komentar »
November 10, 2008 oleh adi abdullah
Medan dakwah itu begitu berat terjal dan menantang, karena itu pahala yang dijanjikan pun begitu besar, sehingga tidak mengherankan banyak yang tertarik untuk terjun ke medan dakwah.
Saking banyaknya tidak sedikit yang memaksakan diri untuk menangani permasalahan yang sebenarnya tidak layak diemban. Sekedar berbekal semangat dan percaya diri berusaha menyelesaikan persoalan-persoalan umat. Akhirnya bukan kebaikan dan perbaikan, justru kemunduran dan kesemrawutan.
Dakwah tetap harus ditegakkan,
Tetapi siapa yang berhak untuk mengembannya ??
berikut fatwa dari Syaikh Shalih bin Fauzan Al Fauzan dalam Al – Muntaqa min Fatawa Syaikh Shalih al Fauzan jilid 1.
Tanya :
Belakangan ini banyak orang yang menyerukan dakwah, karena itu perlu untuk mengetahui siapakah ahli ilmu yang diakui dapat memberi arahan kepada umat terutama para pemuda agar menempuh jalan kebenaran.
Siapakah ulama yang anda nasehatkan agar para pemuda mengambil faedah darinya, mengikuti pelajaran-pelajarannya, mendengar kaset-kasetnya, mengambil ilmunya dan merujuk kepadanya dalam setiap perkara penting dan rumit, serta pada saat-saat fitnah ?
Lanjut Baca »
Ditulis dalam Fatwa, Manhaj, Nasehat | Leave a Comment »
Oktober 13, 2008 oleh adi abdullah
Sosok yang menjadi pembicaraan ini menyandang gelar akademik yang mentereng. Dia telah meraih gelar Dokor. Dia telah menulis buku, selain Syifaul Fuad, juga buku lainnya berjudul adz-Dzakha’irul Muhammadiyyah , pernah mendapat kepercayaan untuk mengajar di universitas Ummul Qura’ Mekkah. Bahkan kantor Urusan Masjidil Haram juga pernah memberi kesempatan untuk mengajar di Masjidil Haram suatu kesempatan yang tidak diberikan kepada sembarang orang.
Namun secara pelan, seiring perjalanan waktu, ternyata ia memperlihatkan aqidah dan cara berpikir yang berseberangan dengan Al Qur’an dan As Sunnah. Sebelumnya pemikiran itu benar benar ia tutupi dari pandangan manusia, sampai akhirnya salah seorang rekan sejawatnya di Ummul Qura’ memberi julukan kepadanya dengan sebutan “Mujaddidu rihlati ‘Amr bin Luhai “ atau pembaharu petualangan ‘Amr bin Luhai (Amr bin Luhai adalah pimpinan suku Khuza’ah, seorang dukun, “aktor intelektual” kedatangan berhala-berhala ke Mekkah)
Mengapa penulis Syifaul Fuad ini dikaitkan dengan tokoh penggagas paganisme ditanah arab sebelum Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam diangkat sebagai Rasul yang terakhir ?
Untuk menjawab pertanyaan ini, berikut pandangan Syaikh Samir al Maliki terhadap sosok ini, Syaikh Samir sendiri termasuk kerabat dekat dari penulis Syifaul Fuad ini, karena merupakan saudara sepupunya sehingga telaahnya terhadapnya tentu memiliki fakta yang akurat, yang mana bantahan untuk meluruskan kekeliruan saudara sepupunya itu syaikh Samir menulis kitab Jala’ul Bashair yang disusun secara khusus untuk membantah pemikiran penulis kitab Syifaul Fuad dan kitab lainnya yaitu adz-Dzakha’irul Muhammadiyyah.
Komentar Syaikh samir sendiri tentang penulis Syifaul Fuad :
“Ia merongrong pondasi dan inti agama ini, yaitu Tauhidullah dengan dua bentuknya, tauhid khabari (tauhid rububiyah) dan thalabi 9tauhid uluhiyah) Ia membuang dan meruntuhkan bangunannya dari dasar, berbicara palsu atas nama Allahu ta’ala dan RasulNya shalallahu ‘alaihi wassalam serta para malaikat pencatat amalan. Dia telah berani berbuat sembrono terhadap Al Kitabil ‘Aziz, dengan merubah firman-firman Allah dari maksudnya yang benar, serta melancarkan penentangan terhadap hukum-hukumnya”
Berikut ini sebagian kekeliruan dalam buku Syifaul Fuad ,disertai dengan bantahannya dari Al Qur’an maupun hadits shahih, sebagaimana disampaikan oleh syaikh Samir, yang tidak lain merupakan sepupu penulis kitab diatas :
Lanjut Baca »
Ditulis dalam Aqidah, Bantahan, Manhaj, Nasehat | 6 Komentar »